Acetin 600 tablet effervescent digunakan untuk mengobati infeksi saluran napas yang ditandai dengan terdapatnya lendir yang kental dan lengket secara berlebih.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 88.400/box per Juni 2020
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 10 tablet (600 mg)
Produsen Sanbe Farma

Acetin 600 tablet effervescent digunakan untuk mengobati infeksi saluran napas yang ditandai dengan terdapatnya lendir yang kental dan lengket secara berlebih. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Acetin 600 tablet effervescent mengandung zat aktif asetilsistein.

Mengobati:

  • Gangguan pernapasan yang ditandai dengan terdapatnya lendir yang kental dan lengket secara berlebih.
  • Penyakit paru akut dan kronis yang disertai lendir.
  • Peradangan bronkus akibat infeksi dan iritasi yang baru saja terjadi dan berlangsung selama maksimal 3 minggu (bonkitis akut) dan peradangan bronkus yang berlangsung lama (bronkitis kronik).
  • Penyakit kronis akibat kerusakan kantong udara atau alveolus pada paru-paru sehingga membuat pernapasan menjadi pendek (emfisema paru).
  • Kelainan bawaan lahir yang menyebabkan lendir kental terbentuk di paru-paru dan sistem pencernaan (mukovisidosis).
  • Kerusakan dan pelebaran permanen pada bronkus dan saluran pernapasan (bronkiektasis).

Asetilsistein 600 mg

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Gangguan saluran napas: 1 tablet/hari, sebaiknya dikonsumsi pada malam hari.
  • Keracunan parasetamol (secara sengaja ataupun tidak):
    • Dosis awal: 140 mg/kg BB.
    • 10 jam setelah keracunan: 70 mg/kg BB setiap 4 jam selama 1-3 hari.
  • Uropati dari isofosfamid dan siklofosfamid: 1 g sebanyak 4 kali/hari.

Tablet dilarutkan dalam ½ gelas air dikonsumsi setelah makan malam.

  • Reaksi alergi.
  • Pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).
  • Penyakit yang ditandai dengan adanya bengkak pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Ruam kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Mual.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Pingsan (sinkop).
  • Keringat berlebih.
  • Nyeri sendi (artralgia).
  • Penglihatan kabur.
  • Gangguan fungsi hati.

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

  • Dikonsumsi sesudah makan pada pasien penderita peradangan pada dinding lambung (gastritis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus) hingga kadar glukosa darah terkendali pada rentang normal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Dapat mengencerkan atau meningkatkan volume sekresi bronkus pada awal terapi.
  • Dapat memperberat gejala batuk pada asma bronkial akut.
  • Pasien penderita asma bronkial.
  • Hentikan penggunaan jika mengalami (bronkospasme).
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita pendarahan pada lambung atau esofagus.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien yang menjalani diet rendah garam.
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif.
  • Pasien penderita penyakit ginjal.

Berikan secara terpisah jika dikonsumsi dengan antibiotik tertentu.

MIMS.https://www.mims.com/indonesia/drug/info/acetin%20600?type=brief&lang=id
Diakses pada 16 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/acetadote-cetylev-antidote-acetylcysteine-antidote-343740#0
Diaskes pada 16 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/acetylcysteine.html
Diaskes pada 16 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.