Aldactone Tablet 25 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Aldactone tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Deskripsi obat

Aldactone tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, gagal jantung dan mencegah penurunan kadar kalium dalam darah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Aldactone tablet mengandung zat aktif spironolakton.
Aldactone Tablet 25 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSpironolakton.
Kelas terapiDiuretik.
Klasifikasi obatAntagonis reseptor mineralokortikoid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (25 mg)
ProdusenSoho Industri Pharmasi

Informasi zat aktif

Spironolakton secara kompetitif menghambat efek aldosteron pada tubulus ginjal bagian distal, meningkatkan ekskresi natrium dan air, serta menurunkan ekskresi kalium. Spironolakton digunakan untuk mengobati pembengkakan (edema) yang terkait dengan sekresi aldosteron yang berlebihan, seperti yang terkait dengan sirosis hati, sindrom nefrotik, dan gagal jantung. Ini juga digunakan untuk mengobati hipokalemia yang diinduksi diuretik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, spironolakton diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Sekitar 90% diserap setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Obat dan metabolit utamanya, kanrenon, lebih dari 90% terikat protein plasma.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dengan cepat dan ekstensif menjadi kanrenon.
  • Ekskresi: Kanrenon dan metabolit lainnya diekskresikan terutama dalam urin dan sejumlah kecil diekskresikan melalui feses melalui saluran empedu. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh kanrenon) adalah 13-24 jam. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh senyawa induk) adalah 1 hingga 2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Spironolakton adalah diuretik hemat kalium magnesium. Obat ini adalah antagonis kompetitif aldosteron pada efek pada nefron distal, meningkatkan ekskresi Na +, Cl- dan air dan mengurangi ekskresi K + dan urea, mengurangi keasaman air seni yang dapat dititrasi. Peningkatan diuresis menyebabkan efek hipotensi, yang tidak stabil. Efek hipotensi tidak tergantung pada tingkat renin dalam plasma darah dan tidak terungkap dalam tekanan darah normal.

  • Mengobati gagal jantung.
  • Mengatasi tekanan darah tinggi atau di atas normal (hipertensi).
  • Mengatasi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh terutama pada kaki (edema).
  • Mencegah dan mengobati kondisi kalium yang rendah dalam tubuh (hipokalemia).
  • Mengobati kelainan kelenjar endokrin yang melibatkan satu atau kedua hormon adrenalin, yang menghasilkan terlalu banyak hormon aldosteron (hiperaldosteronisme).

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Edema: 100 mg/hari.

  • Dosis maksimal: 400 mg/hari.

Hipertensi:

  • Monoterapi: 50-100 mg dalam 1-2 dosis terbagi.

Hiperaldosteronisme:

  • Dewasa:
    • Jangka panjang: 400 mg/hari dikonsumsi dalam 3-4 minggu.
    • Jangka pendek: 400 mg/hari dikonsumsi dalam 4 hari.
  • Anak-anak: 3 mg/kb.
    Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Gagal jantung kongestif:

  • Dewasa: 25 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 50 mg/hari.
  • Anak-anak: 3 mg/kg dikonsumsi dalam dosis terbagi.

Hipokalemia akibat diuretik:

  • Dewasa: 25-200 mg/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Kelelahan.
  • Pusing.
  • Gangguan pada saluran pencernaan seperti diare.
  • Masalah pada otak yang menyebabkan gangguan keseimbangan dan koordinasi (ataksia).
  • Kebingungan.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kerontokan rambut.
  • Penurunan kadar kalium dalam darah (hiponatremia).
  • Gangguan menstruasi yang tidak teratur.
  • Nyeri pada bagian payudara.
  • Impotensi.
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang berisiko memiliki kadar kalium yang tinggi dalam darah (hiperkalemia) dan asidosis.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan jantung.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan hytrin tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi urin (anuria).
  • Pasien yang memiliki kadar kalium yang tinggi dalam darah (hiperkalemia).
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada kelenjar adrenal yang tidak mampu memproduksi hormon yang sesuai dengan kebutuhan tubuh (penyakit addison).
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien yang mengonsumsi eplerenon.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Diuretik hemat kalium lainnya, suplemen kalium penghambat ACE, antagonis reseptor angiotensin II, trilostan, dan heparin.
      Penggunaan obat di atas meningkatkan terjadinya peningkatan kadar kalium yang terlalu tinggi (hiperkalemia) dalam tubuh.
    • Alkohol, barbiturat, atau obat golongan narkotika.
      Penggunaan obat di atas menyebabkan pasien mengalami pusing ketika beranjak dari duduk ataau berbaring, hal tersebut disebabkan karena penurunan tekanan darah (hipotensi ortostatik).
    • Siklosporin dan NSAID.
      Siklosporin dan NSAID dapat meningkatkan terjadinya kerusakan pada ginjal.
    • Lithium.
      Lithum dapat menyebabkan risiko terjadinya toksisitas.
    • Digoksin.
      Spironolakton dapat meningkatkan kadar digoksin dalam serum.
    • Norepinefrin.
      Penggunaan bersama spironolakton menurunkan respon vaskular.
    • Kolestiramin.
      Kolestiramin menyebabkan terjadinya peningkatan kadar asam yang sangat tinggi dalam tubuh (asidosis metabolik) dan peningkatan kadar kalium dalam tubuh (hiperkalemia).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami perasaan pusing, seperti Anda akan pingsan, sedikit atau tidak sama sekali buang air kecil, tingkat kalium tinggi seperti mual, lemah, perasaan geli, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, kehilangan gerakan, tanda-tanda ketidakseimbangan elektrolit lainnya seperti peningkatan rasa haus atau buang air kecil, kebingungan, muntah, nyeri otot, bicara cadel, kelemahan parah, mati rasa, kehilangan koordinasi, dan perasaan tidak stabil.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/spironolactone Diakses pada 21 Juli 2020 Sdrugs. https://www.sdrugs.com/ Diakses pada 21 Juli 2020 Nhs. https://www.nhs.uk/search?collection=nhs-meta&query=spironolactone Diakses pada 21 Juli 2020 Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682627.html#:~:text=What%20should%20I%20do%20if%20I%20forget%20a%20dose%3F&text=Take%20the%20missed%20dose%20as,up%20for%20a%20missed%20one. Diakses pada 21 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email