Abbotic XL digunakan pada pengobatan infeksi mikroorganisme yang rentan
Abbotic XL digunakan pada pengobatan infeksi mikroorganisme yang rentan
Abbotic XL digunakan pada pengobatan infeksi mikroorganisme yang rentan
Abbotic XL digunakan pada pengobatan infeksi mikroorganisme yang rentan
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 606.989/strip (10 tablet) per April 2019
Kemasan 1 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen Abbott Indonesia

Abbotic XL adalah obat untuk perawatan infeksi bakteri pada saluran pernapasan atas, peradangan pada bronkus (bronkitis), infeksi paru-paru (pneumonia), infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media akut), serta infeksi kulit dan struktur kulit (impetigo, folikulitis, selulitis, dan abses). Obat ini mengandung klaritromisin yang merupakan antibiotik golongan makrolida. Abbotic granul termasuk golongan obat keras yang memerlukan resep dokter.

Digunakan pada perawatan infeksi karena organisme yang rentan, dalam kondisi berikut: infeksi saluran pernapasan atas (faringitis streptokokus), infeksi saluran pernapasan bawah (bronkitis, pneumonia), otitis media akut, infeksi struktur kulit dan kulit (impetigo, folikulitis, selulitis, abses).

Dewasa: 

Dosis yang dianjurkan: 500 mg/hari

Infeksi yang lebih parah:

Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1000 mg/hari (2x500 mg). Durasi terapi biasanya 7 hingga 14 hari.

Harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan, telan utuh dan jangan dikunyah atau dihancurkan. Tablet tidak boleh dipotong atau dibelah dua.

Sakit kepala, diare, muntah, nyeri sendi, nyeri otot, sariawan, halusinasi, gangguan cemas, kelemahan otot, reaksi alergi, urtikaria, perubahan warna lidah, gangguan fungsi pengecap, gangguan pencernaan, peningkatan kreatinin serum.

Hipersensitif terhadap obat antibiotik makrolida, pasien terapi terfenadine yang memiliki kelainan jantung sebelumnya atau gangguan elektrolit. Hindari konsumsi bersamaan dengan cisapride, pimozide, terfenadine, dan astemizole.

Gangguan fungsi hati, gangguan ginjal sedang hingga berat, penyakit jantung, penyakit otot (myasthenia gravis), pasien usia post-pubertas, dokter harus hati-hati menimbang manfaat terhadap risiko untuk diberikan kepada ibu hamil. Penggunaan klaritromisin yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri atau jamur yang tidak rentan serta kemungkinan resistensi silang antara klaritromisin dan obat-obatan makrolida lainnya, serta lincomycin dan clindamycin.

Teofilin, carbamazepine, obat yang dimetabolisme oleh CYP450 (digoksin, siklosporin, disopiramid, alkaloid ergot, lovastatin, midazolam, fenitoin, triazolam, dan warfarin).

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/biaxin-xl-clarithromycin-342524#91
Diakses pada 5 Agustus 2019

SehatQ. https://www.sehatq.com/obat/clarithromycin
Diakses pada 19 September 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/abbotic-abbotic%20granule-abbotic%20xl/?type=brief
Diakses pada 20 September 2019

Artikel Terkait