Amtocort Tablet 4 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Amtocort tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi.

Deskripsi obat

Amtocort tablet adalah obat untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi seperti asma bronkial, peradangan rongga hidung (rinitis alergi), biduran (urtikaria), peradangan berupa ruam kemerahan pada kulit (dermatitis kontak) dan peradangan kulit berupa ruam dan rasa gatal (dermatitis atopik). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Amtocort mengandung zat aktif triamsinolon.
Amtocort Tablet 4 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 121.000/box per Agustus 2020
Produk HalalYa
Kandungan utamaTriamsinolon.
Kelas terapiAntialergi dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatGlukokortikoid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 5 tablet (4 mg)
ProdusenPharos Indonesia

Informasi zat aktif

Triamsinolon adalah obat yang termasuk dalam golongan kortikosteroid yang bekerja dengan menekan migrasi leukosit polimorfonuklear dan mengurangi permeabilitas kapiler sehingga mengurangi peradangan. Triamsinolon juga menekan sistem kekebalan dengan mengurangi aktivitas dan volume sistem limfatik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, triamsinolon diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian oral. Waktu puncak konsentrasi terjadi sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Dihilangkan cepat dari darah dan didistribusikan ke otot, kulit, hati, usus, dan ginjal. Obat terikat secara luas pada protein plasma (transkortin dan albumin). Hanya bagian yang tidak terikat yang aktif. Adrenokortikoid didistribusikan ke dalam ASI dan melalui penghalang plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukuronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme diekskresikan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan juga dibuang melalui feses. Waktu paruh biologis triamsinolon adalah 18 jam hingga 36 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai reaksi alergi dan peradangan pada kondisi:

  • Asma yang disebabkan terjadinya pembengkakan pada dinding saluran pernapasan (asma bronkial).
  • Peradangan rongga hidung (rinitis alergi).
  • Biduran (urtikaria).
  • Peradangan berupa ruam kemerahan pada kulit (dermatitis kontak).
  • Peradangan kulit berupa ruam dan rasa gatal (dermatitis atopik). 

Triamsinolon menstimulasi sintesis enzim yang dibutuhkan untuk menurunkan respon inflamasi. Obat ini mampu menekan sistem kekebalan dengan mengurangi aktivitas dan volume sistem limfatik, menghasilkan limfositopenia (terutama limfosit T), menurunkan tingkat imunoglobulin dan komplemen, mengurangi bagian kompleks imun melalui membran basal, dan menekan reaktivitas jaringan terhadap interaksi antigen-antibodi.

Komposisi obat

Triamsinolon 4 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 4-48 mg/hari.
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah: 416 mcg-1,7 mg/kgBB/hari.
    Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Gangguan cairan dan elektrolit.
  • Kelainan otot akibat penggunaan obat steroid (miopati steroid).
  • Kelemahan otot.
  • Luka pada lambung (tukak lambung).
  • Berkurangnya kepadatan tulang (osteoporosis).
  • Garis-garis pada beberapa bagian tubuh atau stretch marks (striae).
  • Daerah kulit tertentu lebih gelap (hiperpigmentasi).
  • Berat badan bertahan.
  • Perubahan suasana hati.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan kerusakan hati (sirosis).
  • Pasien dengan kadar kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroidisme).
  • Pasien dengan infeksi herpes pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan
  • (herpes simpleks okular).
  • Pasien dengan peradangan usus (kolitis ulserativa nonspesifik).
  • Pasien dengan tekanan bola mata yang tinggi (glaukoma) atau buramnya lensa mata (katarak).
  • Pasien dengan gagal jantung.
  • Pasien dengan serangan jantung (infark miokard akut).
  • Pasien dengan gangguan saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat kejang.
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan amtocort tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap triamsinolon.
  • Pasien yang memiliki jumlah sel keping darah yang rendah sehingga menjadi mudah berdarah dan memar (trombositopenia idiopatik purpura).
  • Pasien penderita komplikasi malaria akibat adanya parasit yang menyebabkan kerusakan pada sawar otak (malaria serebral).
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita yang mengalami kesulitan dalam membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis akut).
  • Pasien penderita tuberkulosis.
  • Pasien penderita herpes simpleks keratitis.
  • Pasien penderita parasitosis.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antikolinergik seperti atropin.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan tekanan intraokular.
  • Obat antikoagulan.
    Penggunaan bersama triamsinolon mengurangi efek antikoagulan dari obat-obatan antikoagulan oral.
  • Seritinib.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan efek hiperglikemia yaitu meningkatkan kadar gula darah.
  • Obat turunan sulfonilurea dan insulin.
    Penggunaan bersama triamsinolon menurunkan efek terapi antidiabetik.
  • Obat antihipertensi dan diuretik.
    Penggunaan bersama triamsinolon menurunkan tekanan darah arteri.
  • Obat NSAID.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan risiko pendarahan di saluran cerna.
  • Kontrasepsi oral.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan kadar serum estrogen.
  • Disopiramid, kuinidin, prokainamid, amiodaron, sotalol, bepridil.
    Penggunaan bersama triamsinolon meningkatkan risiko perpanjangan interval QT.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami penurunan kadar kalium dalam darah yang ditandai dengan gejala kebingungan, detak jantung tidak stabil, rasa haus yang ekstrim, peningkatan frekuensi buang air kecil, kelemahan otot, dan merasa lemas.
  • Jika Anda mengalami peningkatan tekanan darah tinggi yang ditandai dengan sakit kepala yang parah, penglihatan kabur, telinga berdengung, gelisah, nye dada, sesak napas, dan kejang.
  • Jika Anda mengalami gangguan penglihatan, mengalami pembengkakan, peningkatan berat badan secara cepat, sesak napas, depresi berat, timbulnya perilaku yang tidak biasa, kejang, feses berdarah, batuk berdarah, nyeri pada perut bagian atas yang menyebar ke punggung, mual dan muntah, jantung berdetak cepat.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amtocort%20tablet?type=brief&lang=id
Diakses pada 18 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/triamcinolone?mtype=generic
Diakses pada 18 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/triamcinolone.html
Diakses pada 18 Agustus 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/t057.html
Diakses pada 18 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email