Aldapres Tablet 2,5 mg

16 Sep 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 6 strip @ 10 tablet (2,5 mg)
Produsen
Actavis
Aldapres tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penumpukan cairan dalam tubuh (edema). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Aldapres tablet mengandung zat aktif indapamid.

Mengatasi:

Indapamid adalah obat diuretik yang bekerja meningkatkan ekskresi natrium dan air melalui urin dengan menghambat reabsorpsi natrium di tubulus pengencer kortikal nefron, sehingga mengurangi edema, dapat terjadi akibat vasodilatasi arteriol langsung melalui blokade saluran kalsium, dan mengurangi natrium total tubuh.

Indapamid 2,5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi): 1,25 mg-2,5 mg/hari sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan obat antihipertensi lain.
  • Penumpukan cairan dalam tubuh (edema): 2,5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 5 mg setelah satu minggu jika dibutuhkan.
Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
    Jika Anda mengalami hal tersebut tidak perlu khawatir atau jika tidak nyaman untuk Anda, ubahlah waktu Anda dalam mengonsumsi indapamid menjadi waktu yang lebih cocok untuk Anda asalkan tidak lebih dari jam 4 sore. Jika buang air kecil masih menjadi masalah bagi Anda, segera bicarakan dengan apoteker atau dokter Anda.
  • Ruam kulit ringan.
    Cobalah untuk mengonsumsi antihistamin yang dapat dibeli diapotek serta tanyakan kepada apoteker Anda untuk mengetahui obat jenis apa yang cocok untuk Anda. Jika ruam kulit tidak kunjung sembuh, bicarakan kepada dokter Anda.
  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi indapamid setelah makan. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang sederhana dan hindari makanan yang berat atau pedas. Minumlah air atau mengonsumsi buah labu dalam jumlah kecil dalam waktu sesering mungkin agar Anda tidak mengalami dehidrasi. Bicarakan dengan dokter Anda jika efek samping terus berlanjut lebih dari seminggu.
  • Merasa kebingungan atau pusing.
    Cobalah untuk duduk atau berbaring hingga Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin saat Anda merasa pusing atau goyah.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Pasien dengan gangguan ginjal sehingga pasien tidak dapat memproduksi urin (anuria).
  • Pasien dengan gangguan hati yang berat.
  • Pasien dengan gangguan ginjal.
  • Pasien dengan kondisi ketidakseimbangan cairan atau elektrolit.
  • Pasien dengan tingginya asam urat dalam darah (hiperurisemia).
  • Pasien dengan kadar gula darah tinggi (diabetes melitus).
  • Pasien dengan peradangan disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (lupus eritematosus).
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Lansia.
  • Litium.
    Mengonsumsi litium dengan indapamide dapat menyebabkan penumpukan litium di tubuh Anda sehingga meningkatkan risiko efek berbahaya.
  • Akarbose, asetoheksamid, albiglutid, indapamid.
    Indapamide dapat mengganggu kontrol glukosa darah dan mengurangi efektivitas obat diabetes lainnya. Pantau kadar gula darah Anda dengan cermat.
  • Asebutolol, aldesleukin, alfentanil, alprazolam,
    Penggunaan indapamid bersama obat tersebut dapat menurunkan tekanan darah dan memperlambat detak jantung Anda. Hal ini dapat menyebabkan pusing, atau perasaan seperti Anda akan pingsan, lemas, pingsan, detak jantung cepat atau tidak teratur, atau kehilangan kendali glukosa darah.
  • Albuterol.
    Penggunaan indapamid bersama dengan albuterol dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia). Pada kasus yang parah, hipokalemia dapat menyebabkan kelemahan otot, kelumpuhan, kesulitan bernapas dan menelan (akibat kelumpuhan otot), dan irama jantung yang tidak teratur.
  • Amiodaron.
    Penggunaan amiodaron bersama dengan indapamid dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur yang mungkin serius. Jika dokter Anda meresepkan obat-obatan ini bersama-sama, Anda mungkin memerlukan pemantauan rutin kadar elektrolit (magnesium, kalium) serta tes lain untuk menggunakan kedua obat tersebut dengan aman.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/indapamide?mtype=generic
Diakses pada 26 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/indapamide/
Diakses pada 26 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/indapamide-index.html
Diakses pada 26 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a684062.html
Diakses pada 26 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Jenis Obat Darah Tinggi yang Aman Dikonsumsi Ini

Obat darah tinggi hadir dengan berbagai jenis dan fungsinya. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapat obat penurun darah tinggi yang tepat sesuai dengan keluhan Anda.
04 Dec 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Kenali Jenis Obat Darah Tinggi yang Aman Dikonsumsi Ini

Perbedaan Simvastatin dan Atorvastatin untuk Turunkan Kolesterol

Perbedaan simvastatin dan atorvastatin ternyata tetap ada meskipun tujuannya sama-sama untuk menurunkan kolesterol. Anda pun harus jeli memahami perbedaan keduanya.
22 Sep 2020|Aditya Prasanda
Baca selengkapnya
Perbedaan Simvastatin dan Atorvastatin untuk Turunkan Kolesterol

Berbagai Pilihan Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan Dokter

Modifikasi gaya hidup seperti mengurangi konsumsi garam dan lemak serta rutin olahraga bisa membantu mengurangi dan mengontrol tekanan darah tinggi. Namun bila upaya tersebut kurang membuahkan hasil, maka diperlukan obat hipertensi untuk mengontrol tekanan darah.
24 Oct 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Berbagai Pilihan Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan Dokter