Vagina gatal dan perih saat hamil 39 minggu

AE Info Penanya: AE
Dok saya sudah memasuki kehamilan 39 minggu, mau tanya kenapa vagina saya gatal dan perih sekali yah?obatnya apa yah dok supaya tidak gatal dan perih lagi?Apa pembersih kewanitaan seperti sabun sirih aman untuk ibu yg sedang hamil tua?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang AE,

Vagina yang terasa gatal dan perih bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih, terutama bila kehamilan Anda sudah semakin bertambah besar.

Selain infeksi saluran kemih, keluhan gatal dan perih pada vagina bisa disebabkan oleh :

  1. Keputihan. Keputihan yang tidak normal bila warnanya berubah menjadi putih susu, kuning kehijauan atau abu-abu, disertai rasa gatal dan berbau amis atau busuk. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi jamur atau infeksi bakteri akibat area kelamin yang sering lembab.
  2. Infeksi menular seksual.
  3. Iritasi akibat pemakaian produk pembersih area kelamin.
  4. Berhubungan seksual dengan penetrasi yang berlebihan atau foreplay yang kurang.

Sementara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keluhan vagina gatal tersebut adalah :

  • Perbanyak konsumsi air putih.
  • Berendam menggunakan air rebusan daun sirih yang sudah dicuci bersih, kira-kira selama 30 menit.
  • Hindari pemakaian produk pembersih kelamin maupun tissue basah untuk membasuh kelamin.
  • Basuh kelamin dari arah depan ke belakang dan pastikan dilap kering.
  • Hindari pemakaian celana yang terlalu ketat.
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.

Lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan bila keluhan semakin parah, muncul keluhan nyeri ketika berkemih, atau keluar darah yang bercampur dengan urin.

Salam sehat,

dr. Vina

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Infeksi rahim atau endometritis dapat berpengaruh pada kemampuan seorang perempuan untuk dapat hamil atau mempertahankan kehamilannya

Jika Dibiarkan, Infeksi Rahim Bisa Berpengaruh pada Kesuburan

Infeksi rahim atau endometritis dapat memengaruhi kesuburan. Infeksi rahim tidak mengancam nyawa, namun harus segera diobati umumnya dengan antibiotik.