Ambroxol digunakan untuk mengobati batuk berdahak dan mengeluarkan dahak.
Ambroxol dapat membantu mengeluarkan dahak pada batuk berdahak.

Ambroxol merupakan obat yang termasuk dalam golongan mukolitik dan berfungsi untuk mengurangi kekentalan dahak. Ambroxol dapat membantu memudahkan pengeluaran dahak dari saluran pernapasan. Obat ini dapat diminum setelah makan.

Ambroxol (Ambroxol hydrochloride)
Golongan

Mukolitik

Kategori obat

Obat keras

Bentuk sediaan obat

Tablet dan sirup

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dewasa:

  • Sirup (Ambroxol Hidroklorida): 30 mg 3 kali sehari atau 60 mg 2 kali sehari
  • Tablet: 75 mg sekali sehari

Anak-anak:

Sirup (Ambroxol Hidroklorida):

  • <2 tahun 7,5-15 mg 2 kali sehari
  • 2-5 tahun 7,5-15 mg 3 kali sehari
  • 6-12 tahun 15-30 mg 2-3 kali sehari
  • >12 tahun sama seperti dosis orang dewasa

Obat ini harus dikonsumsi secara hati-hati untuk individu dengan riwayat ulkus peptikum atau tukak lambung. Jangan memberikan obat ini pada anak di bawah usia 2 tahun tanpa pengawasan dari dokter. Konsultasikan ke dokter jika batuk masih tetap ada setelah 14 hari. Simpan obat pada tempat dengan suhu yang tidak melebihi 30 C.

Penggunaan ambroxol dapat menimbulkan efek samping gangguan pencernaan. Gejala yang dapat dialami adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Dispepsia
  • Rasa panas atau terbakar di dada
  • Mulut atau tenggorokan kering
  • Perubahan rasa pada indera pengecap

Konsumsi ambroxol dengan hati-hati terutama jika Anda memiliki:

  • Ulkus peptikum atau tukak lambung
  • Pneumonia diskinesia silier atau gangguan paru lainnya
  • Penurunan sistem imun karena kondisi medis lain (contohnya infeksi HIV)
  • Kerusakan ginjal dan hati

Penggunaan ambroxol pada anak-anak juga perlu berhati-hati, terutama pada usia <2 tahun. Ibu hamil dan menyusui juga perlu konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum meminum obat ini.

Kontraindikasi

Penggunaan ambroxol merupakan kontraindikasi pada individu dengan hipersensitivitas terhadap ambroxol.

Resiko kongesti dahak meningkat jika ambroxol dikonsumsi bersamaan dengan antitusif. Selain itu, konsumsi bersamaan dengan antibiotik seperti cefuroxime, doksisiklin, dan eritromisin dapat meningkatkan konsentrasi obat di darah.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol?mtype=generic

Diakses pada 04 Januari 2018

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB06742

Diakses pada 04 Januari 2018

http://www.imc.med.sa/pharmacy/therapeutics/PBF.pdf

Diakses pada 04 Januari 2018

GSKPro.https://gskpro.com/content/dam/global/hcpportal/en_PH/Pdf/Homepage/products/Ambroxol/Ambrolex.pdf

Diakses pada 04 Januari 2018

Artikel Terkait