Alleron Kaplet 4 mg

Alleron kaplet 4 mg untuk antihistamin pada keadaan alergi seperti urtikaria, rinitis, dan hay fever.

Deskripsi obat

Alleron kaplet adalah obat untuk mengatasi berbagai reaksi atau gejala alergi, seperti radang selaput lendir (rhinitis alergi atau hay fever). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Alleron kaplet mengandung chlorpheniramine maleate.
Chloramphenicol maleate merupakan obat alergi untuk keadaan, seperti biduran (urtikaria), gatal karena gigitan serangga, serta reaksi alergi lainnya, seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, gatal pada kulit, mata berair, pilek, batuk, serta pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Chlorpheniramine maleat dapat mengurangi gejala alergi dengan cara mencegah efek histamin, yaitu zat yang memicu reaksi alergi di tubuh.

Alleron Kaplet 4 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 10.600/box per November 2019
Kandungan utamaChlorpheniramine maleate.
Kelas terapiAntihistamin.
Klasifikasi obatAntihistamin generasi ke-1.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 100 kaplet.
ProdusenMega Esa Farma

Informasi zat aktif

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Antihistamin membantu mengurangi gejala alergi dengan menghambat histamin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan, tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran pencernaan dan hati (efek lintasan pertama).
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak. Obat dan metabolit diekskresikan dalam urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meringankan radang selaput lendir.
  • Meringankan biduran (urtikaria).
  • Meringankan gatal karena gigitan serangga.
  • Meringankan bersin-bersin, hidung tersumbat, mata berair, pilek, batuk, serta pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Chloramphenicol merupakan obat pereda alergi (antihistamin) yang bekerja dengan memblokir zat alami histamin untuk meredakan gejala alergi yang sedang berlangsung dan zat alami lain yang dibuat oleh tubuh bernama asetilkolin. Obat ini juga membantu mengeringkan beberapa cairan tubuh untuk meredakan gejala alergi, seperti mata berair dan pilek.

Komposisi obat

Chloramphenicol maleat 4 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 kaplet sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping. Anda juga bisa mengurangi efek samping dengan mengompres perut menggunakan bantalan atau botol air panas.
  • Pusing atau mengantuk dan pengelihatan kabur.
    Jangan mengemudi dan mengoperasikan mesin sampai kondisi Anda membaik. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang cocok untuk Anda. Jika sakit kepala terus berlansung, hentikan pemakaian obat dan konsultasikan kepada dokter.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen atau permen karet bebas gula.
  • Kesulitan konsentrasi, sakit perut, kesulitan buang air kecil, tidak dapat mengontrol perasaan, dan mudah tersinggung (pada anak-anak).
    Bicaralah dengan dokter Anda jika salah satu dari efek samping ini menjadi masalah bagi Anda.
  • Konstipasi (sembelit).
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti buah dan sayuran segar. Minumlah banyak cairan.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kejang yang terus berulang (epilepsi).
  • Pasien dengan peningkatan tekanan pada dinding bola mata (tekanan intraokular).
  • Pasien penderita kerusakan saraf mata akibat tekanan pada bola mata terlalu tinggi (glaukoma).
  • Pasien penderita pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien dengan penyakit kardiovaskular berat, misalnya penyakit jantung iskemik dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Penderita yang kesulitan buang air kecil (retensi urine).
  • Pasien penderita penyumbatan usus (obstruksi piloroduodenal).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pernapasan (bronkitis).
  • Pasien penderita kerusakan bronkus secara permanen (bronkiektasis).
  • Pasien dengan peningkatan kadar hormon tiroid (tirotoksikosis).
  • Anak-anak dan pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Alleron kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita asma akut.
  • Pasien penderita masalah leher kandung kemih yang tidak membuka sepenuhnya saat buang air kecil (obstruksi leher kandung kemih).
  • Pasien penderita kelenjar prostat yang membesar (hipertrofi prostat simptomatik).
  • Pasien yang menggunakan obat penghambat monoamin oksidase (MAOI) untuk mengobati depresi setidaknya dalam 14 hari.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Abametapir, apalutamid, idelalisib, tunatinid, dan vukselotor.
    Penggunaan abametapir akan meningkatkan kadar atau efek chlorpheniramine maleate yang akan menyebabkan mual, mengantuk, sembelit, penglihatan kabur, atau sakit kepala.
  • Isokarboksazid dan tranilsirpomin.
    Penggunaan chlorpheniramine maleate dengan isokarboksazid atau tranilsirpomin meningkatkan efek dari chlorpheniramine maleate, sehingga berisiko meningkatkan efek sampingnya.
  • Kalsium, magnesium, kalium, dan natrium kosibat.
    Penggunaan bersama chlorpheniramine maleate menyebabkan efek mengantuk yang berat, sulit bernapas, koma, dan kematian.
  • Eluksadolin.
    Penggunaan bersama chlorpheniramine maleate menyebabkan kesulitan buang air besar (konstipasi).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Perubahan suasana hati.
  • Gemetar yang tidak terkendali (tremor).
  • Kejang
  • Mudah memar atau pendarahan.
  • Kelemahan yang tidak biasa.
  • Merasa sesak napas.
  • Sedikit atau tidak bisa buang air kecil.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/chlorphenamine
Diakses pada 4 Desember 2020

Patient. https://patient.info/medicine/chlorphenamine-for-allergies-allercalm-allerief-hayleve-piriton-pollenase
Diakses pada 4 Desember 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/chlortrimeton-chlorpheniramine-343386#3
Diakses 4 Desember 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/chlorphenamine-including-piriton/
Diakses 4 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4156/chlorpheniramine-oral/details
Diakses pada 4 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/chlorpheniramine.html
Diakses pada 4 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

7 Penyebab Alis Gatal Terus Menerus yang Tak Boleh Disepelekan

Alis gatal bukan suatu kondisi serius yang perlu dikhawatirkan. Namun, pada beberapa kasus, rasa gatal di alis bisa semakin parah dan tidak kunjung hilang. Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab alis gatal yang semakin parah dan tak kunjung hilang ini.Baca selengkapnya
7 Penyebab Alis Gatal Terus Menerus yang Tak Boleh Disepelekan

Macam-macam Jenis Obat Alergi dan Cara Kerjanya

Meski alergi tidak bisa disembuhkan dengan obat, reaksi dan gejala alergi bisa diatasi dengan obat alergi. Ada berbagai bentuk obat yang bisa Anda pilih untuk meredakan gejalanya.
31 Oct 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Macam-macam Jenis Obat Alergi dan Cara Kerjanya

5 Cara Memilih Sabun Cuci Muka untuk Kulit Sensitif

Sabun cuci muka untuk kulit sensitif disarankan digunakan oleh orang yang cenderung mudah alami iritasi atau sensitif. Pencuci muka untuk kulit sensitif sebaiknya mengandung zat yang melembapkan dan berlabel hypoallergenic.Baca selengkapnya
5 Cara Memilih Sabun Cuci Muka untuk Kulit Sensitif