Acetram tablet digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 69.000/box per Juni 2020
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 10 tablet
Produsen Prima Medika Laboratories

Acetram tablet digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Acetram tablet mengandung zat aktif tramadol dan parasetamol.

  • Meringankan nyeri akut dan kronik.
  • Meredakan nyeri sedang hingga berat.
  • Dilakukan untuk melakukan diagnostik atau terapeutik yang menyakitkan.
  • Mengatasi nyeri pasca operasi.
  • Pengobatan olahraga dan rehabilitasi.
  • Tramadol 37,5 mg.
  • Parasetamol 325 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Meredakan nyeri:
    • Dosis umum: 1-2 tablet/4-6 jam.
    • Dosis maksimal: 8 tablet/hari.
  • Pasien penderita dengan klirens kreatinin 30 ml/menit ke bawah: maksimal 2 tablet/12 jam.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Mual.
  • Pusing.
  • Penurunan kesadaran (somnolen).
  • Nyeri pada perut.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Kelemahan.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Mulut kering.
  • Diare.
  • Perasaan gembira yang berlebihan (euforia).
  • Sakit kepala.
  • Kemerahan pada muka.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Gangguan gemetar yang tidak bisa dikendalikan (tremor).
  • Muntah.
  • Gangguan pernapasan.
  • Denyut nadi melemah.
  • Kejang.
  • Gangguan menstruasi.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita depresi pernapasan.
  • Pasien penderita asma akut atau parah.
  • Pasien yang mengalami penyumbatan (obstruksi) pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang mengonsumsi obat penghambat monoamin oksidase atau mengonsumsi monoamin oksidase selama 14 hari terakhir.
  • Pasien yang mengalami intoksikasi alkohol akut.
  • Pasien yang mengonsumsi obat hipnotik.
  • Pereda nyeri (analgesik) yang bekerja secara sentral, opiat atau obat psikotropik.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita gagal hati.
  • Pasien penderita peradangan hati (hepatitis).
  • Pasien penderita kekurangan suplai darah ke jantung (iskemia miokard).
  • Pasien yang mengalami sulit bernapas akibat terjadinya penumpukan cairan di dalam kantong paru-paru (edema paru).
  • Dapat menyebabkan ketegantungan.
  • Pasien penderita depresi pernapasan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi adrenal.
  • Hindari penghentian terapi secara tiba-tiba atau mendadak.
  • Lakukan pemantauan depresi pernapasan pada 24-72 jam pertama memulai terapi.
  • Penghambat monoamin oksidase non selektif.
  • Alkohol.
  • Karbamazepin.
  • Agonis-antagonis opiat.
  • Alvimopan.
  • Prokarbazin.
  • Rasagilin.
  • Safinamid.
  • Selegilin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/acetram?type=brief&lang=id
Diakses pada 15 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/ultracet-tramadol-acetaminophen-343353#0
Diakses pada 15 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/acetaminophen-and-tramadol.html
Diaskes pada 15 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait