Apa yang menyebabkan terlambat menstruasi?

SU Info Penanya: SU, Wanita, 26 Tahun
2 minggu yang lalu saya masa ovulasi dan melakukan hubungan seksual tetapi suami saya tidak keluar di dalam. Apakah ada kemungkinan hamil? Atau hanya telat haid saja akibat stress? Dan bagaimana caranya agar siklus haid kembali normal?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam SU,

Terimakasih atas pertanyaan Anda di SehatQ.

Siklus menstruasi pada umumnya tidak selalu datang tepat pada waktunya, berbeda-beda tiap wanita. Pada umumnya siklus menstruasi terjadi selama 21-35 hari. Dengan durasi perdarahan menstruasi selama 3-7 hari. Terlambat menstruasi bisa di sebabkan karena beberapa kondisi seperti :

  • Terjadinya kehamilan
  • Gangguan hormon
  • Gangguan tiroid
  • Kelebihan atau kekurangan berat badan
  • Penyakit tertentu seperti kista, miom dan PCOS
  • Stres dan kelelahan
  • Penggunaan alat kontrasepsi tertentu seperti yang mengandung hormonal
  • dll

Berdasarkan keterangan yang Anda berikan, kemungkinan untuk hamil masih ada, untuk memastikan Anda terlambat haid hamil atau bukan, sebaiknya lakukan pemeriksaan testpack. Jika hasil tespack negative, kemungkinan terlambat haid Anda disebabkan karena penyakit diatas atau penyebab lainnya. Jika Anda merasa khawatir, sebaiknya periksakan lebih lanjut ke dokter kandungan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti USG jika diperlukan.

Untuk mengatasi terlambatnnya haid Anda, ada beberapa cara yang dapat dilakukan :

  • Pertahankan berat badan ideal
  • Konsumsi makanan bergizi, perbanyak sayur dan buah
  • Cukupi kebutuhan air putih, minimal 2-3 liter / hari
  • Olahraga teratur, minimal 3-4 kali / minggu
  • Hindari aktivitas berat dan jangan terlalu stress

Semoga bermanfaat,

Salam sehat,

dr. Aisyah

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Jantung janin akan dicek oleh dokter perinatologi di tiap pemeriksaan prenatal

Kunjungi Dokter Perinatologi untuk Masalah Kehamilan Berisiko Tinggi

Dokter perinatologi khusus menangani kehamilan berisiko tinggi. Selain merawat calon ibu yang mengalami gangguan kesehatan, ia juga bertugas menjaga bayi baru lahir yang mengalami masalah medis.