Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Aminophylline (Alias: Aminofillin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 23 Jan 2019
Aminophylline digunakan sebagai obat untuk gangguan pernapasan.
Aminophylline bekerja dengan cara melebarkan otot-otot di saluran bronkus paru-paru, sehingga dapat meredakan sesak napas, batuk, dan kesulitan bernapas

Merk dagang yang beredar:

Aminophylline, Phaminov, Erphafillin, Phyllocontin Continus, Phyllocontin, Decafil, Erphafillin

Aminophylline adalah obat untuk gangguan pernapasan seperti gejala asma, bronkitis, emfisema, dan penyakit paru-paru. Obat ini tergolong obat yang dikenal sebagai bronkodilator.

Aminophylline bekerja dengan cara melebarkan otot-otot di saluran bronkus (saluran udara) paru-paru, sehingga dapat meredakan sesak napas, batuk, dan kesulitan bernapas.

Aminophylline (Aminofillin)
Golongan

Xanthine bronchodilator

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak-anak, dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Suntik
Bronkospasme akut

  • Dewasa: Pasien yang belum mendapatkan terapi teofilin: Loading (pemberian dosis besar di awal) : 5 mg/kg atau 250-500 mg dengan injeksi lambat atau infus selama 20-30 menit. Perawatan: 0,5 mg/kg/jam infus. Tingkat maksimum: 25 mg/mnt. Pasien sudah mendapatkan terapi teofilin: Dosis loading ditangguhkan sampai tingkat serum teofilin ditentukan, atau jika diperlukan, 3,1 mg/kg.
  • Anak: Loading (pemberian dosis besar di awal): Sama dengan dosis dewasa. Perawatan: 6 bln hingga 9 thn 1 mg/ kg/jam; 10-16 yr 0,8 mg/kg/jam.
  • Lansia: Perawatan: 0,3 mg/kg/jam.

Bronkospasme Kronis

  • Dewasa: Seperti tab pelepasan dimodifikasi aminofilin hidrat: Awalnya, 225-450 mg dua kali sehari, meningkat sebagaimana mestinya.
  • Anak: Seperti tab pelepasan dimodifikasi aminofilin hidrat:> 40 kg: Awalnya, 225 mg dua kali sehari, meningkat menjadi 450 mg dua kali sehari setelah 1 minggu sesuai.
  • Lansia: Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

Aturan pakai Aminophylline dengan benar

Baca cara pemakaian Aminophylline atau ikuti saran dari dokter terlebih dahulu sebelum Anda memakainya. Jika memiliki pertanyaan, ajukan langsung kepada dokter Anda.

Obat ini dikonsumsi saat perut kosong, 1 jam sebelum makan, atau 2 jam setelah makan. Jangan minum obat ini lebih dari yang disarankan oleh dokter.

Jangan mengonsumsi lebih dari yang dianjurkan dokter. Obat ini berfungsi paling baik jika ada jumlah konstan dalam darah. Untuk menjaga agar jumlahnya dalam darah tetap konstan, konsumsilah obat ini sesuai anjuran dokter dan jangan melebihi dosis yang telah ditentukan.

Efek Samping

Obat Aminophylline dapat menyebabkan efek samping jika dikonsumsi seperti: mual, muntah, diare, gangguan tidur, pusing. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang serius seperti:

  • Kejang
  • Nyeri ulu hati
  • Reaksi alergi (gatal-gatal, ruam)
  • Gangguan irama jantung
  • Otot melemah

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas , tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan Anda.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, terlebih jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Alergi
  • Sesak napas
  • Batuk

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Porfiria akut
  • Sedang menggunakan obat turunan

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan, harap berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan.

Mengonsumsi obat Aminophylline dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Meningkatnya efektivitas fenitoin
  • Meningkatnya risiko toksisitas dengan mengonsumsi derivat xantin lainnya.
  • Meningkatnya pembersihan dengan aminoglutethimide, carbamazepine, moracizine, phenytoin, rifampisin, sulfinpirazon, dan barbiturate.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/aminofilin
Diakses pada 17 Oktober 2018

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/aminophylline.html
Diakses pada 17 Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/aminophylline-oral-route/description/drg-20073578
Diakses pada 17 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/aminophylline
Diakses pada 17 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top