Tubuh kaku setelah bangun tidur

EP Info Penanya: EP, Pria, 39 Tahun
Dok, beberapa waktu ini, saya setelah bangun tidur terkadang merasakan tubuh seperti kaku (agak malas bangun) padahal malam hari tidak merasakan apa-apa (normal). Kira-kira kenapa, ya? Karena untuk konsumsi makanan normal saja tidak ada perubahan yang mencolok. Mohon bantuan Bapak atau Ibu Dokter. Atas perhatian dan bantuannya. Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Bapak Eko,

Bangun pagi dengan badan tidak segar, terasa kaku dan malas kemungkinan disebabkan karena kualitas tidur yang tidak baik. Kualitas tidur yang buruk dapat dipengaruhi oleh beberap faktor antara lain :

  1. Tidak cukup tidur dan adanya gangguan tidur. Orang dewasa normal membutuhkan waktu 6 sampai 7 jam untuk tidur malam. Sebaiknya mulai tidur pada jam 10 malam dan bangun pada jam 4.30 pagi. Karena yang terpenting dari kualitas tidur yaitu dapat mencapai fase tidur dalam pada jam 11 malam bila disesuaikan dengan gelombang otak manusia. Bila kualitas tidur terganggu atau waktu tidur tidak sesuai, maka saat bangun tidur badan akan tetap terasa lemas dan lelah. Pada orang yang  mendengkur, menyebabkan tidur terganggu dan sering tidak disadari. Untuk kondisi ini kami sarankan untuk konsultasi lebih lanjut dengan Dokter di RS terdekat.
  2. Hindari bekerja dan “online” sampai melebihi jam 10 malam. Kebiasaan nonton televisi, online di media sosial, dan bekerja didepan komputer sampai jam 10 malam menyebabkan otak sulit untuk tidur sehingga saat bangun di pagi hari badan tidak bersemangat.
  3. Dehidrasi (Tubuh kekurngan cairan). Minum air putih 2 Liter / hari, sebaiknya ditambah bila bekerja di luar ruangan, suhu udara panas, dan dalam keadaan sakit.
  4. Terlalu banyak gula dalam darah. Makan malam yang terlalu banyak mengandung gula, alkohol dan karbohidrat, menyebabkan kadar gula darah yang meningkat dan menyebabkan gangguan saat tidur, sehingga pagi hari badan masih terasa lelah dan tidak bersemangat. Sebaiknya seimbangkan menu makan malam dengan buah dan sayuran hijau yang mengandung banyak serat.
  5. Terlalu banyak minum kopi (banyak kafein dalam darah). Minum 1 sampai 2 cangkir kopi sehari akan membuat badan menjadi lebih waspada dan konsentrasi meningkat, namun Kafein yang terlalu banyak dalam darah akan menimbulkan efek sebaliknya yaitu lemas dan letih.
  6. Kurang atau tidak berolahraga. Lakukan olahraga ringan seperti jalan santai dan lari selama 20 menit, paling cepat 3 jam sebelum tidur. Hal ini menyebabkan tidur menjadi lebih nyenyak dan badan akan bersemangat pada pagi harinya.
  7. Stress dan terlalu banyak beban pikiran, menghalangi tubuh untuk tidur nyenyak sehingga pada pagi hari tubuh merasa lelah dan tidak bersemangat.
  8. Makan makanan penghasil gas sebelum tidur, seperti makanan olahan, alkohol, minuman ringan, kol, ubi, bawang bombai, makanan terlalu asam dan terlalu pedas menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan menyebabkan gangguan selama tidur.
  9. Depresi, bila kelelahan tubuh bersifat kronis disertai dengan menurunnya semangat (mood) dan perasaan sedih tanpa sebab, sebaikny segera kunjungi Dokter Spesialis Jiwa terdekat untuk konsultasi lebih lanjut.
  10. Ruangan kamar tidur kurang cahaya matahari. Sebaiknya tidak menggunakan tirai dari bahan yang menghalangi sinar matahari ke kamar tidur. Jika ruangan terlalu gelap, ritme sirkadian akan sulit membedakan antara siang dan malam sehingga tubuh lebih sulit terbangun dari tidur di pagi hari.
  11. Masalah Medis atau penyakit tertentu.

Sebaiknya segera perbaiki pola hidup menjadi Pola Hidup Sehat, dan jika diperlukan kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam terdekat untuk konsultasi lebih lanjut.

 

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyakit narkolepsi membuat penderitanya mudah tidur dan kesulitan menahan rasa kantuknya

Panduan dalam Mengenal Penyakit Narkolepsi

Penyakit narkolepsi adalah penyakit mudah tidur yang terjadi secara mendadak. Gejalanya adalah halusinasi, mengantuk yang berlebih di pagi dan siang hari, katapleksi. Penyebab narkolepsi adalah rendahnya kadar hipokretin.