Albendazole

Albendazol digunakan untuk mengobati infeksi cacing pita

Albendazol digunakan untuk mengobati infeksi cacing pita

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Albendazol, Helben, Vermic, Zolkaf

Deskripsi obat

Albendazol digunakan untuk mengobati infeksi cacing pita, misalnya echinococcosis, yaitu infeksi cacing pita yang menyerang hati, paru-paru, dan otak. Obat ini merupakan obat golongan antihelmintik yang berfungsi untuk membunuh sel cacing.

Albendazole adalah obat cacing yang juga digunakan untuk mengobati neurocysticercosis, yaitu infeksi yang disebabkan cacing pita babi di otot, otak, dan mata. Infeksi ini dapat menyebabkan kejang, pembengkakan otak, dan masalah penglihatan.

Selain itu, albendazole juga digunakan bersama pembedahan untuk mengobati penyakit kistik hidatidosa, yaitu infeksi yang disebabkan cacing pita anjing di hati, paru-paru, dan lapisan perut yang dapat merusak organ-organ tersebut.

Albendazole (Albendazol)
GolonganKelas terapi : Antelmintik. Klasifikasi Obat : Agen turunan benzimidazol.
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kaplet, suspensi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian albendazole, antara lain:

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Minumlah air dalam jumlah sedikit dan sesering mungkin. Namun, jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti mengeluarkan urine berwarna gelap dan memiliki bau yang kuat, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan mengonsumsi banyak cairan. Hindari konsumsi alkohol. Jika sakit kepala tidak hilang selama lebih dari 1 minggu atau bertambah parah, segera hubungi dokter Anda.
  • Demam.
  • Kerontokan rambut.
  • Kejang.

Perhatian Khusus

Obat ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang. Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Kelainan pada retina mata.
  • Pasien yang diobati untuk neurocysticercosis harus menerima terapi steroid dan antikonvulsan yang tepat sesuai kebutuhan.
  • Gangguan hati.
  • Ibu menyusui.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25°C. Jauhkan dari cahaya matahari lain.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap komponen obat ini (albendazole) atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya.
  • Wanita hamil.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan albendazole pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika memiliki efek samping yang jarang tetapi serius, seperti:

  • Perubahan penglihatan.
  • Mata atau kulit menguning.
  • Sakit perut parah.
  • Demam dan menggigil.
  • Leher yang sangat kaku.
  • Tanda-tanda masalah ginjal, misalnya perubahan jumlah urine.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Penggunaan beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat secara bersamaan. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan:

  • Dexamethasone, praziquantel, cimetidine, aminoquinoline (antimalarial), carbamazepine, phenobarbital, dan phenytoin.
    Penggunaan albendazole bersama obat-obatan di atas dapat menurunkan konsentrasi serum atau kadar obat, sehingga efektivitasnya akan berkurang.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/Albendazole
Diakses pada 22 Januari 2021

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/albendazol
Diakses pada 22 Januari 2021

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/Albendazol-oral-route/description/drg-20061505
Diakses pada 22 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6261/Albendazole-oral/details
Diakses pada 22 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email