Suntik KB lalu berhubungan seksual apakah bisa hamil?

LA Info Penanya: LA
Dok, saya sudah setahun menjalani suntik kb 1 bln.. Tp bln kmarin, Saya suntik pas 5 hari haid, 4 hari kmudian saya hbungn intim. Apakh ada kmungkinan saya dpt hamil? Terimaksh
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam LA,

Suntik KB adalah penyuntikan hormon untuk mencegah terjadinya kehamilan, penyuntikan bisa dilakukan 1 bulan sekali ataupun 3 bulan sekali. Jika sebelumnya sudah rutin melakukan suntik KB maka perlindungan akan lebih efektif, tetapi jika baru pertama kali dilakukan maka perlu menunggu 7 hari agar suntikan KB memberikan perlindungan yang optimal dan perlu menggunakan kontraspesi tambahan apabila ingin berhubungan badan.

Jika dilakukan saat menstruasi dan sudah pernah sebelumnya, maka sudah terdapat perlindungan dari kehamilan. Jadi kemungkinan hamil setelah suntik KB kecil kemungkinannya.

Apabila sudah ingin kembali hamil perlu berhenti menggunakan KB suntik. KB suntik sendiri bisa menimbulkan sejumlah efek samping seperti:

  • Perlu waktu sampai beberapa bulan untuk bisa kembali subur
  • Bisa menyebabkan gangguan siklus menstruasi sampai beberapa waktu setelah dihentikan penggunaannya
  • Bisa menyebabkan masalah kepadatan tulang tapi bisa berangsur membaik setelah KB dihentikan
  • Menimbulkan penambahan berat badan
  • Menimbulak keluhan lain seperti masalah sakit kepala, nyeri payudara ataupun perdarahan di luar masa menstruasi

Jika merasa ragu atau tidak haid sama sekali saat menggunakan KB suntik bisa coba periksakan dan konsultasikan untuk memilih metode kontrasepsi lain yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Hamil bayi kembar meningkatkan risiko Ibu terkena morning sickness hingga diabetes gestasional

11 Hal yang Perlu Anda Ketahui saat Hamil Bayi Kembar

Hamil bayi kembar adalah hal yang membahagiakan, namun berbeda dengan kehamilan tunggal, hamil bayi kembar memiliki beberapa risiko seperti meningkatnya gejala morning sickness, hingga risiko diabetes gestasional.