Amoxsan Sirup Kering 60 ml

Amoxsan sirup kering adalah obat untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri

Deskripsi obat

Amoxsan sirup kering adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri yang rentan terhadap amoxicillin, seperti infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, serta infeksi kulit dan jaringan lunak. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Amoxsan sirup kering mengandung amoxicillin sebagai zat aktifnya. Amoxicillin adalah antibiotik penisilin yang mampu melawan bakteri. Selain penyakit di atas, amoxicillin juga berfungsi untuk mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri lainnya, misalnya tonsilitis, bronkitis, radang paru-paru, serta infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan.
Antibiotik seperti amoxilin tidak akan berfungsi untuk pilek, flu, dan infeksi virus lainnya. Mengonsumsi antibiotik saat tidak diperlukan akan meningkatkan risiko terjadinya resistensi atau kekebalan terhadap antibiotik.

Amoxsan Sirup Kering 60 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 28.476/botol per Maret 2019
Kandungan utamaAmoxicillin.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatPenicillin.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenSanbe Farma

Informasi zat aktif

Amoxicillin termasuk dalam golongan obat penisilin. Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri dan menghentikan pertumbuhannya di tubuh Anda.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, amoxicillin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara cepat dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (60% sebagai obat tidak berubah) dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-1,5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati berbagai infeksi, seperti:

  • Infeksi saluran kemih.
  • Kencing nanah (gonore).
  • Radang amandel atau tonsilitis.
  • Infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.
  • Peradangan pada saluran utama pernapasan atau bronkus (bronkitis).
  • Infeksi saluran pernapasan.
  • Peradangan pada paru-paru.

Amoxicillin juga dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati infeksi yang disebabkan bakteri H. pylori.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: amoxicillin trihidrat 125 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.

  • Dewasa dan anak-anak dengan berat badan 20 kg ke atas: 250-500 mg/8 jam.
  • Anak-anak dengan berat badan 20 kg ke bawah: 20-40 mg/kg BB/8 jam. Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.
  • Penderita dengan gangguan ginjal: dosis maksimum 500 mg/hari.
  • Gonokokus uretritis: 3 g sebagai dosis tunggal.

Aturan pakai obat

  • Tambahkan air minum 51 ml, kocok sampai tercampur dengan rata.
  • Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan agar lebih mudah diserap dan mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi, antara lain buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
  • Mual.
    Jangan makan makanan terlalu banyak dan hindari makanan pedas. Minumlah obat ini setelah makan atau ngemil.
  • Muntah.
  • Reaksi alergi pada kulit, seperti ruam dan kemerahan.
  • Sakit kepala.
  • Kesulitan tidur atau insomnia.
  • Gangguan kecemasan.
  • Merasa bingung.
  • Gangguan saluran pencernaan.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu 25-30°C dan terhindari dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan sumsum tulang, yaitu memproduksi sel darah putih terlalu banyak (leukimia limfatik).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap cephalosporine.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Lakukan pemantauan fungsi ginjal dan hati secara berkala pada penggunaan jangka panjang.
  • Pastikan mengonsumsi cairan yang cukup.
  • Lakukan pemantauan pengeluaran urine selama terapi dengan dosis tinggi dan periksa keadaan kateter secara berkala.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap amoxicillin atau golongan penisilin lainnya.
  • Pasien yang mengalami infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang dapat ditularkan melalui droplet atau liur saat batuk maupun bersin (mononukleosis).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Probenecid.
    Probenecid dapat memperpanjang waktu paruh amoxicillin dalam plasma, sehingga efektivitas amoxicillin dalam tubuh akan meningkat dan efek samping, seperti diare dan mual dapat terjadi.
  • Kontrasepsi oral.
    Amoxicillin dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi oral.
  • Allopurinol.
    Penggunaan amoxicillin dan allopurinol dapat meningkatkan risiko terjadinya ruam pada kulit.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami sakit perut parah dan diare berair atau berdarah.

Sesuai kemasan per Maret 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amoxicillin
Diakses pada 30 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/amoxicillin.html
Diakses pada 30 Desember 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/amoxicillin
Diakses pada 30 Desember 2020

Medical Nes Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/amoxicillin-oral-tablet#other-warnings
Diakses pada 30 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1531-3295/amoxicillin-oral/amoxicillin-oral/details
Diakses pada 30 Desember 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a685001.html
Diakses pada 30 Desember 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/amoxicillin/
Diakses pada 30 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email