Aerius digunakan untuk meredakan gejala alergi rinitis dan gatal-gatal
Aerius digunakan untuk meredakan gejala alergi rinitis dan gatal-gatal
Aerius digunakan untuk meredakan gejala alergi rinitis dan gatal-gatal
Aerius digunakan untuk meredakan gejala alergi rinitis dan gatal-gatal
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 167.976/strip (15 tablet) per April 2019
Kemasan 1 box isi 2 strip @ 15 tablet (5 mg)
Produsen Merk Sharp Dohme Pharma

Aerius adalah obat antihistamin untuk meredakan gejala alergi, seperti bersin, mata berair, gatal, dan pilek. Aerius juga digunakan untuk mengobati gatal-gatal pada kulit dan pada pasien dengan reaksi kulit kronis. Obat ini mengandung desloratadine yang merupakan golongan antihistamin. Aerius termasuk obat keras yang memerlukan resep dokter.

Meredakan gejala alergi dan gatal pada kulit dan pada pasien dengan reaksi kulit kronis.

Dewasa dan anak ≥12 tahun: 5 mg/hari.

Anak-anak usia 6-11 tahun: 2,5 mg/hari. 

Anak-anak usia 1-5 tahun: 1,25 mg/hari. 

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Pusing, sakit kepala, mulut kering, mengantuk, mual, kram perut saat menstruasi (dismenore), faringitis, nyeri otot.

Hipersensitif terhadap desloratadine atau salah satu bahan aerius atau loratadine.

Sirup aerius harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal berat. Ibu hamil dan menyusui.

Tidak ada interaksi yang relevan secara klinis dengan tablet aerius yang diamati dalam uji klinis di mana erythromycin atau ketoconazole digunakan bersama.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/aerius/?type=brief
Diakses pada 1 April 2019

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/clarinex-reditabs-desloratadine-343396#91
Diakses pada 6 Agustus 2019

Drugs. https://www.drugs.com/sfx/desloratadine-side-effects.html
Diakses pada 20 September 2019

Artikel Terkait