Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Alprazolam (Alias: Alprazolam)

Ditulis oleh Maria Yuniar
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Alprazolam merupakan obat yang dapat menghasilkan efek yang menenangkan pada penderita depresi
Alprazolam digunakan untuk mengatasi kepanikan dan kecemasan

Merk dagang yang beredar:

Alprazolam OGB Mersi, Frixitas, Xanax / Xanax XR, Zyprax, Atarax, Opizolam, Zolastin, Feprax, Opizolam,Grazolam, Apazol, Actazolam, Alganax, Alprazolam Dexa Medica

Alprazolam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kepanikan dan kecemasan yang disebabkan oleh depresi. Obat ini termasuk golongan obat benzodiazepine yang bekerja pada otak dan saraf untuk menghasilkan efek yang menenangkan.

Alprazolam (Alprazolam)
Golongan

Benzodiazepine

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Tablet
Gangguan Panik

  • Dewasa: Seperti tablet konvensional, tablet mudah larut atau larutan yang diminum: Awalnya, 0,5 mg tiga kali sehari, akan ditingkatkan seperlunya dengan penambahan tidak lebih dari 1 mg setiap 3-4 hari hingga 10 mg setiap hari. Sebagai tablet yang lama larut : 0,5-1 mg sekali sehari, meningkat setiap 3-4 hari dengan penambahan tidak lebih dari 1 mg / hari hingga 3-6 mg setiap hari.
  • Lansia: Awalnya, 250 mcg 2-3 kali sehari, akan ditingkatkan secara bertahap jika diperlukan dan ditoleransikan.

Penatalaksanaan kecemasan jangka pendek

  • Dewasa: 250-500 mcg tiga kali sehari, akan ditingkatkan setiap 3-4 hari hingga total 3-4 mg setiap hari sesuai kebutuhan pasien. Durasi pengobatan: Tidak lebih dari 8-12 minggu, termasuk proses penghentian.
  • Lansia: Awalnya, 250 mcg 2-3 kali sehari, ditingkatkan secara bertahap jika diperlukan dan ditoleransi.

Aturan pakai Alprazolam dengan benar

Baca cara pemakaian Alprazolam terlebih dahulu sebelum Anda memakainya. Jika Anda memiliki pertanyaan, ajukan langsung kepada dokter Anda.

Obat ini dikonsumsi dengan makan atau tanpa makanan. Jangan mengonsumsi makanan berlemak yang tinggi karena dapat meningkatkan risiko efek samping. Konsumsi obat secara teratur dan jangan berhenti tiba-tiba saat menggunakan obat ini, karena dapat menyebabkan gejala penarikan (seperti kejang). Untuk mencegah gejala penarikan, dokter akan mengurangi dosis secara bertahap.

Beritahu dokter jika kondisi tidak membaik atau menjadi lebih buruk.

Efek Samping

Penggunaan Alprazolam akan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan seperti: mengantuk, pusing, mual, dan produk air liur.

Reaksi alergi mungkin akan sangat serius tetapi jarang terjadi. Namun segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami gejala seperti:

  • Gatal-gatal
  • Batuk
  • Sulit bernafas
  • Pusing berat

Ada beberapa efek samping lain yang belum tercatat Jika mengalami efek lain Anda bisa menanyakannya kepada tenaga medis.

Peringatan

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, terlebih jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Myasthenia gravis (penderita kelemahan otot biasa terserah dibagian kelopak mata, mengunyah, gerakan mata, menelan, batuk)
  • Kerusakan hati berat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Apabila ingin menggunakan obat secara bersamaan, harap berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan.

Mengonsumsi obat Alprazolam dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Peningkatan efektivitas plasma steady state dari imipramine dan desipramine
  • Peningkatan efektivitas digoxin saat mengonsumsi obat ini
  • Meningkatkan daya metabolisme dengan induser CYP3A4 (misalnya ritonavir)

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Penyakit
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/alprazolam-oral-route/description/drg-20061040
Diakses pada 17 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/alprazolam
Diakses pada 17 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8171-367/alprazolam-oral/alprazolam-extended-release-oral/details
Diakses pada 17 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top