Apakah hasil rapid tes Corona dengan IgG reaktif perlu diulang?

SU Info Penanya: SU, Pria, 1 Tahun
Saya mau tanya DokterKalau hasil tes rapid IgG reaktip IgM non reaktip apa ada kemungkinan IgG bisa berubah jadi non reaktip bila melakukan tes rapid ulang?Terimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, SU.

 

Rapid tes Corona merupakan tes yang dilakukan untuk mendeteksi secara dini adanya infeksi virus covid-19 yang merupakan penyebab terjadinya penyakit Corona. Penyakit Corona sendiri adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan pada manusia dan ditularkan melalui percikan batuk dan bersin orang yang terinfeksi. 

Pada pemeriksaan rapid tes Corona ini komponen yang diperiksa adalah antibodi imunoglobulin dimana antibodi merupakan protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh manusia yang berfungsi untuk melawan bakteri, virus atau benda asing lain yang masuk ke tubuh.

Imunoglobulin yang diperiksa berupa IgG dan IgM. Dimana IgG ini menunjukkan seseorang pernah terinfeksi virus kemudian membentuk perlindungan bagi tubuh untuk melawan virus  tersebut sedangkan IgM menunjukkan bahwa seseorang sedang terinfeksi.

Terkait dengan pertanyaan Anda, jika IgG reaktif artinya Anda sudah pernah terinfeksi dan tubuh sudah membentuk kekebalan alami untuk melawan virus. Namun hal ini tetap harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan PCR atau tes swab ya. Jika ada gejala yang muncul sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter paru ya.

Untuk menjaga agar terhindar dari infeksi virus Corona sebaiknya Anda harus melakukan hal dibawah ini:

  • Rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
  • Jika tidak ditemukan sumber air sebaiknya gunakan hand sanitizer.
  • Hindari diri dari kerumunan orang.
  • Jaga jarak dalama antrian minimal 1 meter.
  • Gunakan masker kain dan ganti setiap 4 jam.
  • Makan yang sehat dengan memperbanyak sayur dan buah.
  • Olahraga teratur agar sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik.
  • Banyak minum air putih.
  • Minum suplemen tambahan seperti vitamin C jika dirasa badan mulai drop.

 

Semoga bermanfaat.

Salam sehat, 

 

