Amonium klorida

15 Okt 2022| Nurul Rafiqua
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Amonium klorida digunakan untuk mengatasi batuk berdahak

Amonium klorida digunakan untuk mengatasi batuk berdahak

Deskripsi obat

Amonium klorida adalah obat yang digunakan untuk mengatasi batuk berdahak. Obat ini termasuk ke dalam golongan ekspektoran dan suplemen elektrolit. Oleh sebab itu, amonium klorida biasa digunakan sebagai salah satu bahan dalam kandungan obat batuk.

 

Dalam bentuk atau sediaan injeksi, obat ini juga dapat mengatasi alkalosis metabolik, yaitu kondisi ketika kadar asam atau karbondioksida, elektrolit klorida, serta kalium dalam tubuh menurun. Kondisi ini menyebabkan penderitanya muntah terus menerus, sehingga tubuh akan kekurangan elektrolit.

Amonium klorida (Ammonium chlorida)
Golongan

Kelas terapi: Ekspektoran (oral) dan suplemen elektrolit (injeksi)

Kategori obat

Obat resep dan obat bebas

Bentuk sediaan obat

Tablet, suspensi, injeksi

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Intravena

  • Dewasa: Dosis obat tergantung tingkat keparahan dan toleransi pasien. Dosis juga dapat ditentukan berdasarkan keseimbangan asam basa dan defisit klorida.

Petunjuk umum konsumsi

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan amonium klorida sebelum penggunaan.

  • Injeksi: Dilakukan langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter

 

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Amonium klorida dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Tanda reaksi alergi, seperti pembengkakan dan kemerahan
  • Demam
  • Nyeri di tempat injeksi
  • Kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia)
  • Urine mengandung gula (glikosuria)

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Gangguan insufisiensi paru
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jantung (edema jantung)
  • Gangguan ginjal dan hati ringan sampai sedang
  • Kehamilan

 

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 20-25°C.

 

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti kemerahan, gatal-gatal, kulit merah, bengkak, melepuh, atau mengelupas dengan atau tanpa demam, sesak di dada, kesulitan menelan, serta pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda-tanda kadar amonia tinggi, seperti detak jantung tidak normal, pernapasan tidak normal, kulit pucat, detak jantung lambat, kejang, berkeringat, muntah, atau kedutan
  • Demam

 

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan amonium kloridajika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Alergi terhadap amonium klorida
  • Gangguan hati dan ginjal berat
  • Penderita alkalosis metabolik yang sedang mengalami muntah-muntah karena pengeluaran asam lambung yang diikuti dengan keluarnya natrium

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi  amonium klorida dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Obat golongan peluruh urine atau diuretik hemat kalium
    Penggunaan bersama amonium klorida, dapat meningkatkan efek samping obat jika digunakan bersamaan dengan obat golongan diuretik hemat kalium
  • Chlorpropamide, salicyclates, amantadine, amphetamines, dan mecamylamine
    Penggunaan amonium klorida bersama oba-obatan di atas, dapat meningkatkan konsentrasi dari obat-obatan tersebut, sehingga risiko efek sampingnya akan meningkat

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ammonium%20chloride?mtype=generic
Diakses pada 2 Agustus 2022
 
Drugs. https://www.drugs.com/cdi/ammonium-chloride.html#side-effects
Diakses pada 2 Agustus 2022
 
RxList. https://www.rxlist.com/consumer_ammonium_chloride/drugs-condition.htm
Diakses pada 2 Agustus 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email