Amiodarone

Amiodarone digunakan untuk mengatasi gangguan irama jantung

Amiodarone digunakan untuk mengatasi gangguan irama jantung

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Lamda, Kendaron, Cordarone, Rexodrone, Amiodarone HCL, Tiaryt, Cortifib, Cordarone

Deskripsi obat

Amiodarone digunakan untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia. Obat ini termasuk dalam golongan obat antiaritmia.

Obat amiodarone bekerja dengan cara memblokir sinyal listrik tertentu di jantung yang dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur. Proses tersebut akan memulihkan irama jantung menjadi normal dan mempertahankan detak jantung yang teratur dan stabil. 

Pengobatan menggunakan amiodarone adalah langkah lanjutan apabila obat antiaritmia lain tidak memberikan hasil yang signifikan.

Amiodarone (Amiodaron)
GolonganKelas terapi: Antiaritmia Klasifikasi obat: Antiaritmia III
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa dan lanjut usia
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan amiodarone adalah:

  • Muntah
    Minum banyak cairan, seperti air untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mual
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sembelit atau konstipasi

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya.

Hati-hati menggunakan amiodarone pada kondisi:

  • Asma
  • Gangguan paru-paru
  • Gangguan tiroid
  • Gangguan penglihatan
  • Tekanan darah tinggi atau rendah
  • Gangguan keseimbangan elektrolit seperti kadar kalium atau magnesium yang rendah dalam darah
  • Alat pacu jantung atau defibrilator yang ditanamkan di dada
  • Pasien yang menjalani operasi
  • Kehamilan

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C. Terlindung dari cahaya dan kelembaban.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan amiodarone pada pasien dengan kondisi medis seperti:

  • Gangguan detak jantung
  • Gangguan konduksi parah (misalnya blok AV derajat tinggi, blok bifasikular atau trifasikuler) tanpa adanya alat pacu jantung
  • Syok kardiogenik
  • Hipotensi berat
  • Gagal napas berat
  • Riwayat gangguan fungsi tiroid
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap yodium
  • Operasi laser bias kornea
  • Gagal jantung
  • Penyakit akibat kelainan pada otot jantung (kardiomiopati)
  • Menyusui
  • Penggunaan bersama dengan obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami salah satu efek samping ini, bahkan jika terjadi beberapa bulan setelah Anda berhenti menggunakan obat ini:

  • Mengi, batuk, nyeri dada, batuk dengan lendir berdarah, dan demam
  • Detak jantung tidak teratur yang baru atau memburuk (detak jantung cepat, lambat, atau berdebar)
  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Penglihatan kabur, melihat lingkaran cahaya di sekitar cahaya, atau mata lebih sensitif terhadap cahaya
  • Masalah hati, seperti mual, muntah, sakit perut di sisi kanan atas, kelelahan, urine gelap, dan kulit atau mata menguning
  • Masalah saraf, seperti kehilangan koordinasi, kelemahan otot, gerakan otot yang tidak terkontrol, atau rasa tertusuk di tangan atau kaki bagian bawah
  • Tanda-tanda tiroid terlalu aktif, seperti penurunan berat badan, rambut menipis, rasa panas, peningkatan keringat, tremor, perasaan gugup atau mudah tersinggung, periode menstruasi tidak teratur, dan pembengkakan di leher (gondok)
  • Tanda-tanda tiroid kurang aktif, seperti penambahan berat badan, kelelahan, depresi, kesulitan berkonsentrasi, dan merasa kedinginan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi amiodarone dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi meliputi:

  • Penghambat CYP3A4, misalnya penghambat HIV-protease dan simetidin
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar amiodarone.
  • Penginduksi CYP3A4, misalnya rifampisin dan fenitoin
    Kadar dan efektivitas amiodarone akan menurun jika dikonsumsi bersama obat di atas.
  • Beta blocker, penghambat saluran kalsium, dan obat antiaritmia lainnya
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Obat pencahar stimulan, diuretik, dan kortikosteroid sistemik
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Ciclosporin, clonazepam, digoxin, flecainide, procainamide, quinidine, simvastatin, dan warfarin
    Amiodarone dapat meningkatkan kadar obat-obat di atas.
  • Substrat P-glikoprotein
    Amiodarone dapat memengaruhi obat di atas.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amiodarone?mtype=generic
Diakses pada 1 April 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4521/amiodarone-oral/details
Diakses pada 1 April 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_amiodarone_nexterone/drugs-condition.htm
Diakses pada 1 April 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/amiodarone-oral-tablet#about
Diakses pada 1 April 2021

Drugs. https://www.drugs.com/amiodarone.html
Diakses pada 1 April 2021

Clevelandclinic. https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/16733-antiarrhythmic-medication-amiodarone
Diakses pada 1 April 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a687009.html
Diakses pada 1 April 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/amiodarone-oral-route/description/drg-20061854
Diakses pada 1 April 2021

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/amiodarone/article.htm
Diakses pada 1 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email