05 Nov 2020, 11:57Infeksi

VCT non reaktif apakah pasti negatif HIV?

MB
Info Penanya: MB0
Mohon maaf sebelumnya, saya hari ini tadi (5 November 2020) melakukan tes VCT pertama saya semenjak pajanan (perilaku beresiko) saya tanggal (16 Oktober 2020) di puskesmas setempat, dan dinyatakan non reaktif oleh pihak puskesmas. Apakah hal tersebut sudah cukup akurat dan melegakan bagi saya? Untuk gejala HIV sendiri biasanya muncul kapan ya dan apa saja? Sedangkan saya diarahkan untuk test ulang kembali sekitar 90 hari terhitung dari hari test pertama saya. Terima Kasih.
834 Views
2 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Farahdissa
(0)
Selamat malam, MBMTerima kasih atas pertanyaanya.HIV atau Human immunodeficiency virus adalah penyakit yang menyerang sistem imun seseorang akibat virus.  Virus ini akan menghancurkan sel CD4 yang berfungsi untuk melawan infeksi sehingga apabila CD 4 berkurang maka sistem kekebalan seseorang semakin rendah dan rentan terkena penyakit.Pemeriksaan HIV secara dini dikatakan membantu dalam menurunkan angka penyebaran serta mendukung program pemerintah dalam menekan angka penderita HIV.  Di Indonesia ada layanan VCT atau tes HIV secara sukarela disertai dengan konseling.  Layanan ini terdapat pada puskesmas, rumah sakit, dan beberapa klinik yang menyediakan layanan VCT.Perihal yang anda tanyakan, antibodi HIV perlu waktu 3 sampai 12 minggu dari saat terinfeksi untuk terdeteksi dalam darah.  Untuk itu anda disarankan untuk test ulang 3 bulan kedepan.

Gejala yang muncul pada HIV :

  • Gejala awal HIV muncul 2-6 minggu setelah terinfeksi virus. Umumnya akan diawali oleh gejala mirip flu seperti sariawan di mulut atau bisul pada kelamin, badan pegal, demam, tenggorokan sakit.  Gejala ini dapat bertahan hingga 1-2 minggu lalu hilang dengan sendirinya.
  • Fase kedua , virus sedang dalam fase aktif sehingga mudah menular namun jarang ada keluhan.
  • Fase sebelumnya apabila tidak tertangani akan berlanjut ke fase ketiga atau AIDS.   
Sementara ini, hindari melakukan aktivitas seksual dengan bergonta ganti pasangan atau gunakan pengaman untuk mencegah penularan HIV dan infeksi menular seksual lainnya.  Lakukan kegiatan yang lebih positif untuk meningkatkan kualitas hidup dan terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan.Semoga penjelasan ini bermanfaat.Salam sehat,dr. Farah
hubungan seks beresikohivinfeksi virusaidsinfeksi menular seksual
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil