Actifed sirup 60 ml

23 Des 2019| Aby Rachman
Actifed sirup 60 ml untuk meringankan pilek dan alergi pernafasan hidung.

Deskripsi obat

Actifed merupakan obat yang digunakan untuk mengobati pilek dan alergi pernafasan hidung. Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif triprolidine HCl, pseudoephedrine HCl, dan sukrosa.

Actifed sirup 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 55.800/botol (60 ml) per Desember 2019
Kemasan1 botol @ 60 ml
ProdusenGlaxo Wellcome Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

Meringankan pilek dan alergi pernafasan hidung.

Komposisi obat

  • Tiap 5 ml:
    • Triprolidine HCl 1,25 mg.
    • Pseudoephedrine HCl 30 mg.
    • Sukrosa 3,50 g.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Sedasi.
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan kering.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan perhatian dan koordinasi.
  • Halusinasi.
  • Sakit kepala.
  • Insomnia.
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sulit berkemih.
  • Alergi.
  • Sulit bernafas.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita hipertrofi prostat.
  • Pasien dengan produksi hormon tiroid berlebihan akibat adanya gangguan pada kelenjar tiroid (hipertiroid).
  • Pasien epilepsi.
  • Pasien gangguan jantung.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes mellitus).
  • Pasien asma
  • Pasien peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus (bronkitis)
  • Pasien penderita tumor langka pada kelenjar adrenal (phaeochromocytoma).
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien yang akan mengendarai kendaraan bermotor, atau menjalankan mesin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Penderita hipersenstif terhadap triprolidine HCl, pseudoepherine HCl, acrivastine dan komponen lainnya dalam obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Dekongestan.
  • Antidepresan.
  • Penekan nafsu makan.
  • Amfetamin.
  • Bretylium.
  • Bethanidine.
  • Guanethidine.
  • Methyldopa.
  • Obat penghambat adregenik beta dan alpha.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mungkinkah Ibu Hamil Menularkan Virus Corona kepada Janin?

Kekhawatiran akan kasus COVID-19 juga dirasakan oleh ibu hamil. Tak sedikit yang berpikir bahwa COVID-19 mungkin dapat menyerang janin di kandungannya.Baca selengkapnya
Mungkinkah Ibu Hamil Menularkan Virus Corona kepada Janin?

Tak Cuma Droplet, Ilmuwan Sebut Corona Juga Menular Lewat Udara

Menurut penelitian terbaru, Covid-19 dianggap tidak hanya bisa menyebar lewat droplet, tapi juga udara, terutama di ruangan tertutup yang sirkulasi udaranya buruk. Sehingga, Anda perlu lebih waspada.
09 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Tak Cuma Droplet, Ilmuwan Sebut Corona Juga Menular Lewat Udara

Obat Chikungunya untuk Mengatasi Gejala Flu Tulang

Obat chikungunya memang belum ditemukan hingga saat ini, namun obat lain untuk mengatasi gejalanya sudah ada. Penyakit ini disebabkan oleh alphavirus yang menyebar melalui gigitan nyamuk.
16 May 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
Obat Chikungunya untuk Mengatasi Gejala Flu Tulang