Actifed plus cough suppressant sirup 60 ml untuk meringankan pilek dan batuk gatal dan kering.
Actifed plus cough suppressant sirup 60 ml untuk meringankan pilek dan batuk gatal dan kering.
Actifed plus cough suppressant sirup 60 ml untuk meringankan pilek dan batuk gatal dan kering.
Actifed plus cough suppressant sirup 60 ml untuk meringankan pilek dan batuk gatal dan kering.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 55.800/botol (60 ml) per Desember 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Glaxo Wellcome Indonesia

Actifed plus cough suppressant merupakan obat yang digunakan untukmeringankan pilek dan batuk gatal dan kering. Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif triprolidine HCl, pseudoephedrine HCl, dextromethorphan Hbr, dan ethanol.

Meringankan pilek dan batuk gatal dan kering.

  • Tiap 5 ml:
    • Triprolidine HCl 1,25 mg.
    • Pseudoephedrine HCl 30 mg.
    • Dextromethorphan Hbr 10 mg.
    • Ethanol 9.90 % v/v.
  • Dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Gugup.
  • Sedasi.
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan kering.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan perhatian dan koordinasi.
  • Halusinasi.
  • Sakit kepala.
  • Insomnia.
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sulit berkemih.
  • Alergi.
  • Sullit bernafas.
  • Penderita dengan gangguan jantung.
  • Penderita dengan riwayat kencing manis (diabetes mellitus).
  • Penderita dengan hipersensitif terhadap triprolidine HCl, pseudoepherine HCl, dextromethorphan dan komponen lainnya dalam obat ini.
  • Pasien penderita dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita hipertrofi prostat.
  • Pasien dengan produksi hormon tiroid berlebihan akibat adanya gangguan pada kelenjar tiroid (hipertiroid).
  • Pasien epilepsi.
  • Pasien gangguan jantung.
  • Pasien penderita kenicng manis (diabetes mellitus).
  • Pasien asma
  • Pasien peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus (bronkitis)
  • Pasien penderita tumor langka pada kelenjar adrenal (phaeochromocytoma).
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien yang akan mengendarai kendaraan bermotor, atau menjalankan mesin.
  • Dekongestan.
  • Antidepresan.
  • Penekan nafsu makan.
  • Amfetamin.
  • Bretylium.
  • Bethanidine.
  • Guanethidine.
  • Methyldopa.
  • Obat penghambat adregenik beta dan alpha.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait