Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 78.000/box per Maret 2020
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (5 mg)
Produsen Galenium Pharmasia Laboratories

Amlogal tablet digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi), kondisi yang menyebabkan aliran oksigen ke jantung berkurang hingga berisiko serangan jantung (iskemia miokard) dan nyeri dada (angina). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Amlogal mengandung amlodipine.

Mengobati:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kondisi yang menyebabkan aliran oksigen ke jantung berkurang hingga berisiko serangan jantung (iskemia miokard).
  • Nyeri dada yang umum dirasakan ketika seseorang melakukan pekerjaan berat, atau saat sedang ada stress (angina pektoris stabil).
  • Nyeri dada yang terjadi karena adanya kekakuan di arteri jantung, sehingga terjadi penurunan jumlah aliran darah untuk sementara waktu (angina prinzimetal atau variant).

Amlodipine besylate setara dengan amlodipine 5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Hipertensi:
    • Dosis awal: 5 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 10 mg/hari.
  • Pasien dalam kondisi rapuh, lanjut usia atau pasien dengan gangguan hati: 2,5 mg/hari.
  • Angina kronik dan angina vasospastik: 5-10 mg/hari.

Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan.

  • Sakit kepala.
  • Pembengkakan bagian tubuh karena adanya penumpukan cairan (edema).
  • Lelah.
  • Penurunan kesadaran (somnolen).
  • Mual dan nyeri perut.
  • Rasa panas dan kemerahan pada wajah.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Pusing.

Alergi terhadap dihidropiridin.

  • Pasien dengan gangguan fungsi hati berat.
  • Pasien gagal ginjal.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan menyusui.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/amlogal/amlogal?type=brief&lang=id
Diakses pada 30 Maret 2020

Galenium Pharmasia. https://galenium.com/produk/Amlogal-Tablet
Diakses pada 30 Maret 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait