3TC-HBV Tablet 100 mg

26 Sep 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 2 strip @ 10 tablet (100 mg)
Produsen
Glaxo Wellcome Indonesia

3TC-HBV tablet adalah obat untuk mengobati infeksi virus seperti infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan melemahnya kemampuan tubuh dalam melawan penyakit dan infeksi atau human immunodeficiency virus (HIV) dan peradangan pada organ hati yang disebabkan karena infeksi virus hepatitis B (HBV). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. 3TC-HBV tablet mengandung zat aktif lamivudin.

Mengobati dua infeksi virus yang berbeda, yaitu:

  • Peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV).
  • Infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan melemahnya kemampuan tubuh dalam melawan penyakit human immunodeficiency virus (HIV).

Lamivudin merupakan obat yang termasuk dalam kelas nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs). Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah virus HIV dan hepatitis B dalam darah. Meskipun lamivudin tidak menyembuhkan HIV, hal itu dapat menurunkan kemungkinan Anda mengembangkan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) dan penyakit terkait HIV seperti infeksi serius atau kanker.

Lamivudin 100 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 100 mg sebanyak 1 kali/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Diare.
    Minum banyak air untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan adanya penurunan jumlah dan frekuensi buang air kecil, urin berwarna gelap, dan berbau menyengat.
  • Mual, muntah, sakit perut, perut kembung, dan gangguan pencernaan.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana, serta hindari makanan yang kaya rasa atau pedas. Jika kondisi ini masih berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan minta apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Gejala batuk dan pilek serta demam.
    Bicarakan dengan dokter Anda tentang hal ini.
  • Kelelahan.
    Jangan mengemudi kendaraan dan jangan menggunakan alat atau mesin saat Anda merasa kelelahan. Jika kondisi ini terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia), ruam pada kulit, kerontokan rambut, dan nyeri otot.
    Jika semua ini mengganggu, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Peradangan pada organ pankreas (pankreatitis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap lamivudin.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak dengan riwayat atau faktor risiko peradangan pada pankreas (pankreatitis).
  • Pasien penderita membesarnya ukuran organ hati (hepatomegali), peradangan pada organ hati (hepatitis) atau faktor risiko lain untuk penyakit hati.
  • Wanita hamil.
  • Emtrisitabin.
    Lamivudin dapat menyebabkan peningkatan efek buruk jika dikonsumsi dengan emtrisitabin.
  • Trimetoprim.
    Trimetoprim dapat menyebabkan penurunan pengeluaran lamivudin sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping.
  • Zalsitabin.
    Lamivudin dapat menyebabkan efek yang berlawanan dengan tindakan antivirus zalsitabin.
  • Azitromisin.
    Penggunaan lamivudin dan azitromisin dapat menyebabkan terjadinya anemia berat.
  • Lamivudin dan tenofovir dengan abacavir.
    Dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan terjadinya resistansi dapat terjadi akibat penggunaan obat sebanyak 3 kali/hari.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lamivudine?mtype=generic
Diakses pada 8 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/3tc-hbv?type=brief&lang=id
Diakses pada 8 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a696011.html
Diakses pada 8 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/lamivudine-oral-tablet#about
Diakses pada 8 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5600-8268/lamivudine-oral/lamivudine-oral/details
Diakses pada 8 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/lamivudine-for-hiv-epivir
Diakses pada 8 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Gejala HIV pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orangtua

Gejala HIV pada anak tidak boleh diabaikan. Orangtua harus memahami betul gejala HIV pada anak, supaya pengobatan dan penanganannya maksimal.
29 Feb 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Ini Gejala HIV pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orangtua

Seberapa Efektif Pengobatan HIV untuk Wanita?

Dengan pengobatan HIV berupa terapi antiretroviral (ART), penderita HIV tetap dapat menjalani hidup dengan sehat. Sayangnya, pengobatan HIV ini belum dimanfaatkan dengan optimal.
17 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Seberapa Efektif Pengobatan HIV untuk Wanita?

Apa Saja Pilihan Pengobatan Hepatitis yang Efektif?

Hepatitis adalah infeksi virus yang menyebabkan peradangan pada hati. Berganti pasangan seksual, tato dan tindik dapat meningkatkan risiko terkena hepatitis.
07 Jun 2019|dr. M. Helmi A.
Baca selengkapnya
Apa Saja Pilihan Pengobatan Hepatitis yang Efektif?