Abbotic tablet 500 mg

Abbotic digunakan untuk mengobati infeksi ringan hingga yang disebabkan oleh strain mikroorganisme

Deskripsi obat

Abbotic tablet adalah obat untuk perawatan infeksi bakteri pada saluran pernapasan atas, peradangan pada bronkus (bronkitis), infeksi paru-paru (pneumonia), infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media akut), serta infeksi kulit dan struktur kulit (impetigo, folikulitis, selulitis, dan abses). Obat ini mengandung klaritromisin yang merupakan antibiotik golongan makrolida. Abbotic granul termasuk golongan obat keras yang memerlukan resep dokter.

Abbotic tablet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 452.907/strip (10 tablet) per April 2019
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (500 mg)
ProdusenAbbott Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

Digunakan pada perawatan infeksi karena organisme yang rentan, dalam kondisi berikut: infeksi saluran pernapasan atas (faringitis streptokokus), infeksi saluran pernapasan bawah (bronkitis, pneumonia), otitis media akut, infeksi struktur kulit dan kulit (impetigo, folikulitis, selulitis, abses).

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

Dosis anjuran: 250 mg 2 kali/hari (dapat ditingkatkan menjadi 500 mg 2 kali/hari untuk infeksi berat). Lamanya terapi 7-14 hari.

Infeksi legionella pneumophila: 500mg diberikan sebanyak 2 kali/hari selama 4 minggu.

Pasien dengan gangguan ginjal (jika nilai creatinine clearance <30 mL/menit):

Dosis dikurangi menjadi setengahnya yaitu, 250 mg diberikan sebanyak 1 kali/hari atau 250 mg diberikan sebanyak 2 kali/hari pada infeksi yang lebih parah. Pengobatan tidak boleh dilanjutkan lebih dari 14 hari.

Aturan pakai obat

Harus dikonsumsi bersamaan dengan makanan, telan utuh dan jangan dikunyah atau dihancurkan. Tablet tidak boleh dipotong atau dibelah dua.

Efek samping obat

Sakit kepala, diare, muntah, nyeri sendi, nyeri otot, sariawan, halusinasi, gangguan cemas, kelemahan otot, reaksi alergi, urtikaria, perubahan warna lidah, gangguan fungsi pengecap, gangguan pencernaan, dan peningkatan kreatinin serum.

Perhatian Khusus

Gangguan fungsi hati, gangguan ginjal sedang hingga berat, penyakit jantung, penyakit otot (myasthenia gravis), pasien usia post-pubertas, dokter harus hati-hati menimbang manfaat terhadap risiko untuk diberikan kepada ibu hamil. Penggunaan klaritromisin yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri atau jamur yang tidak rentan serta kemungkinan resistensi silang antara klaritromisin dan obat-obatan makrolida lainnya, serta lincomycin dan clindamycin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hipersensitif terhadap obat antibiotik makrolida, pasien terapi terfenadine yang memiliki kelainan jantung sebelumnya atau gangguan elektrolit. Hindari konsumsi bersamaan dengan cisapride, pimozide, terfenadine, dan astemizole.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Teofilin, carbamazepine, obat yang dimetabolisme oleh CYP450 (digoksin, siklosporin, disopiramid, alkaloid ergot, lovastatin, midazolam, fenitoin, triazolam, dan warfarin).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/abbotic-abbotic%20granule-abbotic%20xl/?type=brief
Diakses pada 1 April 2019

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/biaxin-xl-clarithromycin-342524#91
diakses pada 5 Agustus 2019

SehatQ. https://www.sehatq.com/obat/clarithromycin
Diakses pada 19 September 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email