dr.Sri Wulantini

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
Dibalas oleh SU
09 Jul 2020, 10:30
Terimakasih Dokter atas jawabannyaSaya mau tanya lagi Dok kalau selang beberapa hari saya melakukan tes rapid ulang apa ada kemungkinan IgG bisa berubah yang awalnya reaktip bisa berubah jadi non reaktip?Terimaksih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh
10 Jul 2020, 11:50
Selamat siang,
Untuk IgG yang positif akan menetap dan tidak bisa berubah lagi jadi negatif karena tubuh sudah membentuk memori dari infeksi yang pernah terjadi. Untuk itu bisa perlu dipastikan dengan pemeriksaan swab test untuk melihat apakah masih ada infeksi yang terjadi atau tidak. Salam sehat.
Dibalas oleh SU
10 Jul 2020, 15:51
Dok kalau IgG yg reaktip tidak bisa berubah jd non reaktip berbahaya tidak Dok untuk tubuh kedepannya.Terimakasih atas jawabannya
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh
11 Jul 2020, 15:51
Selamat siang SU,
Dalam beberapa bulan maka IgG akan kembali non reaktif atau tidak terdeteksi, Jadi baik IgM atau IgG tidak akan menetap seumur hidup. Dan perlu diketahui bahwa Ig atau imunoglobulin adalah tanda tubuh memiliki antibodi, bukan menunjukkan keberadaan virus.
Salam sehat,
dr.
Dibalas oleh DS
07 Aug 2020, 00:56
Hasil rapid test IgG reaktive dan IgM nonreaktive, juga tidak ada gejala dan keluhan apa2. Kemudian diberikan surat rekomendasi bahwa tdk dpt melakukan perjalanan. Jika IgG tidak dpt lgsg berubah hasilnya, berarti akan selalu sama kesimpulan agar tdk dpt melakukan perjalanan. Sebenarnya jika hasilnya demikian, apakah boleh melakukan perjalanan dok? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh
07 Aug 2020, 12:12
Selamat siang DS,
IgG merupakan antibodi yang menunjukan seseorang pernah terinfeksi sebelumnya. Sedangkan IgM merupakan tanda seseorang sedang terinfeksi saat ini. Berdasarkan informasi yang Anda berikan, kemungkinan Anda sudah terpapar virus tersebut pada masa lampau dan virusnya sudah tidak aktif untuk saat ini. Boleh saja Anda melakukan perjalanan, namun tetap terapkan protokol kesehatan ya.
Salam sehat.
Dibalas oleh A
11 Aug 2020, 19:09
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan rapid test?Berapa lama antibodi igG bertahan didalam tubuh?Jika seseorang pernah terinfeksi covid19, dan dilakukan rapid tes lebih dari 3 bulan sejak terpapar,apakah rapid tes bisa non reaktif?Jika antibodi cepat hilang, artinya hasil rapid test non reaktif juga tidak bisa mendeteksi riwayat penyakit covid19 jika sudah lebih dari beberapa bulan???
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh
13 Aug 2020, 05:14
Selamat pagi, A.
Menurut penelitian, antibodi IgG pada kasus COVID19 dapat menghilang dalam hitungan bulan. Riwayat infeksi COVID19 dapat tidak terdeteksi jika pemeriksaan dilakukan setelah 3 bulan. Hasil reaktif dari rapid test sendiri tidak mutlak mendeteksi keberadaan virus COVID karena bisa terjadi cross reaction dengan jenis virus pernapasan lain. Jika hendak mendeteksi riwayat COVID19 berkonsultasilah lebih lanjut dengan dokter Paru untuk jenis pemeriksaan yang lebih akurat.
Salam sehat
Dibalas oleh FI
03 Sep 2020, 23:35
halo selamat malam dok..mau make sure dong tentang hasil rapid test, saya Ig G nya reactive dan Ig M nonreactive, nilai rujukan dari dokter nonreactive, dan pada dasarnya saya juga rutin vaksin flu quadri setiap tahun, apakah saya bisa melakukan rutinitas seperti biasa (dgb protokol berlaku) atau harus melakukan karantina? mohon pencerahannya dok.. trima kasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh
04 Sep 2020, 22:22
Selamat malam, FI.
Apabila dinyatakan non-reaktif IgM, maka umumnya lebih aman untuk beraktivitas dengan tetap menjalani protokol kesehatan yang berlaku saat ini,karena menunjukan bukan infeksi akut. Namun, yang perlu ditekankan adalah, rapid test hanya bersifat screening dan bukan merupakan pemeriksaan baku emas untuk COVID-19. Jika Anda ingin lebih memastikan diri Anda terbebas dari COVID-19, Anda dapat menjalani pemeriksaan swab.
Salam sehat
Dibalas oleh DY
07 Sep 2020, 03:10
2 bulan lalu saya rapid test reaktif dan hasil swab negatif, hari ini saya rapid lagi dengan hasil IgG reaktif dan IgM non reaktif. Kalau sesuai penjelasan yang saya baca disini, menurut dokter apakah saya harus swab test lagi?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh
07 Sep 2020, 11:13
Selamat siang DY,
Apabila sesuai anjuran, maka memang disarankan swab untuk konfirmasi ya. Apabila hasilnya negatif, maka kemungkinan ada infeksi di masa lampau. Terima kasih.
Dibalas oleh AM
13 Sep 2020, 12:24
Dok aaya mau tanya Temen saya dulu juli test serologi dengan hasil igg reaktif dan swab test negatif , jika bulan september ini di test serologi apakah hasil igg nya akan tetap reaktif ? Dan perlu swab lagi juga ?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh
14 Sep 2020, 09:18
Selamat pagi AM,
IgG adalah antibodi yang menandakan dulunya pernah terpapar dan sedang masa penyembuhan. Dan nilai IgG ini bisa menetap hingga 6 minggu lebih. Yang penting adalah IgM non reaktif atau hasil PCR nya yang negatif.
Salam sehat,
dr. Vina
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Ibu hamil tidak akan menularkan COVID-19 pada janin

Mungkinkah Ibu Hamil Menularkan Virus Corona kepada Janin?

Kekhawatiran akan kasus COVID-19 juga dirasakan oleh ibu hamil. Tak sedikit yang berpikir bahwa COVID-19 mungkin dapat menyerang janin di kandungannya.