03 Feb 2021, 16:17Pernapasan

Apakah konsumsi obat TBC tidak boleh putus ?

DE
Info Penanya: DE0
Dok, teman saya ini di vonis terkena penyakit tb oleh dokter, sebelum nya dia tidak tau bahwa dia mengidap penyakit tersebut. Lalu dokter memberikan obat yg hanya habis dalam waktu 1 minggu saja, pertanyaan saya apakah obat tersebut harus di konsumsi atau tidak, mengingat jika berhenti atau putus obat secara tiba2 akan mengakibatkan virus tersebut kebal terhadap obat tb jenis lain nya..
301 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Lidya Hapsari
(0)
Selamat pagi, D.Saat seseorang mengalami batuk yang berkepanjangan, terlebih jika diikuti pengeluaran dahak yang bercampur darah, berat badan yang terus menerus menurun, rasa lemah dan letih, nafsu makan menurun, keringat malam walau sedang tidak beraktifitas, demam ringan, maka dokter akan mengarahkan pemeriksaan fisik secara lebih mendalam ke arah diagnosa TBC. Dokter juga akan menyarankan untuk pemeriksaan dahak dan rontgen.

Apakah konsumsi obat TBC tidak boleh putus ?

Konsumsi obat TBC yang harus dalam waktu lama, membutuhkan kedisiplinan dan kesabaran yang tinggi. Efek samping obat yang juga tidak sedikit, membuat orang enggan, dan mengabaikan konsumsi obat, sehingga bakteri Micobacterium tuberculosis sebagai penyebab TBC menjadi kebal dan tidak dapat mati menggunakan obat tersebut. Hal ini menyebabkan penderita TBC harus mengganti obat dan waktu konsumsi obat jadi lebih lama. Maka dari itu, diperlukan pengawas minum obat yang dapat membantu meningkatkan kedisiplinan penderita TBC.Obat TBC yang tidak boleh berhenti sebelum tubuh benar-benar terbebas dari kuman TBC, membuat seseorang harus terus ke fasilitas kesehatan sebelum obat TBC habis, untuk menghindari putus obat. Selain konsumsi obat TBC, penderita TBC juga tetap menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar, dimana penularan bisa terjadi karena percikan air liur penderita. Ventilasi rumah harus baik, dimana cahaya matahari masuk, dan udara terus berganti. Selalu gunakan masker dengan benar, walau penderita di dlaam rumah. Tingatkan imun tubuh untuk melawan kuman, dengan makan yang bergizi, protein tinggi, serta konsumsi suplemen vitamin.Jika Anda mengalami efek samping oat TBC seperti mual, muntah yang hebat, disertai nyeri perut, mata menjadi menguning, pembesaran perut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesilis paru.Semoga bermanfaat.Salam sehat.dr. Lidya Hapsari. 
tbcinfeksi paru-parupola hidup sehat
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil