Usia 44 tahun, menstruasi mulai tidak lancar dan keluar spotting.

BA Info Penanya: BA, Pria, 44 Tahun
Mlm dok,sdh kurleb 1th ini haid sy sering telat(mndur durasix lebih lama dr biasax) usia skrg 44th .kl dulu seminggu psti sdh suci tpi akir2 ini keluar spot2 pas dtg haid antara hr prtma smpek 4 hr,bru lncar hr ke 5 &smpek hmpir 10hr lebih baru suci,knp ya dok kok ad perubahan sprti yg sy alami dg interval haid sy yg smkin tmbh lama dr yg dulu2 .tpi ttap teratur haid sih dok tiap bln.apa itu alamiah ,ap bkn tanda2 menopause dini,kan usia sy baru 44 th.. terima kasih bnyk dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, ID

Terima kasih atas pertanyaannya.

Kemungkinan anda memang memasuki fase perimenopause yaitu fase sebelum menopause itu sendiri. Menopause adalah masa ketika menstruasi tidak terjadi lagi, karena jumlah sel telur dari indung telur (ovarium) sudah habis. Setiap wanita jumlah sel telur (ovum) berbeda-beda namun rata-rata terjadi di usia 40an. Ada beberapa penyebab menopause bisa lebih cepat (dibawah usia 40 tahun) seperti akibat operasi atau kemoterapi.

Pada fase perimenopause, indung telur (ovarium) yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron, fungsinya menurun sehingga kadar estrogen terus berkurang dan mulai menghasilkan gejala seperti menopause. Bila sudah satu tahun menstruasi tidak kunjung muncul maka disebut telah memasuki fase menopause. Kemudian setelah estrogen sudah tidak diproduksi disebut fase postmenopause dimana resiko kesehatan terkait hilangnya estrogen meningkat terutama osteoporosis dan sakit jantung.

 

Untuk memastikannya anda perlu memeriksakan diri ke Dokter Kandungan untuk evaluasi lebih lanjut. Berikut saya lampirkan artikel mengenai pra menopause untuk referensi tambahan.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Infeksi virus Zika sering tidak menimbulkan gejala pada penderitanya

Sejauh Mana Efek Virus Zika pada Kehamilan, termasuk Infeksi Rahim?

Virus Zika dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk dan hubungan badan dengan orang yang memiliki gejala infeksi virus Zika. Infeksi virus ini tidak berbahaya namun memiliki dampak tersendiri pada kehamilan. Virus Zika ini sering dihubungkan sebagai penyebab keguguran janin, dan cacat lahir seperti mikrosefali.