Bagaimana penularan virus HIV?

AN* Info Penanya: AN*, Pria
Permisi dok numpang tanya, Saya hampir melakukan hubungan seksual dengan pasangan saya (sudah tdk perawan), dan penis saya sudah bergesekan/bersentuhan dengan vagina pasangan saya tanpa kondom, sedangkan penis & vagina pasangan saya sudah basah / keluar air mani (bukan sperma)Apakah itu dapat menyebabkan HIV? Sebelumnya saya dan pasangan saya tidak terkena virus HIV dan apakah dengan hal itu kami dapat terkena virus HIV?Mohon bantuanya dokTerimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, D.


Terimakasih atas pertanyaan Anda.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Virus HIV menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Seseorang yang terinfeksi HIV tidak akan langsung menunjukan gejala. Tetapi jika dibiarkan, virus tersebut akan berkembang dan menjadi AIDS.

Penularan HIV bisa melalui:

  • Hubungan seksual. Hubungan seksual melalui vagina, anal, maupun oral seks bisa meningkatkan resiko penularan. Apalagi jika bergonta ganti pasangan saat berhubungan seks, sangat meningkatkan resiko penularan. Untuk itu, kondom menjadi pilihan agar tidak terjadi penularan.
    Penggunaan jarum suntik. Penggunaan jarum suntik secara bersama dapat meningkatkan resiko penularan HIV.
  • Kehamilan, persalinan atau menyusui. Ibu dengan kondisi HIV mengandung, melahirkan, dan menyusui sangat beresiko menularkan virus HIV ke bayinya.
  • Transfusi darah. Pendonor darah dengan kondisi terinfeksi HIV, biasanya tidak akan diijinkan untuk mendonorkan darahnya.

Untuk kondisi Anda ini, yang dimana Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan Anda yang sudah tidak perawan, memungkinkan untuk terjadi penularan HIV karena pasangan Anda sebelumnya sudah pernah melakukan hubungan seks dengan orang lain. Tetapi, Anda dan pasangan saya sarankan untuk melakukan cek HIV. Ada beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terkena HIV apa tidak, yaitu: tes screening antibodi, uji kombinasi antibodi, dan tes RNA. Tes-tes ini dapat Anda lakukan dengan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis penyakit dalam. Sehingga Anda dan pasangan memperoleh arahan yang tepat.

Salam sehat,

dr. Ester

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Obat ARV memiliki efek samping dalam jangka pendek dan panjang.

Beberapa Efek Samping Obat ARV yang Mungkin Dirasakan Penderita HIV

ARV adalah obat bagi penderita HIV seumur hidup. Salah satu efek samping obat ARV di jangka pendek sebabkan diare, sedangkan jangka panjang akibatkan penyakit organ hati.