Alovell tablet adalah obat untuk mengatasi dan mencegah osteoporosis pada wanita setelah menopause.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (10 mg); 1 box isi 1 strip @ 4 tablet (70 mg)
Produsen Novell Pharmeceutical
Alovell tablet adalah obat untuk mengatasi dan mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) pada wanita setelah mengalami menopause. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Alovell tablet mengandung zat aktif natrium alendronat.
  • Mencegah dan mengatasi pengeroposan tulang (osteoporosis) pada wanita setelah menopause.
  • Osteoporosis yang disebabkan penggunaan kortikosteroid.
  • Meningkatkan massa tulang pada pria yang mengalami osteoporosis.
  • Mengobati penyakit kelainan formasi tulang.

    Natrium alendronat bekerja dengan cara memperlambat pengeroposan tulang. Efek ini membantu menjaga kekuatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang (fraktur). Alendronate termasuk dalam kelas obat yang disebut bifosfonat.
  • Alovell tablet 10 mg: natrium alendronat 10 mg.
  • Alovell tablet 70 mg: natrium alendronat 70 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Penyakit tulang paget: 40 mg sebanyak 1 kali/hari, dikonsumsi selama 6 bulan dan jika perlu dapat diulang setelah 6 bulan periode evaluasi setelah perawatan.
  • Pencegahan osteoporosis pasca menopause: 5 mg sebanyak 1 kali/hari atau 35 mg/minggu.
  • Osteoporosis yang disebabkan penggunaan kortikosteroid: 5 mg/hari atau 10 mg/hari pada wanita pasca menopause yang tidak menerima estrogen.
  • Meningkatkan massa tulang pada pria dengan osteoporosis dan osteoporosis pasca menopause: 10 mg sebanyak 1 kali/hari atau 70 mg/minggu.
Sebaiknya dikonsumsi saat perut perut kosong. Minumlah dengan segelas air putih minimal 30 menit sebelum makan pertama dan tetap dalam keadaan duduk atau posisi tegak selama 30 menit. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.
  • Gejala gangguan pencernaan seperti sakit perut, rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia), diare, dan sembelit.
  • Reaksi esofagus seperti peradangan pada esofagus, erosi, ulserasi, dan striktur.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Kurangnya aliran darah yang meyebabkan matinya jaringan tulang (osteonekrosis rahang).
  • Nyeri tulang.
  • Nyeri sendi.
  • Patah tulang paha.
  • Penurunan kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia).
  • Mual.
  • Pasien yang memiliki kadar kalsium rendah dalam darah (hipokalsemia) dan kekurangan vitamin D.
    Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup selama pengobatan sangat penting. Ini paling penting bagi pasien dengan penyakit Paget yang akan menerima alendronate. Alendronat dapat menurunkan kalsium serum dan fosfat pada pasien ini, yang mungkin memiliki tingkat perubahan tulang yang lebih tinggi.
  • Pasien dengan kelainan esofagus yang dapat menunda pengosongan esofagus.
  • Ketidakmampuan untuk berdiri atau duduk tegak setidaknya selama 30 menit.
  • Pasien dengan kelainan saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat penyakit saluran pencernaan berat seperti luka pada dinding lambung, perdarahan lambung, dan pembedahan saluran pencernaan bagian atas.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Antasida, suplemen kalsium, dan obat yang mengandung kation multivalen.
    Alendronat dapat menurunkan kadar obat di atas, sehingga efektivitas obat di atas akan berkurang jika dikonsumsi bersama dengan alendronat.
  • Aspirin dan NSAID seperti ibuprofen.
    Penggunaan obat alendronat dengan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya iritasi pada saluran pencernaan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/alovell
Diakses pada 10 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/alendronic%20acid
Diakses pada 10 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1257-7174/alendronate-oral/alendronate-oral/details
Diakses pada 10 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/alendronate.html
Diakses pada 10 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait