Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Ampicillin (Alias: Ampisilin)

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Ampicillin dapat mengobati infeksi bakteri pada bronkitis, gonore, tifus, dan infeksi saluran kemih
Ampicillin merupakan antibiotik penisilin yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri.

Merk dagang yang beredar:

Aktoralin, Ambiopi, Amcillin, Ampicilin, Ampiholi, Ampimax, Bactesyn, Bannsipen, Binotal, Broadapen, Cinam, Erlacillin, Etabiotic, Kalpicilin, Megapen, Mycill, Novapen, Opicillin, Parpicillin, Penbiotic, Pencil, Phapin, Picyn, Polypen, Rampicillin, Sanpicillin, Standacillin, Sulbacillin, Unasyn, Viccillin, Xepacillin, Yekacillin

Ampicillin adalah antibiotik penisilin yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Ampicillin bekerja dengan cara membunuh bakteri sehingga dapat menghentikan pertumbuhan bakteri. Antibiotik ini hanya mengobati infeksi bakteri, tidak berfungsi untuk infeksi virus seperti pilek dan flu.

Ampicillin (Ampisilin)
Golongan

Penisilin

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, bubuk, kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi saluran empedu, Bronkitis, Endokarditis, Gastroenteritis, Listeriosis, Otitis media, infeksi streptokokus perinatal, Peritonitis.

  • Dewasa: 0,25-1 gram setiap 6 jam.
  • Anak dibawah 10 tahun: setengah dosis orang dewasa.

Demam Tifoid (tifus)

  • Dewasa: 1-2 gram setiap 6 jam selama 2 minggu pada infeksi akut, dan 4-12 minggu pada infeksi

Gonore

  • Dewasa: 2 gram dengan 1 gram probenesid dosis tunggal.

Infeksi saluran kemih

  • Dewasa: 500 mg setiap 8 jam.

Aturan pakai Ampicillin dengan benar

Obat ini dikonsumsi saat perut kosong, 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Dosis obat bergantung pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Konsumsilah antibiotik ini pada waktu yang sama setiap hari, untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Terus konsumsi obat ini sesuai yang dianjurkan oleh dokter, bahkan jika gejala sudah hilang. Sebab, menghentikan pengobatan terlalu cepat, memungkinkan bakteri untuk tumbuh kembali dan menyebabkan kembalinya infeksi.

Efek Samping

Obat ini dapat menyebabkan mual, muntah, diare, atau luka di sekitar mulut. Jika efek ini tetap memburuk, berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker. Efek samping yang lebih serius juga mungkin terjadi seperti mual atau muntah terus menerus, sakit perut, mudah memar atau perdarahan, sakit tenggorokan, demam tinggi, dan alergi berat. Jika merasakan efek samping tersebut, segera cari pertolongan medis.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Riwayat alergi antibiotik golongan beta-laktamase
  • Gangguan ginjal
  • Sedang dalam masa kehamilan dan menyusui

Orang tua biasanya lebih sensitif terhadap obat ini karena fungsi ginjal yang menurun seiring berjalannya waktu.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap ampicillin dan penisilin lainnya.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Mengonsumsi ampicillin bersamaan dengan obat lain dapat menimbulkan beberapa interaksi, seperti:

  • Mengubah INR dengan warfarin dan phenindlone
  • Mengurangi efektivitas vaksin tifoid
  • Mengurangi ekskresi, sehingga meningkatkan risiko toksisitas dengan probenesid dan sulfinpirazon
  • Meningkatkan reaksi kulit yang diinduksi ampisilin dengan allopurinol
  • Berkurangnya penyerapan dengan chloroquine
  • Mengganggu kerja bakterisidal ampicillin dengan antibakteri seperti eritromisin, kloramfenikol, tetrasiklin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/ampisilin
Diakses pada 17 Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ampicillin-and-sulbactam-injection-route/description/drg-20072723
Diakses pada 17 Oktober 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/ampicillin
Diakses pada 17 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8613-518/ampicillin-oral/ampicillin-oral/details
Diakses pada 17 Oktober 2018

FDA

Artikel Terkait:
Back to Top