Amerol Tablet 2 mg

15 Okt 2020
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 8 tablet (2 mg)
Produsen
Tempo Scan Pacific
Amerol tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diare yang berlangsung lebih atau kurang dari 2 minggu (akut atau kronik). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Amerol tablet mengandung zat aktif loperamid hidroklorida.
  • Mengatasi diare yang berlangsung selama kurang atau lebih dari 2 minggu (diare akut atau diare kronik).

Loperamid adalah obat yang digunakan untuk mengurangi jumlah cairan pada pasien yang telah menjalani operasi pada pasien yang mengalami masalah buang air besar akibat gangguan usus besar (ileostomi). Loperamid bekerja dengan memperlambat pergerakan usus, ini mengurangi jumlah buang air besar dan membuat feses tidak terlalu encer. Obat ini juga digunakan untuk mengobati diare yang sedang berlangsung pada orang dengan penyakit radang usus.

Loperamid hidroklorida 2 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Diare kronis:

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 4-8 mg/hari dikonsumsi dalam dosis terbagi.

Diare akut:

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 4 mg, dilanjutkan dengan 2 mg setiap setelah buang air besar.
    • Dosis maksimal: 16 mg/hari. Hentikan penggunaan jika selama 48 jam kondisi tidak membaik.
  • Anak-anak:
    • 4-8 tahun: 1 mg sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 9-12 tahun: 2 mg sebanyak 4 kali/hari. Dikonsumsi selama 5 hari.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Pusing.
    Jika loperamid membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Perut kembung.
    Hindari makanan yang menyebabkan angin seperti lentil, kacang-kacangan, dan bawang. Mungkin juga membantu untuk makan lebih sedikit dan lebih sering, makan dan minum perlahan, dan berolahraga secara teratur. Konsumsi produk yang bisa Anda beli dari apotek untuk membantu mengatasi angin, seperti tablet arang atau simetikon.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Hentikan penggunaan loperamid. Minum banyak air. Jika ini tidak membantu, bicarakan dengan apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Mual.
    Coba minum loperamid dengan atau setelah makan atau ngemil. Ini juga dapat membantu jika Anda tetap mengonsumsi makanan sederhana dan tidak makan makanan kaya rasa atau pedas.
  • Pasien penderita diare yang disebabkan karena infeksi.
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Pasien dengan kondisi ketika ada gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebapkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen).
  • Pasien dengan kondisi ketika otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Pasien dengan kondisi peradangan kronis yang terjadi pada usus besar.
  • Pasien disentri akut yang ditandai dengan feses berdarah dan demam tinggi.
  • Pasien dengan kondisi peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan antibiotik spektrum luas.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita penyumbatan pada pyloric.
  • Tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang.
  • Dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien yang memiliki risiko gangguan irama jantung.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS).
  • Desmopresin oral.
    Lorapamid dapat meningkatkan kadar dan efek dari desmopresin oral sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping.
  • Kuinidin, ritonavir, gemfibrozil, ketokonazol, dan itrakonazol.
    Penggunaan lorapamid dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi obat dan meningkatkan risiko efek samping.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loperamide?mtype=generic
Diakses pada 22 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4789-4025/loperamide-oral/loperamide-oral/details
Diakses pada 22 September 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/loperamide/
Diakses pada 22 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/loperamide.html
Diakses pada 22 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email