Amphetamine

27 Apr 2021
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Amphetamine digunakan untuk mengatasi narkolepsi dan ADHD

Amphetamine digunakan untuk mengatasi narkolepsi dan ADHD

Deskripsi obat

Amphetamine digunakan untuk mengatasi narkolepsi dan ADHD.  Narkolepsi adalah kondisi mengantuk berlebihan pada siang hari dan menyebabkan serangan tidur tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan tempat.

Sementara, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan mental pada anak-anak yang menyebabkan kesulitan fokus atau memusatkan perhatian dan hiperaktif. Terkadang, amphetamine juga digunakan untuk mengendalikan nafsu makan dan mengontrol kelebihan berat badan (obesitas).

Obat ini termasuk ke dalam golongan stimulan sistem saraf yang bekerja pada sistem saraf otak. Penggunaan amphetamine harus sesuai resep dokter dan diawasi ketat oleh dokter karena berisiko kecanduan.

Amphetamine (Amfetamin)
GolonganKelas terapi: Stimulan sistem saraf pusat
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, suspensi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan amphetamine adalah:

  • Sakit perut
    Cobalah beristirahat. Makan dan minum secara perlahan, serta makan lebih sedikit tetapi lebih sering. Kompres perut Anda dengan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Diare
    Minum banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang. Jika diare bertambah parah, bicarakan dengan apoteker atau dokter Anda.
  • Mulut kering dan rasa tidak biasa atau tidak enak di mulut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Gelisah atau gugup
  • Masalah tidur (insomnia)
  • Perubahan suasana hati
  • Pusing atau sakit kepala
  • Demam

Jika efek samping yang Anda alami tidak membaik atau memburuk, segera konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan amphetamine pada kondisi:

  • Depresi
  • Penyakit mental
  • Masalah penyalahgunaan narkoba atau alkohol
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan tiroid
  • Kejang atau epilepsi
  • Penyakit pembuluh darah arteri koroner atau arteri tersumbat
  • Masalah sirkulasi darah di tangan atau kaki

Penyimpanan

Jauhkan dari jangkauan dan pandangan anak-anak. Simpan di tempat kering dan sejuk.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan amphetamine pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap amphetamine
  • Penyakit jantung atau cacat jantung
  • Tekanan darah tinggi sedang sampai berat
  • Tiroid yang terlalu aktif
  • Kecemasan parah
  • Ketegangan
  • Riwayat penyalahgunaan narkoba atau alkohol

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan amphetamine pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda-tanda masalah jantung, seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, dan perasaan seperti akan pingsan
  • Halusinasi, yaitu melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata
  • Tanda-tanda masalah sirkulasi darah, seperti mati rasa, nyeri, perasaan dingin, luka yang tidak dapat dijelaskan, atau perubahan warna kulit (pucat, merah, atau biru) di jari tangan atau kaki
  • Kejang
  • Kedutan otot
  • Perubahan penglihatan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti dengan obat lain.

Mengonsumsi amphetamine dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Duloxetine, escitalopram, fluoxetine, levothyroxine
    Duloxetine dapat meningkatkan efek amphetamine dan efek samping, seperti gelisah, gugup, dan kecemasan.
  • Albuterol
    Baik albuterol dan amfetamin dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Itu sebabnya, penggunaan bersamaan dapat meningkatkan efek ini.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs. https://www.drugs.com/amphetamine.html#use
Diakses pada 25 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-170275-1745/amphetamine-oral/amphetamine-extended-release-suspension-oral/details
Diakses pada 25 Maret 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/amphetamine-oral-tablet
Diakses pada 25 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email