Alloris Tablet 10 mg

16 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 447.500/box per Agustus 2020
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
Sanbe Farma
Alloris tablet adalah obat untuk meredakan gejala alergi seperti alergi kulit, biduran, dan peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan karena reaksi alergi (rinitis alergi). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Alloris tablet mengandung zat aktif loratadin.
  • Mengatasi berbagai kondisi alergi seperti mata berair, gatal, pilek, ruam kulit, dan bersin.
  • Mengobati peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan karena adanya reaksi alergi terhadap suatu alergen (rhinitis alergi).
  • Mengobati alergi pada kulit dan biduran yang berlangung selama 6 minggu ke atas (urtikaria kronik).

Loratadin adalah antialergi atau antihistamin yang bekerja dengan mengurangi efek histamin kimiawi alami dalam tubuh. Histamin merupakan senyawa dalam tubuh yang dapat menimbulkan terjadinya gejala alergi seperti pilek, bersin, mata berair, dan gatal.

Loratadin 10 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1 tablet/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Mengantuk.
    Cobalah untuk mengonsumsi antihistamin lainnya yang tidak menyebabkan mengantuk. Jika ini tidak membantu, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan minumlah banyak cairan. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi loratadin. Segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala bertahan lebih lama atau lebih parah.
  • Merasa lelah atau gugup.
    Bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda jika efek samping ini tidak kunjung hilang karena mungkin dapat menggunakan antihistamin lainnya.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap loratadin.
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada hati.
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Ketokonazol, flukonazol, simetidin, klaritromisin, dan eritromisin.
    Penggunaan loratadin dengan obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar obat dalam plasma sehingga dapat menyebabkan terjadinya toksisitas.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loratadine?mtype=generic
Diakses pada 25 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/alloris?type=brief&lang=id
Diakses pada 25 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697038.html
Diakses pada 25 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/loratadine/
Diakses pada 25 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-73-7282/loratadine-oral/loratadine-dispersible-tablet-oral/details
Diakses pada 25 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/loratadine.html
Diakses pada 25 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Penyebab Biduran Sering Kambuh dan Cara Menyembuhkannya

Penyebab biduran sering kambuh ada beragam, mulai dari gigitan serangga, infeksi, udara dingin atau panas, hingga sinar matahari. Meski bisa sembuh sendiri, ada beberapa cara mengatasinya yang bisa Anda lakukan.
08 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Ini Penyebab Biduran Sering Kambuh dan Cara Menyembuhkannya

Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Alergi Seafood pada Tubuh

Alergi seafood dapat ditandai dengan gatal dan muntah setelah makan seafood. Hal tersebut perlu Anda perhatikan agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.
01 Nov 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Alergi Seafood pada Tubuh

Waspadai Penyebab Tangan dan Kaki Gatal Sering Terjadi

Penyebab tangan dan kaki gatal dapat diakibatkan oleh penyakit-penyakit kulit tertentu. Masalah tersebut termasuk alergi, psoriasis, eksim, hingga gejala diabetes.
21 Mar 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Waspadai Penyebab Tangan dan Kaki Gatal Sering Terjadi