Amiodarone bekerja dengan memblokir sinyal listrik tertentu di jantung yang dapat menyebabkan detak jantung yang tidak teratur
Amiodarone digunakan untuk mengobati masalah irama jantung yang tidak beraturan.

Lamda, Kendaron, Cordarone, Rexodrone, Amiodarone HCL, Tiaryt, Cortifib, Cordarone.

Amiodarone digunakan untuk mengobati masalah irama jantung yang tidak beraturan. Obat ini juga dapat mengembalikan irama jantung menjadi normal dan mempertahankan detak jantung secara beratur.

Cara kerja amiodarone memblokir sinyal listrik tertentu di jantung yang dapat menyebabkan detak jantung yang tidak teratur.

Amiodarone (Amiodaron)
Golongan

Antiaritmia

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Tablet dan suntikan

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan lansia

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis obat

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Suntik
Fibrilasi ventrikel pulmonal atau takikardia ventrikel

  • Dewasa: Awalnya, 300 mg atau 5 mg/kg melalui injeksi yang cepat. Dosis lebih lanjut 150 mg atau 2,5 mg/kg dapat dipertimbangkan.
  • Lansia: Lakukan inisiasi di bawah rentang dosis.

Aritmia supraventrikular dan ventrikel

  • Dewasa: Awalnya, 5 mg/kg selama 20-120 menit, dapat diulang jika dibutuhkan, hingga total dosis 1.200 mg (kira-kira 15 mg/kg) dengan tingkat yang disesuaikan berdasarkan respons klinis selama 24 jam. Untuk kasus darurat, 150-300 mg dengan injeksi paling lambat selama 3 menit atau lebih. Injeksi berikutnya harus diberikan setidaknya 15 menit setelahnya.
  • Lansia: Lakukan inisiasi di ujung bawah rentang dosis.

Tablet
Aritmia supraventrikular dan ventrikel

  • Dewasa: Awalnya, 200 mg tiga kali sehari untuk 1 minggu, kemudian dikurangi menjadi 200 mg selama lebih dari satu minggu. Perawatan: kurang dari 200 mg setiap hari.
  • Lansia: Lakukan inisiasi di ujung bawah rentang dosis.

Baca petunjuk obat di kemasan atau ikut anjuran dokter sebelum menggunakan amiodarone.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan makan atau tanpa makanan, biasanya satu atau dua kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Jangan minum obat ini lebih dari yang disarankan oleh dokter.

Dosis akan diberikan sesuai kondisi yang Anda alami. Dokter akan memulai memberikan dosis yang lebih tinggi, kemudian secara bertahap mengurangi dosis tersebut. Jangan berhenti minum obat ini atau ubah dosisnya tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda.

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh tenaga medis.

Penggunaan amiodarone akan menimbulkan efek samping seperti: mual, muntah, sembelit, kehilangan nafsu makan. Jika terjadi efek yang lebih buruk segera beritahu dokter Anda.

Beri tahu dokter jika memiliki efek samping yang serius ketika mengonsumsi obat ini seperti:

  • Gelisah
  • Pingsan
  • Perubahan penglihatan
  • Gatal-gatal
  • Ruam
  • Kesulitan bernapas

Obat ini dapat menyebabkan kulit Anda menjadi lebih sensitif terhadap matahari. Efek ini membuat warna kulit berubah, tetapi warna kulit akan berubah setelah berhenti mengonsumsi obat. Beritahu dokter apabila kulit Anda mengalami kemerahan dan melepuh saat terkena sinar matahari.

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini, atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipotensi berat
  • Riwayat disfungsi tiroid
  • Sensitivitas yodium

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap berkonsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan.

Mengonsumsi obat Amiodarone dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat memengaruhi obat-obatan yang merupakan substrat P-glikoprotein.
  • Dapat membuat meningkatnya risiko aritmia dengan obat-obatan yang menyebabkan hipomagnesaemia dan hipokalemi (misalnya diuretik, kortikosteroid sistemik).
  • Berkurangnya efektivitas dengan inducer CYP3A4 (misalnya rifampicin, phenytoin).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/amiodarone-oral-route/description/drg-20061854
Diakses pada 18 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/amiodarone
Diakses pada 18 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4521/amiodarone-oral/details
Diakses pada 18 Oktober 2018

Artikel Terkait