Pemberian acetylcholine bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya peningkatan tekanan dalam bola mata setelah pasien menjalani operasi pada mata.
Pemberian acetylcholine bertujuan untuk mengurangi risiko pembengkakan mata setelah pasien menjalani operasi

Miochol-E

Acetylcholine merupakan obat yang digunakan pada saat operasi mata. Misalnya, setelah pemasangan lensa pada operasi katarak, keratoplasti (transplantasi kornea), iridektomi, dan pembedahan mata bagian depan lainnya yang memerlukan miosis (pengecilan pupil yang cepat).

Obat ini menyebabkan otot pada iris berkontraksi, sehingga pupil mengecil dan terjadi miosis. Tujuan dari pemberian acetylcholine adalah mengurangi risiko terjadinya peningkatan tekanan dalam bola mata setelah dilakukannya tindakan operasi.

Acetylcholine (Asetilkolin)
Golongan

Obat miotik

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Serbuk steril sebagai obat larut

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan acetylcholine selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi atau menggunakan obat.

Intraokular

Miosis selama operasi

Dewasa: Dalam sediaan 1%: Berikan 0,5-2 mL (5-20 mg) secara langsung ke mata bagian depan. Miosis dapat bertahan selama kurang lebih 20 menit. Untuk mendapatkan efek miosis yang lebih lama, pemberian dosis kedua dapat depertimbangkan.

Bentuk sediaan acetylcholine adalah bubuk steril yang harus dilarutkan dengan cairan khusus. Kemudian, obat ini akan disuntikkan ke bagian depan mata secara perlahan untuk mendapatkan efek miosis.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera di tangani oleh tenaga medis.

Obat acetylcholine dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Efek samping pada mata: edema atau pembengkakan pada kornea, pandangan berkabut, lepasnya retina.
  • Nyeri perut, mual dan muntah, diare.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat.
  • Nyeri kepala.
  • Tekanan darah rendah.
  • Bradikardi (denyut jantung melambat).
  • Produksi air liur berlebihan.
  • Lakrimasi (produksi air mata berlebih).
  • Berkeringat.
  • Rhinorrhoea (keluarnya cairan atau lender kental dari hidung).
  • Berkeringat.
  • Sesak napas.
  • Saluran napas menyempit.
  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti ruam. gatal-gata, kulit merah, bengkak, melepuh, atau mengelupas dengan atau tanpa demam, mengi, sesak di dada atau tenggorokan, kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara, suara serak yang tidak biasa, atau pembengkakan mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum digunakan atau dikonsumsi. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan acetylcholine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi berikut:

  • Efek yang ditimbulkan oleh acetylcholine meningkat dan memanjang bila dikonsumsi bersamaan dengan inhibitor kolinesterase (seperti neostigmin).
  • Menyebabkan bronkospasme (menyempitnya saluran pernapasan) berat yang diikuti dengan edema paru (akumulasi cairan pada paru-paru) dan kelainan konduksi jantung bila dikonsumsi bersamaan dengan dengan obat jantung golongan beta blocker (misalnya, metoprolol).
  • Jika diberikan bersamaan dengan OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid), akan membuat efek acetylcholine tidak efektif.

Ditinjau oleh: dr.Virly Isella

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/acetylcholine/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 11 Januari 2019

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/acetylcholine.html

Diakses pada 11 Januari 2019

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/acetylcholine-klorida

Diakses pada 11 Januari 2019

BPOM. http://pionas.pom.go.id/obat/miochol-e

Diakses pada 11 Januari 2019

PubChem. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/acetylcholine_chloride#section=Top

Diakses pada 11 Januari 2019

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/miochol-e-acetylcholine-343661

Diakses pada 11 Januari 2019

Stamper RL. Drake MV. Cholinergic drugs. Becker-Shaffer’s Diagnosis and Therapy of the Glaucomas. 2009

Diakses pada 11 Januari 2019

Artikel Terkait