Tidak suntik KB selama 2 minggu, apakah saya bisa hamil?

PD Info Penanya: PD, Wanita, 19 Tahun
Saya berenti KB suntik selama 2 minggu, setelah nya saya suntik KB lagi yang 3 bulan, secara selama saya ga KB 2 minggu saya berhubungan intim, apakah saya hamil? Karna setelah KB suntik 3 bulan biasa nya sy tidak pernah flek, apalagi mens. Ko ini sy mens ya?? Apakah keguguran atau karna hormon saja? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Siang, P

Jika Anda melewatkan suntik KB, maka sangat mungkin terjadi kehamilan. Efek hormonal dari KB berbeda-beda setiap orang, untuk itu sebaiknya tetap menggunakan kontrasepsi selagi berhubungan intim jika Anda ingin menunda kehamilan.

Anda harus memperhatikan tanda kehamilan berikut ini:

  1. Terlambat menstruasi
  2. Payudara lebih sensitive
  3. Perubahan pada bentuk payudara
  4. Sering buang air kecil
  5. Lebih moody
  6. Mual
  7. Muntah
  8. Mudah lelah
  9. Mengantuk
  10. Lebih peka terhadap bau atau wewangian

Untuk memastikan suatu kehamilan diharapkan test pack ya dengan mencelupkan test pack ke urine pasangan Anda. Hasil positif hamil jika ada dua garis merah pada test pack tersebut. Lalu segera ke dokter kandungan untuk mendapatkan nutrisi tambahan dan mengecek kondisi kehamilannya.

Kapan sebaiknya testpack? Dokter akan meminta Anda untuk melakukan testpack jika sudah terlambat 2 minggu tidak suntik KB dari jadwal seharusnya dan Anda telah melakukan hubungan intim selama masa tidak melakukan suntik KB.

Jika terdapat pendarahan, dapat berupa menstruasi atau darah pembuahan yang menandakan Anda hamil. Sebaiknya Anda ke dokter kandungan ya untuk memeriksakannya.

Salam Sehat,

dr. Karlina Lestari

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Tanda-tanda PMS yang umumnya terjadi adalah kram, sakit kepala, dan mood swing

Serba-serbi PMS, Mulai dari Tanda-tanda PMS Sampai Pencegahannya

PMS merupakan gejala fisik dan psikologis yang dialami oleh wanita sebelum mengalami menstruasi. Tanda-tanda PMS yang sering terjadi, antara lain: kram, payudara mengeras, perubahan nafsu makan, kaki tangan membengkak, sakit kepala, hingga diare.