Alpentin Kapsul 100 mg

15 Des 2020| Anita Djie
Alpentin kapsul adalah obat untuk mengatasi epilepsi

Deskripsi obat

Alpentin tablet adalah obat yang digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengatasi kejang parsial, yaitu kondisi akibat sinyal listrik yang tidak normal di bagian otak. Obat ini merupakan golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Alpentin tablet mengandung zat aktif gabapentin. Gabapentin digunakan untuk mencegah dan mengontrol kejang. Zat aktif ini juga berfungsi sebagai terapi tambahan untuk nyeri akibat kerusakan saraf yang disebabkan infeksi herpes zoster. Infeksi herpes zoster, atau disebut juga cacar ular, menimbulkan ruam menyakitkan yang biasanya menyerang orang dewasa. Herpes zoster muncul setelah terinfeksi virus varicella zoster, yang terjadi pada orang yang pernah menderita cacar air.

Alpentin Kapsul 100 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 46.750/strip per November 2019
Kandungan utamaGabapentin.
Kelas terapiAntikonvulsan.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 kapsul
ProdusenActavis Indonesia

Informasi zat aktif

Gabapentin mengikat subunit alfa-2-delta-1 dari saluran kalsium. Hal ini menyebabkan pelepasan senyawa kimiawi dalam tubuh yang bertugas menyampaikan pesan antara satu sel saraf ke sel saraf target di otot (neurotransmiter) yang berpartisipasi dalam meredakan kejang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, gabapentin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara bervariasi dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 60% dalam bentuk gabapentin. Waktu saata obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 2-4 jam dalam bentuk gabapentin, selama 7,3 jam bersama makanan, dan selama 5 jam dalam kondisi puasa.
  • Distribusi: Terdistribusi secara luas dalam tubuh, melewati plasenta, dan masuk ke dalam ASI. Volume distribusi adalah 58±6 L dalam bentuk gabapentin.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dalam bentuk gabapentin enakarbil melalui urine sebanyak 94% dan feses sebanyak 5%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 5-7 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Kejang pada penderita kejang berulang (epilepsi).
  • Nyeri karena kerusakan sistem saraf (nyeri neuropati).
  • Nyeri neuropatik akibat kerusakan saraf tepi (neuralgia postherpetik).
  • Gangguan saraf (neurologi) yang menyebabkan keinginan tidak terkontrol untuk menggerakkan kaki karena rasa tidak nyaman pada kaki (restless leg syndrome).

Gabapentin merupakan obat anti kejang (antikonvulsan) yang digunakan untuk terapi epilepsi. Gabapentin mengobati kejang dengan cara mengurangi rangsangan abnormal di otak dan mengikat subunit alfa-2-delta-1 dari saluran kalsium.

Komposisi obat

Gabapentin 100 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Epilepsi:
    • Dosis awal: 300 mg/hari pada hari pertama, 300 mg sebanyak 2 kali/hari pada hari ke-2, dan 300 mg sebanyak 3 kali/hari pada hari ke-3.
      Dosis alternatif: 300 mg sebanyak 3 kali/hari pada hari pertama. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap 300 mg setiap 2–3 hari sesuai dengan respons pasien.
    • Dosis efektif: 900–3600 mg/hari dibagi dalam 3 dosis dengan jarak waktu antar dosis maksimal 12 jam.
  • Nyeri neuropati:
    • Dosis awal: 300 mg/hari pada hari pertama, 300 mg sebanyak 2 kali/hari pada hari kedua, dan 300 mg sebanyak 3 kali/hari pada hari ketiga.
      Dosis alternatif: 900 mg/hari dibagi dalam tiga dosis. Dosis dapat ditingkatkan 300 mg setiap 2–3 hari.
    • Dosis maksimal: 3600 mg/hari.
  • Neuralgia postherpetik: 600 mg/hari pada pagi hari selama 3 hari, kemudian ditingkatkan sampai 600 mg sebanyak 2 kali/hari.

Anak-anak dengan epilepsi:

