Acilaz Kapsul 30 mg

15 Okt 2020
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 kapsul (30 mg)
Produsen
Otto Pharmaceuticals Industries
Arcilaz kapsul adalah obat untuk menurunkan produksi asam lambung yang berlebih seperti pada kondisi luka pada dinding lambung (tukak lambung) atau luka pada usus 12 jari (tukak duodenum). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Arcilaz kapsul mengandung zat aktif lansoprazol.

Mengatasi produksi asam lambung yang berlebih seperti pada kondisi:

  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung jinak).
  • Luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Peradangan pada kerongkongan yang disebabkan akibat naiknya asam lambung menuju kerongkongan (refluks esofagitis).

Lansoprazol dapat bekerja dengan menurunkan asam yang diproduksi secara berlebih oleh lambung, dengan menghalangi sistem di sel-sel perut yang disebut pompa proton. Pompa proton bekerja pada langkah akhir produksi asam. Ketika pompa proton tersumbat, maka produksi asam akan berkurang.

Lansoprazol 30 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Luka pada dinding lambung dan usus: 30 mg/ hari. Untuk luka pada dinding usus dikonsumsi selama 2-4 minggu dan luka pada dinding lambung dikonsumsi selama 4-8 minggu.
  • Pencegahan luka yang disebabkan obat NSAID: 15-30 mg/hari.
  • Sindrom Zollinger-Ellison:
    • Dosis awal: 60 mg/hari. Dosis harian lebih dari 120 mg/hari harud diberikan dalam 2 dosis terbagi.
  • Refluks esofagitis:
    • Terapi: 30 mg/hari, dikonsumsi selama 4-8 minggu.
    • Pencegahan: 15 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 30 mg/hari.
  • Refluks gastroesofagus: 15 mg atau 30 mg/hari, dikonsumsi selama 4 minggu.
Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong atau sebelum makan.
  • Kesulitan membuang air besar (konstipasi).
    Makan lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah segar dan sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga lebih teratur, misalnya, dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit perut.
    Cobalah untuk beristirahat dan rileks. Ini dapat membantu untuk makan dan minum perlahan dan makan lebih sedikit dan lebih sering. Menempatkan bantal panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu. Jika sakit semakin memburuk, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepaka apoteker Anda. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama penggunaan lansoprazol. Segera hubungi dokter Anda jika mereka bertahan lebih dari satu minggu atau parah.
  • Pusing atau lelah.
    Jika lansoprazol membuat Anda merasa pusing atau lelah, hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa lelah. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk.
  • Merasa sakit.
    Mungkin membantu jika Anda tidak makan makanan terlalu banyak atau mengonsumsi makanan pedas saat Anda mengonsumsi lansoprazol.
  • Diare atau muntah.
    Minum banyak cairan sesering mungkin untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi termasuk urin yang kurang dari biasanya atau mengeluarkan urin yang berbau kuat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Gatal dan ruam pada kulit.
    Cobalah untuk konsumsi obat alergi yang dapat Anda beli dari apotek.
  • Mulut atau tenggorokan kering.
    Mengunyah permen karet bebas gula atau permen yang bebas gula.
  • Mual.
  • Nyeri pada otot dan sendi.
  • Ruam pada kulit.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh.
  • Pasien yang mengalami pusing dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Biduran (urtikaria).
  • Kelelahan.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap lansoprazol.
  • Pasien yang menjalani terapi dengan mengonsumsi obat rilpinavirin dan atazanavir.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui
  • Pasien dengan faktor risiko penurunan penyerapan vitamin B12.
  • Pasien yang berisiko mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien yang memiliki keganasan pada lambung.
  • Pasien dengan gangguan hati sedang hingga berat.
  • Metotreksat dan takrolimus.
    Lansoprazol dapat meningkatkan konsentrasi obat di atas dalam plasma.
  • Teofilin.
    Lansoprazol dapat mengurangi konsentrasi serum teofilin.
  • Ketokonazol dan itrakonazol.
    Lansoprazol dapat mengurangi penyerapan lansoprazoll.
  • Obat diuretik.
    Penggunaan lanzoprazol dengan obat diuretik dapat meningkatkan risiko terjadinya hipomagnesemia.
  • Antasida dan sukralfat.
    Lansoprazol dapat mengurangi bioavailabilitas obat di atas.
  • Fluvoksamin.
    Lansoprazol dapat meningkatkan konsentrasi plasma dari fluvoksamin.
  • Rifampisin.
    Lansoprazol dapat menurunkan kadar serum rifampisin.
  • Rilpivirin, ataznavir, dan nelfinavir.
    Lansoprazol dapat menurunkan konsentrasi obat tersebut dalam plasma.
  • Warfarin.
    Lansoprazol dapat meningkatkan waktu INR dan protombin.
  • Clopidogrel.
    Lansoprazol dapat menurunkan efektivitas clopidogrel.
  • Digoksin.
    Lansoprazol dapat meningkatkan eksposur digoksin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lansoprazole
Diakses pada 28 September 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/lansoprazole/
Diakses pada 28 September 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a695020.html
Diakses pada 28 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email