Alpentin Kapsul 300 mg digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengobati kejang sederhana dan kejang parsial kompleks.
Alpentin Kapsul 300 mg digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengobati kejang sederhana dan kejang parsial kompleks.
Alpentin Kapsul 300 mg digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengobati kejang sederhana dan kejang parsial kompleks.
Alpentin Kapsul 300 mg digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengobati kejang sederhana dan kejang parsial kompleks.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 433.125/box (300 mg)
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 10 kapsul (300 mg)
Produsen Actavis Indonesia

Alpentin Kapsul digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengobati kejang sederhana dan kejang parsial kompleks terutama kejang umum sekunder tonik-klonik. Obat ini termasuk dalam obat keras yang memerlukan resep dokter. Obat ini mengandung gabapentin.

Terapi tambahan untuk mengembalikan kestabilan rangsangan sel saraf sehingga dapat mencegah atau mengatasi kejang baik kejang sederhana dan kejang parsial kompleks, terutama kejang umum sekunder tonik-klonik.

Tiap 1 kapsul: gabapentin 300 mg.

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 900-1800 mg/hari.
    Pada hari pertama diberikan 1 kali/hari, pada hari kedua diberikan 2 kali/hari dan pada hari ketiga diberikan 3 kali/hari. Setelah itu dosis dapat ditingkatkan hingga 1200 mg/hari.

Waktu maksimum antar dosis pada pemberian 3 kali/hari tidak boleh melebihi 12 jam. Jika pemberian alpentin dihentikan atau pemberian antikonvulsan alternatif ditambahkan ke terapi maka harus dilakukan secara bertahap selama minimal 1 minggu.

  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal:
    • Fungsi ginjal klirens kreatinin:
      • 60 ml/min ke atas: 400 mg sebanyak 3 kali/hari.
      • 30-60 ml/min: 300 mg sebanyak 2 kali/hari.
      • 15-30 ml/min: 300 mg sebanyak 1 kali/hari.
      • 15 ml/min ke bawah: 300 mg/hari.
  • Hemodialisis:
    • Dosis awal: 300-400 mg.
    • Dosis pemeliharaan: 200-300 mg/4 jam hemodialisis.

Dikonsumsi secara oral dengan atau tanpa makanan.

  • Umum: kelemahan, nyeri, kelelahan, penurunaan berat badan, bengkak wajah dan nyeri dada.
  • Sistem pencernaan: perut kembung.
  • Sistem limfatik: peradangan dan perdarahan pada pembuluh darah kecil (purpura).
  • Sistem neurologis: vertigo, hiperkinesia, penurunan atau kehilangan refleks.
  • Sistem pernapasan: bronkhitis, sinusitis, pneumonia.
  • Kulit dan adneksa: luka terbuka (laserasi), ruam melebar dengan benjolan tipis yang timbul (ruam makulopapular).
  • Sistem urogenital: infeksi saluran kemih.
  • Mata: gangguan penglihatan.
  • Reaksi laboratorium: meningkatkan kadar plasma obat antiepilepsi.

Pasien yang hipersensitif terhadap gabapentin.

  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Anak 12 tahun ke bawah.
  • Pasien lanjut usia.

Antasida.

Sesuai kemasan per Februari 2020

Artikel Terkait