  • Usia 6 tahun ke atas:
    • Dosis awal: 10–15 mg/kgBB/hari, ditingkatkan selama kira-kira 3 hari sampai dosis efektif untuk mengontrol epilepsi tercapai.
    • Dosis efektif: 25–35 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis dengan jarak waktu antar dosis maksimal 12 jam.
    • Dosis maksimal: 50 mg/kgBB/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas
  • Berat badan bertambah.
    Gabapentin dapat membuat Anda lebih lapar. Jadi, cukup sulit untuk berhenti menambah berat badan. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, tanpa menambah porsi makanan Anda. Jangan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalori, seperti keripik, kue, biskuit, dan manisan. Jika Anda merasa lapar di antara waktu makan, cobalah makan buah, sayuran, dan makanan rendah kalori. Olahraga teratur juga akan membantu menjaga berat badan Anda tetap stabil.
  • Lengan dan kaki bengkak.
    Cobalah untuk duduk dengan kaki terangkat dan tidak berdiri dalam waktu lama. Berolahraga ringan juga bisa membantu. Bicaralah dengan dokter jika kondisi tidak membaik.
  • Penglihatan kabur.
    Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin. Jika efek samping berlanjut lebih dari dua hari, bicarakan pada dokter. Mereka mungkin perlu mengubah perawatan Anda.
  • Kesulitan ereksi.
    Bicarakan dengan dokter. Anda mungkin disarankan mengganti obat atau melakukan perawatan lain yang dapat membantu mengatasi masalah ini.
  • Perubahan suasana hati.
    Jika mengonsumsi gabapentin mengubah suasana hati Anda, hubungi dokter. Anda mungkin disarankan beralih ke pengobatan alternatif.
  • Mulut kering.
  • Cobalah menghisap permen karet atau permen bebas gula.
  • Gangguan daya ingat.
  • Jika Anda mengalami masalah dengan daya ingat, konsultasilah ke dokter.
  • Mengantuk.
  • Kelelahan.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi pernapasan.
  • Pasien yang menggunakan obat golongan opioid yang dapat mengatasi nyeri.
  • Pasien penderita gagal ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak berusia di bawah 18 tahun.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Alpentin kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap gabapentin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Duloxetin, escitalopram, fluoksetin, dan setralin.
    Gabapetin dapat menyebabkan hiponatremia, yaitu kadar natrium dalam darah menjadi terlalu rendah. Mengonsumsi gabapentin bersama obat di atas dapat mengurangi keefektifan gabapentin dalam mengontrol kejang.
  • Zolpidem, siclobenzaprine, pregabaline, alprazolam, quitiapin, dan cetirizin.
    Mengonsumsi obat-obatan tersebut bersama gabapentin dapat meningkatkan efek samping, seperti pusing, kantuk, kebingungan, dan kesulitan berkonsentrasi. Beberapa orang, terutama lansia, mungkin juga mengalami gangguan berpikir, menilai, dan gerakan tubuh.
  • Hidrocodon, metadone, dan oksikodon.
    Mengonsumsi gabapentin bersama obat-obatan di atas dapat menyebabkan efek samping serius, seperti gangguan pernapasan, koma, dan bahkan kematian.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Kulit atau bagian putih mata menguning.
    Jika Anda mengalami hal tersebut, segera hentikan pengobatan sebab dapat menjadi tanda penyakit kuning.
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa.
    Jika Anda mengalami hal tersebut, segera hentikan pengobatan sebab dapat menjadi tanda kelainan darah.
  • Sakit perut yang berlangsung lama, rasa mual, atau muntah.
    Jika Anda mengalami hal tersebut, segera hentikan pengobatan sebab dapat menjadi tanda pakreas meradang.
  • Melihat dan mendengar hal yang tidak ada (halusinasi).
  • Nyeri dan kelemahan otot

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/gabapentin?mtype=generic
Diakses pada 26 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/gabexal
Diakses pada 26 November 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/gabapentin/
Diakses pada 26 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/gabapentin.html
Diakses pada 26 November 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a694007.html#if-i-forget
Diakses pada 26 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Nyeri Neuropatik karena Saraf Bermasalah, Bagaimana Gejalanya?

Nyeri neuropatik adalah nyeri yang terjadi jika sistem saraf mengalami kerusakan atau masalah pada fungsi. Nyeri ini bersifat kronis dan bisa terjadi akibat penyakit, cedera, infeksi, dan amputasi.
12 Jan 2021|Arif Putra
Baca selengkapnya
Nyeri Neuropatik karena Saraf Bermasalah, Bagaimana Gejalanya?

Kejang pada Penderita Stroke yang Umum Terjadi pada Lansia

Kejang pada penderita stroke umum terjadi dan menjadi penyebab kejang pada lansia. Cedera otak karena stroke dapat memengaruhi aktivitas listrik di otak sehingga menyebabkan kejang.
17 Jul 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Kejang pada Penderita Stroke yang Umum Terjadi pada Lansia

Muka Kesemutan Dapat Disebabkan Oleh 9 Penyakit Ini

Muka kesemutan tentunya sangat mengkhawatirkan. Sebab, kesemutan umumnya dirasakan di kaki ataupun tangan. Kira-kira, apa penyebabnya?
26 Aug 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Muka Kesemutan Dapat Disebabkan Oleh 9 Penyakit Ini