Allopurinol

27 Apr 2021| Olivia
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Allopurinol digunakan untuk mengobati kadar asam urat yang tinggi di dalam darah

Allopurinol digunakan untuk mengobati kadar asam urat yang tinggi di dalam darah

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Allopurinol Mersifarma, Puricemia, Zyloric, Decasurik, Sinoric, Alluric, Alofar, Isoric, Linogra, Ponuric, Rinolic 100, Urica, Uroquad, Alodan, Benoxuric, Licoric, Nilapur, Pritanol, Tylonic, Uricnol, Xanturic, Allopurinol Landson, Allopurinol Hexpharm

Deskripsi obat

Allopurinol adalah obat untuk mengobati kadar asam urat yang tinggi di dalam darah dan jenis batu ginjal tertentu.

Jika tubuh membuat terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak dapat menyaring asam urat tersebut dengan baik, asam urat dapat menumpuk. Penumpukan tersebut menimbulkan pembentukan kristal kecil dan tajam di sekitar persendian.

Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mencegah peningkatan asam urat pada pasien yang menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker. Saat melakukan kemoterapi, sel kanker akan melepaskan asam urat. Kadar asam urat yang meningkat dan berlebihan dapat menyebabkan penyakit asam urat (gout) dan ginjal.

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat penghambat xanthine-oxidase yang bekerja dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Allopurinol (Alopurinol)
GolonganKelas terapi : Hiperurisemia Klasifikasi obat : Inhibitor xanthine oxidase
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kaplet, infus
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Obat allopurinol dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi, seperti:

  • Sakit perut
    Cobalah istirahat agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi gejala. Kompres perut Anda menggunakan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, bicarakan dengan dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan minum banyak air. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit jika Anda membutuhkannya. Bicaralah dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Diare
    Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mual atau muntah
    Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa yang kuat, seperti pedas. Jika Anda sedang sakit, cobalah minum air sedikit demi sedikit untuk menghindari dehidrasi.
  • Ruam
    Minumlah obat antihistamin yang dapat Anda beli di apotek. Tanyakan kepada apoteker jenis obat antihistamin yang tepat untuk Anda. Jika ruam semakin parah atau tidak membaik setelah seminggu, hubungi dokter Anda.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Kesemutan (parestesia)
  • Kelainan serius pada kulit, lapisan bola mata, mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson)
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia)
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia)
  • Kerontokan rambut (alopecia)
  • Nyeri sendi
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Gagal ginjal
  • Muntah
  • Nyeri pada perut
  • Demam

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan allopurinol pada kondisi:

  • Mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin
  • Kencing manis (diabetes melitus)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Gangguan tiroid, ginjal, atau hati
  • Kehamilan dan menyusui
  • Anak-anak
  • Bayi

Hati-hati jika mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.

Penyimpanan

  • Tablet: Simpan pada suhu di bawah 15-30°C
  • Infus: Simpan pada suhu 20-25°C

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan allopurinol pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap allopurinol atau obat golongan xanthine oxidase inhibitor lainnya
  • Masalah pada hati dan kerusakan ginjal dari sedang hingga berat
  • Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh
  • Gagal jantung kronis
  • Serangan asam urat akut

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan allopurinol pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sedikit atau tidak bisa buang air kecil
  • Gejala asam urat memburuk
  • Ruam pada kulit
  • Mati rasa, kesemutan, dan timbul rasa nyeri seperti terbakar
  • Gejala flu, nyeri sendi, mudah memar, dan perdarahan yang tidak biasa
  • Nyeri saat buang air kecil dan terdapat darah dalam urine
  • Masalah pada organ hati yang ditandai dengan kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, sakit perut pada sisi kanan atas, gatal, urine berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, dan perubahan warna pada kulit atau mata menjadi kekuningan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan allopurinol dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti dicumarol dan warfarin
    Penggunaan allopurinol dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikonsumsi bersama obat antikoagulan.
  • Obat golongan tiazid dan diuretik, yaitu obat untuk meningkatkan pengeluaran air seni
    Penggunaan allopurinol bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko alergi.
  • Captopril
    Penggunaan allopurinol bersama captopril dapat meningkatkan risiko toksisitas atau keracunan.
  • Azathioprine dan mercaptopurine
    Mengonsumsi azathioprine dengan allopurinol dapat meningkatkan efek samping, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri tubuh dan otot, lemas, mudah memar atau berdarah, seriawan, urine berwarna gelap, mual parah, muntah, dan diare.
  • Klorpropamid
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan kadar gula darah dalam tubuh (hipoglikemia).
  • Lisinopril
    Penggunaan lisinopril dengan allopurinol dapat menyebabkan reaksi alergi parah.

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/allopurinol?mtype=generic
Diakses pada 4 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8610/allopurinol-oral/details
Diakses pada 4 Maret 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/allopurinol/
Diakses pada 4 Maret 2021

Health Navigator. https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/a/allopurinol/
Diakses pada 4 Maret 2021

Versusarthritis. https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/treatments/drugs/allopurinol/
Diakses pada 4 Maret 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_allopurinol_zyloprim_aloprim/drugs-condition.htm
Diakses pada 4 Maret 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/allopurinol-oral-tablet#about
Diakses pada 4 Maret 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682673.html
Diakses pada 4 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/allopurinol.html
Diakses pada 4 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8610/allopurinol-oral/details
Diakses pada 4 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email