Apa benar bukan DBD?

HM Info Penanya: HM, Wanita, 21 Tahun
Dok kan saya kmren kmren demam tinggi (38.8) lalu 3 hari kemudian sudah turun jdi (36.6), ternyata pada malam harinya naik menjadi 39.4 d sertai gejala muntah dan sakit perut dan ada bintik merah kecil. Lalu besoknya saya cek lab dan hasilnya negatif dbd karena trombositnya bagus. Dan skrg sudh tidak muntah dan tidak demam lagi , tp masih ada sakit perut dan skrg muncul merah merah d telapak tangan
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi HM,

Demam tinggi memang seringkali dikaitkan dengan demam berdarah dengue (DBD) terutama bila sedang musim penghujan. Namun ada beberapa penyakit lain yang juga memiliki ciri demam tinggi.

Berikut ini penyebab demam tinggi:

  • Demam berdarah. Demam berdarah seringkali ditandai dengan turunnya trombosit saat hari ketiga sakit, namun trombosit tidak turun bukan berarti sudah bisa menyingkirkan DBD. Bila daya tahan tubuh baik, maka trombosit bisa saja tidak terlalu turun, atau baru turun di hari kelima demam. Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan IgM IgG dengue untuk memastikan Anda terserang DBD atau bukan, dan tidak hanya berpatokan pada hasil trombosit yang normal saja.
  • Campak. Selain demam akan muncul bercak-bercak kemerahan di seluruh tubuh.
  • Demam tifoid. Demam cenderung tinggi saat sore dan malam hari, serta ada gangguan BAB seperti diare atau sembelit.
  • Hand Foot and Mouth Disease (HFMD). Muncul bercak-bercak kemerahan pada telapak tangan dan kaki seperti digigit nyamuk serta adanya sariawan.

Sementara yang dapat Anda lakukan agar lekas sehat adalah:

  1. Banyak makan dan minum air putih.
  2. Perbanyak istirahat.
  3. Minum antacida bila perut terasa perih atau mual.
  4. Kompres mengggunakan air hangat pada bagian perut yang sakit.
  5. Hindari konsumsi gorengan dan pedas.

Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan darah ulang 2 hari setelah pemeriksaan yang pertama untuk konfirmasi hasilnya. Dan konsultasikan dengan dokter terdekat bila keluhan merah-merah di tangan semakin banyak.

Salam sehat,

dr. Vina

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Virus campak seperti rubeola merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan

Waspadai Penularan Virus Campak pada Bayi dan Anak, Ini Cara Penanganannya!

Virus campak seperti rubeola, morbili, measles merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan infeksi sistemik. Virus ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.