Alinamin Tablet 5 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Alinamin tablet adalah suplemen untuk mengatasi kekurangan vitamin B1.

Deskripsi obat

Alinamin tablet adalah suplemen untuk mengatasi kekurangan vitamin B1. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Alinamin tablet mengandung zat aktif fursultiamin hidroklorida.

Alinamin Tablet 5 mg
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaVitamin B1.
Kelas terapiVitamin.
Klasifikasi obatVitamin B kompleks.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (5 mg)
ProdusenTakeda Indonesia

Informasi zat aktif

Vitamin B1 adalah vitamin yang larut dalam air, Tiamin ditemukan dalam makanan seperti sereal, biji-bijian, daging, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan kacang polong. Tiamin penting dalam pemecahan karbohidrat dari makanan menjadi produk yang dibutuhkan oleh tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran GI setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh; memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Diekskresikam dalam urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencegah dan mengatasi kekurangan vitamin B1
  • Mengatasi gagal jantung dan masalah mental atau saraf.
  • Mencegah penyakit beri-beri.

Tiamin diperlukan untuk metabolisme karbohidrat. Tiamin bergabung dengan ATP untuk membentuk tiamin pirofosfat, koenzim dalam metabolisme karbohidrat dan reaksi transketolasi. Koenzim ini juga dibutuhkan dalam pirau heksosa monofosfat selama pemanfaatan pentosa. Salah satu tanda defisiensi tiamin adalah peningkatan asam piruvat. Kebutuhan tubuh akan tiamin lebih besar bila kandungan karbohidrat dari makanan tinggi. Kekurangan tiamin bisa menyebabkan penyakit beri-beri.

Komposisi obat

Fursultiamin hidroklorida atau vitamin B1 5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Cobalah konsumsi tiamin dengan, atau setelah, makanan atau kudapan. Ini juga dapat membantu jika Anda menghindari makanan kaya atau pedas.
  • Diare.
    Cobalah minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi termasuk buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Sakit perut.
    Minum tiamin Anda, atau setelah makan atau ngemil. Beberapa gerakan atau olahraga lembut dapat meredakan nyeri. Menempatkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu.
  • Reaksi alergi seperti gatal, ruam, kesulitan bernapasa, dan pembengkakan pada bibir, wajah, serta tenggorokan.

Perhatian Khusus

Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap vitamin B1.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penghambat neuromuskuler.
    Vitamin B1 dapat meningkatkan efek dari obat penghambat neuromuskuler.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Bibir berwarna biru.
  • Nyeri dada dan sesak napas
  • Feses berwarna hitam ataupun berdarah.
  • Batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-965/thiamine-vitamin-b1
Diakses pada 12 Oktober 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/219545#side_effects
Diakses pada 12 Oktober 2020

https://www.drugs.com/mtm/thiamine.html
Diakses pada 12 Oktober 2020

https://www.mims.com/indonesia/drug/info/thiamine?mtype=generic
Diakses pada 12 Oktober 2020

https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/t022.html
Diakses pada 12 Oktober 2020

https://go.drugbank.com/drugs/DB08966
Diakses pada 12 Oktober 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/thiamine-vitamin-b1/
Diakses pada 12 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Saraf Kejepit Bisa Ditangani dengan 13 Cara Aman Ini

Saraf kejepit adalah saat jaringan di sekitar saraf seperti tulang, otot, dan tendon, menekan terlalu kencang. Kondisi ini dapat diredakan dengan istirahat cukup, ibat postur tubuh, dll.
13 Sep 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Saraf Kejepit Bisa Ditangani dengan 13 Cara Aman Ini

Tidur Hingga 20 Jam Sehari Akibat Sleeping Beauty Syndrome, Apa Pemicunya?

Sleeping beauty syndrome atau Kleine-Levin syndrome adalah penyakit langka yang menyebabkan penderitanya tidur atau mengantuk dengan durasi cukup ekstrem. Bahkan, waktu tidurnya bisa mencapai 20 jam dalam sehari. Sindrom Kleine-Levin bisa terjadi pada siapapun, namun yang paling berisiko adalah remaja laki-laki.
02 Aug 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Tidur Hingga 20 Jam Sehari Akibat Sleeping Beauty Syndrome, Apa Pemicunya?

Seluk-Beluk Saraf Sensorik dan Gangguan yang Bisa Menyerangnya

Saraf sensorik adalah saraf yang mengantarkan informasi rangsangan ke otak. Gangguan pada saraf ini bisa membuat seseorang sangat sensitif atau justru kebal akan stimulasi tertentu.
16 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Baca selengkapnya
Seluk-Beluk Saraf Sensorik dan Gangguan yang Bisa Menyerangnya