Actifed sirup 60 ml untuk meringankan pilek dan alergi pernafasan hidung.
Actifed sirup 60 ml untuk meringankan pilek dan alergi pernafasan hidung.
Actifed sirup 60 ml untuk meringankan pilek dan alergi pernafasan hidung.
Actifed sirup 60 ml untuk meringankan pilek dan alergi pernafasan hidung.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Glaxo Wellcome Indonesia

Actifed merupakan obat yang digunakan untuk mengobati pilek dan alergi pernafasan hidung. Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif triprolidine HCl, pseudoephedrine HCl, dan sukrosa.

Meringankan pilek dan alergi pernafasan hidung.

  • Tiap 5 ml:
    • Triprolidine HCl 1,25 mg.
    • Pseudoephedrine HCl 30 mg.
    • Sukrosa 3,50 g.
  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Gugup.
  • Sedasi.
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan kering.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan perhatian dan koordinasi.
  • Halusinasi.
  • Sakit kepala.
  • Insomnia.
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sulit berkemih.
  • Alergi.
  • Sullit bernafas.

Penderita hipersenstif terhadap triprolidine HCl, pseudoepherine HCl, acrivastine dan komponen lainnya dalam obat ini.

  • Pasien penderita dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita hipertrofi prostat.
  • Pasien dengan produksi hormon tiroid berlebihan akibat adanya gangguan pada kelenjar tiroid (hipertiroid).
  • Pasien epilepsi.
  • Pasien gangguan jantung.
  • Pasien penderita kenicng manis (diabetes mellitus).
  • Pasien asma
  • Pasien peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus (bronkitis)
  • Pasien penderita tumor langka pada kelenjar adrenal (phaeochromocytoma).
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien yang akan mengendarai kendaraan bermotor, atau menjalankan mesin.
  • Dekongestan.
  • Antidepresan.
  • Penekan nafsu makan.
  • Amfetamin.
  • Bretylium.
  • Bethanidine.
  • Guanethidine.
  • Methyldopa.
  • Obat penghambat adregenik beta dan alpha.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait