Acetylcholine

27 Apr 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Virly
Acetylcholine merupakan obat yang digunakan saat operasi mata

Acetylcholine merupakan obat yang digunakan saat operasi mata

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Miochol-E

Deskripsi obat

Acetylcholine merupakan obat yang digunakan saat operasi mata. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko peningkatan tekanan dalam bola mata setelah operasi.

Biasanya, acetylcholine diberikan setelah pemasangan lensa pada operasi katarak. Obat ini pun diberikan selama transplantasi kornea (keratoplasti), pengangkatan iris atau selaput berwarna di belakang kornea mata (iridektomi), dan pembedahan mata bagian depan lainnya yang memerlukan pengecilan pupil mata (miosis) yang cepat.

Acetylcholine (Asetilkolin)
GolonganKelas terapi: Obat miotik Klasifikasi obat: Parasimpatomimetik
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatSerbuk steril sebagai obat larut
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Injeksi pada mata (intraokular)
Pengecilan pupil mata (miosis) selama operasi

  • Dewasa:
    • Sediaan 1%: Berikan 0,5-2 ml (5-20 mg) secara langsung ke mata bagian depan. Miosis dapat bertahan selama kurang lebih 20 menit. Untuk mendapatkan efek miosis lebih lama, pemberian dosis kedua dapat dipertimbangkan.

Aturan pakai obat

Dilakukan langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

Acetylcholine hanya digunakan saat diperlukan, sehingga Anda tidak memiliki jadwal penggunaan obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan acetylcholine adalah:

  • Pembengkakan kornea
  • Iritasi mata
  • Mata nyeri
  • Perubahan penglihatan
  • Berkeringat
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Kesulitan bernapas
  • Denyut jantung lambat (bradikardia)

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan acetylcholine pada kondisi:

  • Melekatnya iris pada kornea (sinekia anterior)
  • Asma
  • Penyempitan saluran napas (obstruksi)
  • Gangguan jantung dan pembuluh darah, misalnya denyut jantung di bawah normal (bradikardia) atau serangan jantung
  • Tekanan darah rendah
  • Epilepsi
  • Parkinsonisme atau gejala penyakit Parkinson
  • Tingginya kadar hormon tiroid (hipertiroid)
  • Tukak atau luka lambung

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 4-25°C. Jangan dibekukan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan acetylcholine pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap acetylcholine
  • Pembengkakan iris (iritis) akut
  • Radang bilik mata depan (anterior) akut
  • Pupil mengecil (miotik)

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan acetylcholine pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika efek samping memburuk atau muncul reaksi alergi, seperti

  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Kulit merah
  • Bengkak
  • Sesak di dada
  • Kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara
  • Suara serak yang tidak biasa
  • Pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Perubahan penglihatan, sakit mata, atau iritasi mata yang sangat parah

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi acetylcholine dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, meliputi:

  • Obat golongan inhibitor kolinesterase, seperti neostigmin
    Penggunaan bersama akan meningkatkan efek samping acetylcholine.
  • Obat jantung golongan beta blocker, misalnya metoprolol
    Penggunaan bersama menyebabkan penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme) berat yang diikuti dengan penumpukan cairan pada paru-paru (edema paru).
  • Obat NSAID (antiinflamasi nonsteroid)
    Penggunaan bersamaan obat NSAID akan menurunkan efektivitas acetylcholine.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/acetylcholine?mtype=generic
Diakses pada 15 April 2021

PDR. https://www.pdr.net/drug-summary/Miochol-E-acetylcholine-chloride-71
Diakses pada 15 April 2021

Drugs. https://www.drugs.com/sfx/acetylcholine-ophthalmic-side-effects.html
Diakses pada 15 April 2021

Netdoctor. https://www.netdoctor.co.uk/medicines/eye-care/a7128/miochol-e-acetylcholine/
Diakses pada 15 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email