Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Allopurinol (Alias: Alopurinol)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 23 Jan 2019
Alopurinol digunakan untuk mengobati asam urat tinggi di dalam darah.
Jika tidak diobati, asam urat tinggi dapat memicu terbentuknya batu ginjal.

Merk dagang yang beredar:

Allopurinol Mersifarma, Puricemia, Zyloric, Decasurik, Sinoric, Alluric, Alofar, Isoric, Linogra, Ponuric, Rinolic 100, Urica, Uroquad, Alodan, Benoxuric, Licoric, Nilapur, Pritanol, Tylonic, Uricnol, Xanturic, Allopurinol Landson, Allopurinol Hexpharm.

Alopurinol digunakan untuk mengobati dan mencegah kadar asam urat tinggi dalam darah, dan sejenis batu ginjal yang mungkin disebabkan oleh obat kanker atau untuk pasien batu ginjal yang mengandung kalsium.

Allopurinol (Alopurinol)
Golongan

Penghambat xanthine-oxidase

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet dan Kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Hiperurisemia akibat terapi keganasan/kanker

  • Dewasa: 200-400 mg/m2 setiap hari sebagai infus tunggal atau dalam dosis terbagi sama pada interval 6-8 atau 12-jam, mulai 1-2 hari sebelum dilakukannya pengobatan kanker. Maks: 600 mg / hari.
  • Anak: umur kurang dari 10 tahun, awalnya, 200 mg/mper hari, umur lebih dari 10 thn 200-400 mg/m2 setiap hari. Dosis dapat diberikan sebagai infus tunggal atau dalam dosis terbagi pada interval 6-, 8- atau 12-jam, mulai 1-2 hari sebelum dilakukannya pengobatan kanker. Max 600 mg/hari.

Hiperurisemia

  • Dewasa: Awalnya, 100 mg setiap hari, kemudian disesuaikan dengan efektivitas serum urat. Perawatan: Ringan: 100-300 mg setiap hari; cukup parah: Hingga 600 mg setiap hari. Max: 900 mg/hari. Dosis lebih dari 300 mg setiap hari harus diambil dalam dosis terbagi.

Hiperurisemia akibat pengobatan keganasan/kanker

  • Dewasa: 600-800 mg setiap hari dalam dosis terbagi, 2-3 hari sebelum dilakukannya pengobatan kanker.
  • Anak: umur kurang dari 15 thn 10-20 mg/kg setiap hari. Maks: 400 mg/hari.

Batu saluran kemih (kalsium oksalat) berulang

  • Dewasa: 200-300 mg setiap hari dalam dosis tunggal atau terbagi.

Aturan pakai Allopurinol dengan benar

Baca cara pemakaian Alopurinol atau ikuti saran dari dokter terlebih dahulu sebelum Anda memakainya. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan langsung kepada dokter Anda.

Obat ini dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi keluhan pencernaan. Biasa dikonsumsi satu kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini harus dikonsumsi dengan banyak cairan untuk pencegahan batu ginjal.

Dosis diberikan sesuai kondisi pasien. Gunakan obat secara teratur agar mendapatkan manfaatnya.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu ditemukan efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi setiap pemakaian obat, akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh secara medis.

Obat Alopurinol dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti:

Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Beri tahu dokter anda jika memiliki efek samping yang jarang tetapi serius seperti:

  • Mati rasa/baal
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Mata atau kulit menguning
  • Sakit perut / perut yang berat
  • Muntah terus menerus
  • Sakit mata
  • Penurunan berat badan
  • Warna urine gelap

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada tenaga kesehatan Anda.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Serangan asam urat akut.
  • Gangguan ginjal dan hati.
  • Kehamilan dan menyusui.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasikan  dengan dokter Anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan.

Mengonsumsi obat Alopurinol dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Merkaptopurine dan azathioprine dapat menghambat metabolisme jika dikonsumsi bersamaan dengan Alopurinol, dan dapat mengurangi dosis merkaptopurine dan azathioprine.
  • Obat-obat dibawah ini tidak dianjurkan digunakan bersamaan dengan Alopurinol karena akan meningkatkan resiko efek samping tertentu tetapi jika diperlukan dokter akan mengubah dosis salah satu obat atau kedua obat tersebut:
    • Captropril,
    • Siklosfosmid,
    • Enalapril
    • Enalaprilat,
    • Mercaptopurine,
    • Pegloticase,
    • Tegafur,
    • Aluminium Hidroksida,
    • Siklosporin,
    • Phenprocoumon,
    • Vidarabine,
    • Warfarin

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/alopurinol
Diakses pada 12 Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/allopurinol-oral-route/description/drg-20075476
Diakses pada 12 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/allopurinol
Diakses pada 12 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8610/allopurinol-oral/details
Diakses pada 12 Oktober 2018

Back to Top