Amosterra kaptab 500 mg antibiotik penisilin yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri pada saluran pernafasan, kulit dan saluran kemih.
Amosterra kaptab 500 mg antibiotik penisilin yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri pada saluran pernafasan, kulit dan saluran kemih.
Amosterra kaptab 500 mg antibiotik penisilin yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri pada saluran pernafasan, kulit dan saluran kemih.
Amosterra kaptab 500 mg antibiotik penisilin yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri pada saluran pernafasan, kulit dan saluran kemih.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 24.668/box (500 mg) per November 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 kaptab (500 mg)
Produsen Sejahtera Lestari Farma

Amosterra adalah antibiotik penisilin yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri pada saluran pernafasan, kulit dan saluran kemih. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Amosterra mengandung amoxicilin.

  • Infeksi yang disebabkan oleh jaringan strain-strain bakteri yang peka:
    • Infeksi kulit dan jaringan: Stafilokokus bukan penghasil penisilinase. Streptokokus, E. coli.
    • Infeksi saluran pernapasan: H. influenzae, Stretokokus, Streptopnemoniae, stafilokokus bukan asli penisilinase, E. coli.
    • Infeksi saluran genitourinari: E.coli. P. mirabis, dan Strep. Faecalis.
    • Gonore: N. gonorrhoae bukan penghasil penisilinase.

Amoxicillin 500 mg

  • Dewasa dan anak-anak dengan berat 20 kg ke atas: 250-500 mg/8 jam.
  • Anak-anak dengan berat badan 20 kg ke bawah: 20-40 mg/kg BB/hari dosis terbagi dalam 8 jam.
  • Gonokokus uretritis: 3 g/hari dosis tunggal.

Dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter.

  • Reaksi kepekaan: erythematous maculopapular rashes, biduran, penyakit serum.
  • Reaksi kepekaan yang serius dan fatal: anaphylaxis terutama pada penderita yang hipersensitif terhadap obat penisilin.
  • Gangguan saluran pencernaan: mual, muntah, diare.
  • Reaksi-reaksi hemotologikal.

Pasien hipersensitif terhadap obat ini.

  • Pasien penderita kanker sistem limfatik (leukemia limphatik).
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita gagal fungsi ginjal.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait