Amikacin

27 Apr 2021| Olivia
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Amikacin digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri

Amikacin digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Mikaject, Amiosin, Alostil, Glybotic, Amikacin Mikasin, Simikan, Verdix, Amyofarc

Deskripsi obat

Amikacin digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri berat. Misalnya saja, infeksi pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis) serta infeksi pada darah, perut, paru-paru, kulit, tulang, persendian, dan saluran kemih.

Amikacin juga digunakan untuk mengobati infeksi karena bakteri yang resisten atau kebal terhadap obat gentamisin dan tobramycin.

Obat ini termasuk ke dalam antibiotik golongan aminoglikosida yang bekerja dengan cara mencegah dan membunuh bakteri. Antibiotik seperti amikacin tidak akan bekerja untuk pilek, flu, atau infeksi virus lainnya. 

Amikacin (Amikasin)
GolonganKelas terapi: Antiinfeksi Klasifikasi obat: Antibiotik aminoglikosida
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatInjeksi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Injeksi
Infeksi bakteri Gram negatif berat

  • Dewasa: 15 mg/kg setiap hari dalam satu atau dua dosis terbagi dengan injeksi pada pembuluh darah otot (intramuskular) dan injeksi pembuluh darah vena (intravena) selama 2-3 menit atau infus intravena selama 30-60 menit.
    Maksimal 1,5 g/hari. Durasi pengobatan biasanya dilakukan selama 7-10 hari.
  • Anak-anak:
    • Bayi baru lahir: Dosis awal 10 mg/kgBB, diikuti oleh 7,5 mg/kgBB 12 jam
    • Bayi prematur: 7,5 mg/kgBB 12 jam. Usia 4 minggu sampai 12 tahun sebanyak 15-20 mg/kg sebagai dosis tunggal atau 2 dosis terbagi. Dosis dapat diberikan dengan injeksi intramuskular, injeksi intravena selama 3-5 menit, atau infus intravena selama 1-2 jam.

Infeksi saluran kemih terkomplikasi

  • Dewasa: 7,5 mg/kg sehari dalam 2 dosis terbagi dengan injeksi intramuskular dan injeksi intravena paling lambat selama 2-3 menit atau infus intravena selama 30-60 menit

Aturan pakai obat

Dilakukan langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan amikacin adalah:

  • Mual dan muntah
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Sakit kepala
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Jika efek samping ini terasa mengganggu, mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kemerahan atau ruam kulit
  • Kesemutan
  • Tremor
  • Kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Kadar magnesium rendah (hipomagnesemia)

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan amikacin pada kondisi:

  • Asma
  • Lemahnya otot akibat kerusakan otot dan saraf (myasthenia gravis)
  • Gangguan sistem saraf, seperti penyakit Parkinson

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan amikacin pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap amikacin atau antibiotik golongan aminoglikosida
  • Hamil

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gangguan pendengaran atau suara menderu di telinga
  • Pusing parah yang terus berlanjut
  • Masalah ginjal
  • Nyeri atau sulit buang air kecil
  • Bengkak di kaki atau pergelangan kaki
  • Merasa lelah atau sesak napas
  • Pernapasan lemah atau dangkal
  • Mati rasa
  • Kejang
  • Sakit perut parah
  • Diare berair atau berdarah

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi amikacin dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, meliputi:

  • Tacrolimus dan adefovir
    Tacrolimus dan adefovir dapat menyebabkan masalah ginjal. Penggunaan bersama obat lain yang juga dapat memengaruhi ginjal, seperti amikacin dapat meningkatkan risiko tersebut.
  • Furosemide
    Amikacin dapat menyebabkan gangguan pendengaran, telinga berdenging, sakit kepala seperti berputar (vertigo), dan masalah ginjal. Penggunaan bersama obat peluruh air seni (diuretik) tertentu, seperti furosemid dapat meningkatkan risiko tersebut.
  • Bacitracin
    Penggunaan amikacin bersama bacitracin dapat meningkatkan risiko efek samping serius, seperti gangguan pendengaran, gangguan pernapasan, dan masalah ginjal.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amikacin?mtype=generic
Diakses pada 1 April 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/amikacin#drug-warnings
Diakses pada 1 April 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3889/amikacin-injection/details
Diakses pada 1 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email