Ambroxol

27 Apr 2021
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Ambroxol digunakan untuk membantu mengencerkan dahak pada gangguan saluran pernapasan

Ambroxol digunakan untuk membantu mengencerkan dahak

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Brommer 30, Epexol/Epexol Forte, Galpect, Lapimuc, Limoxin, Mucopect/Mucopect Retard, Promuxol, Roverton

Deskripsi obat

Ambroxol digunakan untuk membantu mengatasi batuk berdahak dengan mengencerkan dahak pada gangguan saluran pernapasan akibat produksi dahak berlebihan. Misalnya saja, bronkiektasis atau kerusakan dan pelebaran permanen pada bronkus dan saluran pernapasan.

Obat ini termasuk dalam golongan mukolitik, yaitu obat batuk yang mampu mengurangi kekentalan lendir atau dahak yang terdapat pada saluran napas.

Jadi, lendir tidak akan terlalu lengket dan lebih mudah dikeluarkan dari tenggorokan ketika sedang batuk. Dengan begitu, saluran pernapasan akan lebih terbuka dan terasa lega, sehingga lebih mudah bernapas.

Ambroxol (Ambroksol hidroklorida, Ambroxol hydrochloride)
GolonganKelas terapi : Mukolitik Klasifikasi obat : Agen sekretolitik
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, sirup
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Tablet

Dewasa: 30-120 mg sebanyak 2-3 kali/hari

Anak-anak:

  • 2 tahun ke bawah: 7,5-15 mg sebanyak 2 kali/hari
  • 2-5 tahun: 7,5-15 mg sebanyak 3 kali/hari
  • 6-12 tahun: 15-30 mg sebanyak 2-3 kali/hari
  • 12 tahun ke atas: Sama seperti dosis orang dewasa

Sirup

Dewasa: 10 ml sebanyak 2 kali/hari

Anak-anak:

  • 2-5 tahun: 2,5 ml sebanyak 2-3 kali/hari
  • 6-12 tahun: 5 ml sebanyak 2-3 kali/hari

Obat batuk ambroxol ini tidak disarankan dikonsumsi dalam jangka panjang. Sebaiknya, konsumsilah obat ini sesuai jangka waktu yang telah ditentukan dokter Anda.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian ambroxol, antara lain:

  • Muntah
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Diare
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Apabila terjadi tanda dehidrasi, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur.
    Anda juga bisa meletakkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema)
  • Kelainan serius pada kulit, lapisan bola mata, rongga mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens Johnson)
  • Ruam pada kulit yang disebabkan reaksi alergi (eritema multiformis)
  • Mulut atau tenggorokan kering
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Demam
  • Nyeri pada perut
  • Sesak napas
  • Mulut terasa asam, pahit, asin, atau seperti tersentuh logam (dysgeusia)
  • Sensasi panas dan rasa terbakar pada dada (heartburn)

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan ambroxol pada kondisi:

  • Luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum)
  • Gangguan fungsi ginjal dan hati
  • Infeksi pernapasan kronis
  • Anak-anak
  • Kehamilan, terutama pada trimester pertama
  • Menyusui

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan ambroxol pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Riwayat alergi terhadap penggunaan ambroxol
  • Memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung)

Sebaiknya tidak digunakan pada infeksi bakteri karena tidak memiliki efek antibakteri.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan ambroxol pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter atau apoteker jika Anda mengalami gejala alergi, misalnya ruam, gatal, kesulitan bernapas, dan mata bengkak, atau efek samping serius lainnya akibat obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi ambroxol dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Antibiotik, seperti cefuroxime, doxycycline, erythromycin, dan amoxicillin
    Penggunaan bersama ambroxol dapat menyebabkan peningkatan kadar antibiotik di atas dalam darah, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

Drugs. https://www.drugs.com/ambroxol.html
Diakses pada 24 Februari 2021

Drugbank. https://go.drugbank.com/drugs/DB06742
Diakses pada 24 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682001.html
Diakses pada 24 Februari 2021

Pediatriconcall. https://www.pediatriconcall.com/drugs/ambroxol/249
Diakses pada 24 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol?mtype=generic
Diakses pada 24 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email