Obat amphotericin B mengobati infeksi dengan menghentikan pertumbuhan jamur.
Amphotericin B bertindak sebagai antijamur untuk mengobati infeksi.

Obat Amphotericin B adalah obat antijamur yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur yang serius. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur.

Amphotericin B (Amfoterisin B)
Golongan

Antijamur

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Bubuk, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis obat berbeda untuk setiap pasien. Ikuti petunjuk dokter atau petunjuk pada label.

Obat ini diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah dan hanya dilakukan oleh petugas medis. Dosis berdasarkan pada kondisi medis, berat badan, dan respons terhadap obat.

Efek samping seperti demam, gemetar, kedinginan, kemerahan, kehilangan nafsu makan, pusing, mual, muntah, sakit kepala, sesak napas, napas tidak beraturan dapat terjadi dapat terjadi 1-3 jam setelah infus dimulai. Beberapa obat seperti acetaminophen, diphenhydramine, hidrokortison mungkin diperlukan untuk mencegah atau mengurangi efek samping tersebut. Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

Segera mencari pertolongan medis jika merasakan efek samping yang serius seperti:

  • Nyeri di tempat suntikan
  • Nyeri otot/sendi
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Tanda-tanda masalah ginjal
  • Mati rasa/kesemutan
  • Gangguan pendengaran
  • Urine gelap
  • Sakit perut parah
  • Detak jantung tidak teratur
  • Mudah memar/perdarahan
  • Infeksi
  • Kejang

Penggunaan obat hanya diberikan oleh petugas medis. Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang kondisi medis Anda seperti:

  • Alergi amphotericin atau alergi lain
  • Transfusi sel darah putih
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Penyakit jantung (detak jantung tidak teratur)
  • Kehamilan

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Pasien yang sedang menerima antineoplastic
  • Laktasi (menyusui)

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Jika ingin menggunakan obat lain, harus konsultasi dengan dokter. Tidak disarankan mengonsumsi obat Amphotericin B bersamaan dengan obat lain, seperti:

  • Flusitosin dapat meningkatkan toksisitas
  • Obat nefrotoksik dapat meningkatkan toksisitas ginjal
  • Obat antikanker (mechlorethamine)
  • Obat antijamur azole (ketoconazole, itraconazole)
  • Obat yang memengaruhi ginjal (pentamidin, tacrolimus, gentamisin)
  • Obat pelemas otot (tubocurarine)

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/amphotericin-b-intravenous-route-injection-route/description/drg-20061771
Diakses pada 14 Oktober 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/amphotericin%20b
Diakses pada 14 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-13565/amphotericin-b-injection/details
Diakses pada 14 Oktober 2018

Artikel Terkait