no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 67.500/box (1 mg); Rp 125.000/box (2 mg); Rp 17
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 10 kaplet (1 mg; 2 mg; 3 mg; 4 mg)
Produsen Lapi Laboratories

Amadiab kaplet digunakan untuk mengontrol gula darah pada pasien kencing manis (diabetes melitus) tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Amadiab kaplet mengandung zat aktif glimepirid.

Mengontrol gula darah pada pasien kencing manis (diabetes melitus) tipe 2 yang tidak cukup hanya dengan diet, olahraga, dan penurunan berat badan.

  • Amadiab tablet 1 mg: glimepirid 1 mg.
  • Amadiab tablet 2 mg: glimepirid 2 mg.
  • Amadiab tablet 3 mg: glimepirid 3 mg.
  • Amadiab tablet 4 mg: glimepirid 4 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis umum: 1-8 mg/hari.

  • Dosis awal dan dosis titrasi: 1 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap dengan interval 1-2 minggu: 1 mg-2 mg-3 mg-4 mg-6 mg.

  • Dalam kasus tertentu: 8 mg/hari,

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan. Dikonsumsi segera sebelum makan utama pertama pada hari yang sama, jangan mengurangi jadwal makan.

  • Penurunan kadar gula darah di bawah normal (hipoglikemia).
  • Gangguan penglihatan sementara.
  • Gangguan pencernaan.
  • Kerusakan hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus) tipe 1.
  • Komplikasi diabetes yang dibebakan akibat tingginya produksi asam dalam tubuh (diabetik ketoasidosis).
  • Prekoma atau koma diabetikum.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Wanita hamil dan menysui.
  • Perlu dilakukan pemantauan kadar glukosa darah dan glukosa urin secara berkala.
  • Pasien yang mengonsumsi obat golongan penyekat bloker, klonidin, reserpin, guanetidin, atau simpatolitik lain.
  • Pasien yang mengalami perubahan sementara ke terapi insulin pada keadaan stres tertentu misalnya trauma, pembedahan, dan infeksi yg disertai demam.
  • Insulin.
  • Antidiabetik lainnya.
  • Penghambat ACE.
  • Allopurinol.
  • Steroid anabolik dan hormon seks pria.
  • Kloramfenikol.
  • Derivat kumarin.
  • Siklofosfamid.
  • Disopiramid.
  • Fenfluramin.
  • Feniramidol.
  • Fibrat.
  • Fluoksetin.
  • Guanetidin.
  • Ifosfamid.
  • Penghambat MAO.
  • Mikonazol.
  • Asam para-aminosalisilat.
  • Pentoksifilin pada dosis tinggi dan pemberian secara parenteral.
  • Fenilbutazon.
  • Azapropazon.
  • Oksifenbutazon.
  • Probenesid.
  • Kuinolon.
  • Salisilat.
  • Sulfinpirazon.
  • Sulfonamida.
  • Tetrasiklin.
  • Tritokualin.
  • Trofosfamid.
  • Asetazolamida.
  • Barbiturat.
  • Kortikosteroid.
  • Diaksosid.
  • Diuretik.
  • Epinefrin.
  • Simpatomimetik lainnya.
  • Glukagon.
  • Obat pencahar.
  • Asam nikotinat dalam dosis tinggi.
  • Estrogen.
  • Progestogen.
  • Fenotiazin.
  • Fenitoin.
  • Rifampisin.
  • Hormon tiroid.
  • Beta bloker.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amadiab?type=brief&lang=id
Diakses pada 2 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait