Acrios Tablet

15 Okt 2020
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 10 tablet (5 mg); 1 box isi 10 strip @ 10 strip @ 10 tablet (100 mg)
Produsen
Actavis Indonesia

Acrios tablet adalah obat untuk terapi kombinasi pada pasien kencing manis tipe 2 (diabetes melitus tipe 2) yang disertai dengan diet. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Acrios tablet mengandung zat aktif akarbose.

  • Terapi kombinasi pada pasien kencing manis tipe 2 (diabetes melitus tipe 2) yang disertai dengan diet.
  • Mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.
  • Membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh, dan masalah fungsi seksual.

Akarbose bermanfaat dalam menurunkan glukosa (gula) darah yang dihasilkan dari penghambatan alfa-amilase pankreas yang kompetitif dan reversibel serta enzim hidrolase alfa-glukosida usus yang terikat pada membran. Akarbose bekerja di usus untuk memperlambat pemecahan dan penyerapan karbohidrat dari makanan yang Anda makan. Efek ini membantu mengurangi kenaikan gula darah Anda setelah makan. Pada pasien diabetes, penghambatan enzim ini mengakibatkan penyerapan glukosa tertunda dan penurunan risiko terjadinya peningkatan kadar gula darah setelah makan (hiperglikemia postprandial). Obat ini tidak dapat meningkatkan sekresi insulin.

  • Acrios tablet 50 mg: akarbose 50 mg.
  • Acrios tablet 100 mg: akarbose 100 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis awal: 50 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Dosis maksimal: 200 mg sebanyak 3 kali/hari.
    Dosis dapat ditingkatkan setelah 4-8 minggu penggunaan.
Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan. Tablet ditelan dengan sedikit air minum dan bersama suapan pertama makanan.
  • Sakit perut dan diare.
    Hindari gula dan konsumsi makanan yang mengandung sukrosa. Minum banyak air untuk mengganti cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan jumlah dan frekuensi buang air kecil, urin berwarna gelap, dan berbau menyengat.
  • Perut kembung.
    Efek samping ini sering terjadi selama beberapa hari pertama tetapi biasanya menetap. Jika perut kembung masih berlanjut atau menjadi semakin parah, beri tahu dokter Anda.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Peradangan pada organ hati (hepatitis).
  • Reaksi alegi.
  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Pasien penderita penyakit radang usus seperti peradangan kronis pada usus besar dan rektum (kolitis ulserativa) dan peradangan pada saluran pencernaan atau radang pada dinding usus (penyakit Crohn).
  • Pasien dengan kondisi berpindahnya organ dari posisinya akibat kelemahan bagian tubuh yang menekan organ atau jaringan (hernia mayor).
  • Pasien penderita komplikasi diabetes melitus yang ditandai dengan kadar keton yang tinggi dalam tubuh (ketoasidosis diabetik).
  • Pasien yang mengalami luka (ulkus) penyumbatan pada usus (obstruksi usus).
  • Pasien penderita gangguan usus kronis yang berhubungan dengan gangguan absorpsi dan pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat (CrCl kurang dari 25 ml/menit).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak dan remaja 18 tahun ke bawah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap akarbose.
Lakukan pemeriksaan fungsi hati selama 6-12 bulan pertama terapi.
  • Penggunaan bersama dengan diuretik seperti tiazid dan furosemid, kortikosteroid, fenotiazin, produk tiroid, estrogen, kontrasepsi oral, fenitoin, asam nikotinat, simpatomimetik, dan isoniazid.
    Penggunaan akarbose dengan obat di atas dapat menyebabkan hilangnya kontrol glukosa darah.
  • Neomisin.
    Penggunaan bersama neomisin dapat menyebabkan peningkatan penurunan glukosa darah setelah makan dan meningkatkan frekuensi dan memperparah reaksi pada gangguan saluran pencernaan.
  • Sulfonilurea, metformin, atau insulin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan efek penurunan kadar gula darah hingga di bawah batas normal (hipoglikemia).
  • Digoksin.
    Penggunaan akarbose dengan digoksin dapat mempengaruhi kadar digoksin dalam peredarah darah.
  • Sukrosa dan makanan yang mengandung sukrosa.
    Sukrosa dan makanan yang mengandung sukrosa dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut atau bahkan diare.
  • Kolestiramin, adsorben usus, dan produk enzim pencernaan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/acarbose?mtype=generic
Diakses pada 16 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/acarbose-oral-tablet#interactions
Diakses pada 16 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/acarbose.html
Diakses pada 16 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5207/acarbose-oral/details
Diakses pada 16 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/acarbose-for-diabetes
Diakses pada 16 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Manfaat Asam Folat untuk Pria dan Bahayanya Jika Dikonsumsi Berlebihan

Tidak hanya untuk ibu hamil, mengonsumsi asam folat juga bermanfaat bagi pria. Meskipun ada banyak manfaat asam folat untuk pria, dosisnya perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.
12 Sep 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Manfaat Asam Folat untuk Pria dan Bahayanya Jika Dikonsumsi Berlebihan

Lebih Banyak Gula Ketimbang Gizinya, Ini Bahaya Susu Kental Manis

Jika dikonsumsi berlebihan, bahaya susu kental manis meningkatkan risiko diabetes dan obesitas. Idealnya, susu kental manis tidak diberikan untuk anak-anak karena kandungan gulanya tidak terlalu tinggi.
02 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Lebih Banyak Gula Ketimbang Gizinya, Ini Bahaya Susu Kental Manis

Daun Insulin, Benarkah Bisa Turunkan Kadar Gula Darah?

Daun insulin dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah penderita diabetes, namun efek sampingnya harus diwaspadai. Daun ini kaya akan protein, zat besi, dan bermacam-macam antioksidan.
31 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Daun Insulin, Benarkah Bisa Turunkan Kadar Gula Darah?