TBC Kelenjar: Apa penyebab dan bagaimana penanganannya?

L Info Penanya: L, Wanita
Hai dok, suami saya awalnya didiagnosis TB kelenjar dan diberi obat. Tapi, suami saya agak kurang disiplin minum obat. Lalu, akhirnya dokter memberikan obat lain lagi, kemudian benjolnya sempat mengecil, tapi kemudian membesar lagi. Lalu, begitu terus, dok, mengecil, membesar lagi, dst. Jadi, akhirnya suami saya disarankan untuk operasi. Tolong kasih saran, dok, kenapa ya benjolan bisa besar kecil gitu? Dan apa yang harus kami lakukan sekarang, dok? Terima kasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang L,

TB kelenjar merupakan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosa yang menyerang kelenjar getah bening, yang biasanya tampak berupa benjolan di sekitar leher, dapat berupa 1 benjolan atau berderet seperti rantai. Selain itu terdapat gejala sistemik seperti penurunan berat badan, tidak napsu makan, sering demam tanpa penyebab yang jelas serta sering berkeringat di malam hari.

Untuk pengobatan TB kelenjar sendiri pada tahap awal dokter akan meresepkan obat anti tuberkulosis seperti rifampicin, isoniazid, pirazinamid, dan ethambutol minimal selama 6 bulan, masa ini dapat diperpanjang tergantung keadaan pasien. Bila respon terhadap pengobatan kurang baik, ada ketidak patuhan minum obat, maka sebaiknya melakukan operasi pengangkatan benjolan tersebut.

Bila sering terjadi kekambuhan seperti itu, sebaiknya Anda dan suami segera berdiskusi untuk mempertimbangkan solusi berupa pengangkatan benjolan oleh dokter bedah.

Salam sehat,

dr. Vina

 

 

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Reaksi natural tubuh sebagai proses penyembuhan terhadap bekas luka vaksin BCG, bisa menimbulkan bisul.

Mengapa Vaksin BCG Menimbulkan Bekas Luka atau Bisul?

Seperti halnya imunisasi cacar air, vaksin BCG bisa menimbulkan bekas luka maupun bisul pada kulit. Tenang saja, ini merupakan reaksi alami tubuh terhadap vaksin, dan bukanlah kondisi berbahaya.