Amphotericin B

27 Apr 2021
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Amphotericin B digunakan untuk mengatasi berbagi infeksi jamur serius

Amphotericin B digunakan untuk mengatasi berbagi infeksi jamur serius

Deskripsi obat

Amphotericin B digunakan untuk mengatasi berbagi infeksi jamur serius. Misalnya saja, infeksi jamur Candida albicans di rongga mulut dan infeksi jamur Candida yang menyerang jantung, otak, saluran cerna, saluran pernapasan, dan organ di seluruh tubuh (kandidiasis sistemik).

Obat ini hanya digunakan untuk infeksi jamur berat dan tidak digunakan untuk mengobati infeksi jamur ringan yang terjadi di mulut, kerongkongan, dan vagina. Oleh sebab itu, amphotericin B hanya boleh digunakan sesuai resep dan petunjuk dokter.

Amphotericin B dapat digunakan dengan cara diminum atau oral dan disuntikkan atau injeksi.

Amphotericin B (Amfoterisin B)
GolonganKelas terapi: Antijamur
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kaplet, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan amphotericin B adalah:

  • Demam
  • Gemetar
  • Menggigil
  • Kemerahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Sesak napas atau napas cepat yang dapat terjadi 1-3 jam setelah infus digunakan

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan amphotericin B pada kondisi:

  • Menerima transfusi leukosit atau radiasi
  • Gangguan ginjal
  • Hamil dan menyusui
  • Gangguan hati
  • Kadar gula darah tinggi (diabetes)
  • Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalium atau magnesium rendah dalam darah

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 2-8°C. Jangan dibekukan dan lindungi dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan amphotericin B pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap amphotericin B
  • Infeksi jamur ringan pada mulut, kerongkongan, atau vagina

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori N: Keamanan penggunaan alpha-lipoic acid pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kulit pucat
  • Mudah memar
  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Kejang
  • Kulit atau mata menguning
  • Penumpukan cairan di paru-paru
  • Nyeri dada
  • Detak jantung cepat atau tidak normal
  • Tanda-tanda masalah ginjal, seperti nyeri atau sulit buang air kecil dan bengkak di kaki atau pergelangan kaki
  • Tanda-tanda kadar kalium rendah, seperti kebingungan, detak jantung tidak normal, rasa haus ekstrim, peningkatan buang air kecil, kelemahan otot, atau perasaan lemas
  • Tanda-tanda infeksi baru, seperti demam, menggigil, gejala flu, seriawan di mulut dan tenggorokan, serta pernapasan cepat dan dangkal

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi amphotericin B dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi meliputi:

  • Furosemide
    Penggunaan amphotericin B bersama furosemide dapat meningkatkan risiko rendahnya kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
  • Amiodarone
    Penggunaan bersama amphotericin B dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur.
  • Cidofovir dan tacrolimus
    Obat di atas dapat menyebabkan masalah ginjal. Menggunakannya bersama obat lain yang juga dapat memengaruhi ginjal, seperti amphotericin B dapat meningkatkan risiko tersebut.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/amphotericin-b.html#warnings
Diakses pada 9 April 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-13565/amphotericin-b-injection/details
Diakses pada 9 April 2021

Britannica. https://www.britannica.com/science/drug-chemical-agent/Functional-macromolecules#ref1177987
Diakses pada 9 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email