Allylestrenol adalah hormon pengganti progesteron pada wanita untuk menjaga kandungan dan rahim
Allylestrenol adalah obat pengganti hormon progesteron guna mencegah keguguran

Allylestrenol merupakan hormon progesteron sintetik yang digunakan pada saat terdapat ancaman keguguran. Allylestrenol memiliki efek yang mirip dengan hormon progesteron alami. Hormon ini dapat mempersiapkan uterus atau rahim menerima sel telur yang telah dibuahi dan menekan motilitas rahim.

Allylestrenol (alilestrenol)
Golongan

Pengganti hormon

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori N:Tidak ada penelitian terkontrol pada wanita, atau tidak ada penelitian pada wanita hamil atau hewan. Penelitian menunjukkan bahwa obat ini tidak menimbulkan risiko minimal pada bayi ketika digunakan selama menyusui.

Dosis obat

Tablet allylestrenol 5 mg diminum 3 kali sehari selama 5-7 hari.

Konsumsi allylestrenol sesuai instruksi dari dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Jika memiliki keluhan pada sistem pencernaan, dapat dikonsumsi sesudah makan. Segera konsultasikan ke dokter jika timbul efek samping. Konsumsi obat ini sampai habis, jangan menghentikan konsumsinya tanpa memberitahu dokter.

Konsumsi allylestrenol dapat menimbulkan efek samping sebagai berikut:

  • Gangguan pencernaan
  • Perubahan berat badan atau nafsu makan
  • Retensi cairan
  • Badan menjadi bengkak
  • Timbulnya jerawat
  • Ruam
  • Depresi
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Kelelahan
  • Perubahan pada payudara
  • Hirsutism (pertumbuhan rambut halus abnormal)
  • Siklus menstruasi menjadi berubah atau ireguler disertai perdarahan berlebih
  • Perubahan libido

Informasikan keadaan hamil dan kondisi medis lainnya kepada dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Riwayat penyakit, alergi, serta konsumsi suplemen dan pil hormonal juga perlu diberitahukan kepada dokter.

Segera hentikan konsumsi obat jika terdapat penurunan penglihatan, proptosis/penonjolan bola mata, penglihatan ganda, epilepsi, migraine, asma, gangguan jantung atau ginjal. Penghentian konsumsi allylestrenol secara tiba-tiba dapat mengakibatkan perdarahan, dan produksi ASI berlebihan.Konsumsi allylestrenol dengan hati-hati dan sesuai dengan instruksi dokter terutama jika anda memiliki:

  • Diabetes
  • Migraine
  • Epilepsi/kejang
  • Asma
  • Penyakit jantung, ginjal, atau hati
  • Riwayat depresi

Kontraindikasi  

  • Hipersensitivitas
  • Thrombophlebitis
  • Terdapat perdarahan vaginal yang tidak diketahui penyebabnya
  • Abortus inkomplit
  • Kanker yang dipengaruhi hormon
  • Sebagai tes diagnosis kehamilan
  • Kerusakan hati yang berat

Konsumsi allylestrenol bersamaan dengan karbamazepin, griseofulvin, fenobarbital, fenitoin, dan rifampisin dapat mempercepat eliminasi allylestrenol. Selain itu, kadar progesteron juga akan meningkat jika allylestrenol dikonsumsi bersamaan dengan ketokonazol. Konsumsi bersamaan dengan siklosporin akan meningkatkan konsentrasi siklosporin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Europe PMC. https://europepmc.org/abstract/med/3739744
Diakses 13 Juni 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/allylestrenol?mtype=generic
Diakses pada 04 Januari 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8005/progesterone-micronized-oral/details
Diakses pada 04 Januari 2018

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB01431
Diakses pada 04 Januari 2018

Lybrate. https://www.lybrate.com/medicine/allylestrenol
Diakses pada 04 Januari 2018

Artikel Terkait