Advil tablet adalah obat untuk mengurangi nyeri ringan hingga sedang.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
Kemasan 1 box isi 50 tablet (200 mg)
Produsen Glaxo Smith Kline

Advil tablet adalah obat untuk mengurangi nyeri ringan hingga sedang. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas. Advil tablet mengandung zat aktif ibuprofen.
Ibuprofen adalah obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang dapat mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan (antiinflamasi) dan rasa sakit pada tubuh (analgetik). Selain mengatasi nyeri dan peradangan ibuprofen juga dapat menurunkan demam (antipiretik).

  • Meringankan sakit kepala.
  • Mengatasi sakit gigi.
  • Meringankan nyeri pada punggung.
  • Mengatasi nyeri haid (dismenore).
  • Meredakan nyeri otot.
  • Mengatasi nyeri akibat peradangan pada sendi (arthritis).
  • Menurunkan demam.

Ibuprofen 200 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1 tablet/4-6 jam.

  • Dosis maksimal: 6 tablet/hari.

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Peningkatan tekanan darah menjadi tinggi atau di atas normal (hipertensi).
  • Gangguan fungsi hati.
  • Anemia.
  • Penglihatan kabur.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah baru (anemia aplastik).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Sensasi dimana dada terasa panas dan seperti terbakar akibat asam lambung naik ke kerongkongan (heartburn).
  • Nyeri pada perut.
  • Perubahan warna pada kulit atau sklera mata menjadi kekuringan.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini atau terhadap obat antiinflamasi non-steroid lainnya (NSAID).
  • Pasien yang mengalami luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien penderita serangan jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki kadar lemak yang tinggi dalam darah (hiperlipidemia).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita anemia.
  • Pasien yang mengalami stroke.
  • Pasien penderita gagal jantung
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak terutama bayi yang lahir prematur.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.
  • Penggunaan bersama obat antiinflamasi non-steroid lain seperti aspirin, obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) warfarin, dan kortikosteroid dapat menyebabkan peningkatan risiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Penggunaan bersama siklosporin dan takrolimus dapat menyebabkan terjadinya risiko peningkatan kadar kalium dalam darah dan toksisitas pada ginjal.
  • Penggunaan bersama ddengan metotreksat dan lithium dapat menyebabkan risiko toksisitas.
  • Dapat mengurangi efektivitas obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen
Diakses pada 15 Juli 2020

Advil. https://www.advil.com/our-products/advil-tablets/
Diakses pada 15 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/advil.html
Diakses pada 15 Juli 2020

Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6143-9368/advil-oral/ibuprofen-oral/details
Diakses pada 15 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait